Demigod

Demigod
Bab 27


__ADS_3

"Lio? Kau kenapa?" ucap Nada yang melambaikan tangannya di depan Lio.


Lio hanya menatap dengan tatapan kosong.


"Lodra? Kau baik-baik saja? Tidak apa-apa, kau bisa melakukannya"


Lio terdiam. Ia seperti melihat bayangan seseorang di dalam wajah Nada.


"Lio? ... Lio?"


Lio tersentak lalu sadar dari lamunannya.


"Kau tidak apa-apa? Apa makanannya terasa aneh?"


"Tidak. Setelah ini cepat pergilah" Lio kembali menyantap makanannya.


"Emmm. Bolehkah aku pergi besok pagi saja?"


"Apa? Kau bilang sebentar lagi akan pergi. Tidak bisa"


"Ayolah, aku bisa tidur di kamar lain" Nada pun menundukkan kepalannya. "Di markas sangat sepi. Para anggota D'hunter lainya masih berada di rumah sakit"


"Kau kan bisa pulang ke rumah mu sendiri" lanjut Lio sambil menyantap makanannya.


"Aku tidak punya rumah. Selama ini aku tinggal di markas, bersama anggota D'hunter. Orang tuaku ..." ucap Nada menggantung. "Boleh ya? Izin kan aku bermalam di sini"


"Tidak bisa"


"Ayolah, hanya beberapa jam saja. Lagipula ini sudah sangat malam. Tidak baik bagi seorang gadis sepertiku berkeliaran malam-malam" kata Nada sambil memasang wajah imut.


"Itu bukan urusanku"


"Kau ini, sungguh tak berperasaan" gerutu Nada. "Kalau aku bertemu dengan wanita tadi, bagaimana? Siapa yang akan menolongku?"


Lio pun terdiam sejenak. Ia pun menghentikan kegiatan makannya.


"Kenapa wanita tadi begitu takut kepadamu?"


"Takut? Ya ... Pertamanya aku kira dia takut kepadaku. Tapi tidak taunya lebih menakutkan" kata Nada lalu menyeruput kembali mi buatannya itu. "Dia tau kalau aku adalah anggota D'hunter. Dia pikir aku ingin membunuhnya''


"Cih, gadis seperti mu mana mungkin bisa membunuh orang" ejek Lio.


"Tuh kan. Kau saja berpikir seperti itu. Semua orang juga. Mereka selalu menganggap ku lemah"


"Memang kau lemah''


"Maka dari itu. Tolong bantu aku tuan dewa. Aku ingin belajar ilmu beladiri darimu"


"Tidak bisa. Aku tidak bisa mengajarimu"


"Kenapa?"


"Tidak bisa ya tidak bisa. Sudah selesaikan bersih-bersih mu dan pergilah"


"Tapi ... Aku sangat ingin belajar darimu. Bisa belajar dari seorang dewa adalah sebuah keberuntungan''

__ADS_1


"Kau percaya kalau akau adalah dewa?"


"Tentu saja. Kau bisa terbang, bisa mengalahkan iblis juga. Aku sudah percaya hanya dengan melihatnya sja. bukankah aku sudah bilang, aku akan percaya jika melihat kekuatanmu" ucapnya sambil menyilangkan kedua tangannya di atas meja. "Maka dari itu, angkat aku sebagai murid mu, ya?"


"Ak-"


Dugghh


Sebelum Lio menyelesaikan kata-katanya. Kunang tiba-tiba muncul dan terjatuh di atas meja.


Lio sangat terkejut melihat keadaan sang burung spiritualnya tersebut.


"Kunang?"


"Tu-tuan" gumam burung kenari kecil itu. Tubuhnya terlihat lemah. Ia terluka parah. Beberapa bagian tubuhnya seperti terbakar.


"Apa yang terjadi?"


Nada hanya melihat Lio dengan seksama. Di mata Nada, Lio sedang berbicara sendiri dengan sesuatu yang ada di atas meja.


"Tuan ... Maafkan aku. Aku gagal mengikuti wanita itu. Dia ... Dia mendapat bantuan dari seorang iblis. Iblis itu mengetahui keberadaan ku, dia menyegel beberapa kekuatanku. Sehingga ...'' Burung kecil itu tampak tak berdaya.


"Aku akan membawamu ke padang"


"Tidak tuan. Kau harus segera mengembalikanku ke jiwa mu. Kalau tidak ... Aku akan menghilang sepenuhnya"


"Kunang"


"Cepatlah tuan"


Tanpa ia sadari, Nada kini sudah berada di sampingnya.


Lio menengadah menatap Nada. "Kau melihatnya?"


