Demigod

Demigod
Bab 54


__ADS_3

"Hey, jangan cuma mengurusi mayat itu saja. Apakah tidak ada cara lain untuk membunuh ulat-ulat ini. Menjijikkan" teriak Luna sambil menembaki ulat-ulat besar itu.


"Hemmm ... Biar aku pikirkan" gumam Lio.


"Mata" ucap Nada.


Ia pun mengambil pistol dan segera menembak mata para ulat itu. Dua kali menembak tepat di matanya. Ulat itu pun berhenti bergerak.


"Wah, apa dia mati?"


"Tidak, dia masih hidup. Setidaknya, dia tidak akan mau bergerak jika tidak bisa melihat"


"Bagus, akan aku buat buta kalian semua" kata Luna.


"Dari mana kau tau hal ini?" kata Lio.


"Hawa iblis terpancar pekat dari mata mereka. Aku rasa itu adalah titik lemahnya"


Lio pun menyeringai. "Bagus, setidaknya kau ada kemajuan" lanjutnya lagi sambil menyerang hewan-hewan itu dengan api naga miliknya.


Lio pun mengedarkan pandangannya ke sana kemari mencari-cari sesuatu.


"Dimana dia?"


Ia pun memejamkan matanya merasakan keberadaan iblis itu.


"Ketemu~" ucapnya lalu berlari ke arah pohon besar itu.


"Dia mau kemana?" kata Ardan sambil melirik Lio yang berlari ke tumpukan mayat.


"Biarkan saja, yang penting basmi semua hama ini. Menjijikkan sekali" balas Luna.


Lio pun berdiri tepat di atas tumpukan mayat yang berada di bawah kaki pohon itu.


"Oh ayolah, persembunyian mu sangat aneh sekali"


Ia pun berjongkok di sana dan membakar pohon itu dengan api naga nya.


Seketika api pun merembet membakar pohon itu. Api biru milik Lio merembet ke dahan pohon dan membuat yang lain tercengang. Pasalnya tempat minim cahaya itu kini menampakkan keadaan di sekitar yang sebenarnya.


"Astaga, ternyata sebanyak ini?" gumam Viro tercengang melihat sekelilingnya adalah mayat hidup dan ulat bulu yang mengelilingi mereka.


Kepompong kepompong raksasa itu pun ikut