"Hemm ... Benda bulat bercahaya seperti bola ini aku pernah melihatnya saat kita berada di gunung Juo waktu itu. Aku juga melihat sepertinya kau berbicara dengannya"


"Kau- uggghhh"


Lio pun kesakitan sambil memegang dadanya.


"Kau tidak apa-apa?" kata Nada sambil memegang bahu Lio.


Lio menepis dengan keras tangan Nada. Ia berdiri dari tempatnya, berjalan gontai menuju ke kamarnya.


"Uggghhh"


Lio terjatuh dan terduduk di lantai.


"Lio" Nada segera berlari menghampirinya.


"Kunang" gumamnya sambil meringis menahan sakit.


"Lio. Ayo. Aku akan membantumu"


Lagi-lagi Lio menepis tangan Nada. "Pergilah dari sini" bentaknya.

__ADS_1


Nada merasa sangat kasihan. Mekipun terlihat dingin dan acuh tak acuh. Di mata Lio dia melihat kesedihan yang amat dalam, juga rasa kehilangan.


Bruggghhh


Lio pun jatuh tergeletak di lantai.


"Kenapa harus seperti ini? Kunang adalah sesuatu yang aku bawa dari Nirvana untuk membantuku. Jika tidak ada dia, sama saja dengan buta. Bagaimana aku harus mencari para iblis itu?"


"Lio ... Lio sadarlah" kata Nada yang melihat Lio kini sudah tak sadarkan diri.


Di suatu tempat yang gelap. Terlihat wanita yang sedang di kejar Lio, berada di gang kecil. Perlahan ia masuk ke sebuah gudang. Di dalam gudang itu terdapat sebuah ruang rahasia di balik pintu lemari.


Wanita itu masuk ke sana. Terlihat sebuah ruangan luas. Kotor dan berair. Sangat menjijikan.


"Tuanku" kata wanita itu.


"Dasar bodoh!!" kata seseorang di balik tirai. "Kenapa kau sangat ceroboh''


"Maaf tuan. Aku tidak menyangka anggota D'hunter pergi mengikuti ku. Aku tidak mau mati. Itu sebabnya aku menggunakan kekuatan itu untuk memberi pelajaran kepada anggota D'hunter bodoh itu. Namun saya tak menyangka, laki-laki itu pergi menolongnya. Aku rasa dia bukan orang biasa" jelas wanita itu.


"Masa bodoh dengan manusia. Yang aku tanya kenapa kau sangat ceroboh membawa benda itu kemari?"


Wanita itupun kebingungan. Ia tak pernah merasa membawa sesuatu dari luar.


"Maaf tuan, maksud anda-"


Blaaammm


Dentuman keras meledak sebelum wanita itu menyelesaikan ucapannya.


Samar terlihat, tirai itu bergerak. Keluarlah seorang wanita cantik dari sana. Namun anehnya, wanita cantik itu tidak memiliki kaki. Setengah badan wanita cantik itu seperti lintah, namun juga terlihat seperti cacing. Sangat menjijikan, dari tubuh bawahnya seperti keluar lendir.


"Tuan-"


"Kau tidak tau seberapa bahanya benda ini"


Boooommm


"Uggghhh"


Lio pun membuka matanya. Kepalanya terasa sangat pusing.


"Tak kusangka, aku telah mengantarkan Kunang ke tempat yang begitu berbahaya. Dia bisa mengetahui keberadaan kunang. Iblis apa itu ... Iblis Zelua ..." gumamnya lalu segera duduk. "Tidak salah lagi. Iblis Zelua menggunakan lendirnya untuk mempengaruhi manusia. Dia bisa mengendalikan keserakahan dari diri manusia. Aku harus cepat sebelum dia kabur''


Lio hendak turun, namun ia baru saja sadar. Nada kini tengah tertidur di sampingnya.


"Dia belum pergi dari sini?" gumamnya yang melihat Nada tidur sambil menaruh kepalanya di pinggir ranjang.


"Dia juga bisa melihat kunang. Apa itu sebabnya dia juga dengan mudah percaya bahwa aku adalah dewa?" lanjutnya. "Pengelihatan yang dia miliki bisa saja membahayakan aku. Jika dia jatuh ke tangan iblis, dia bisa menjadi senjata untuk mengalahkan ku"


"Uaahhh"


Nada pun terbangun lalu menggeliatkan tubuhnya.


"Kau sudah sadar?"

__ADS_1


"Sudah pagi. Kau boleh pergi" kata Lio singkat lalu beranjak dari ranjang.


"Dia ini ... Aneh sekali"


__ADS_2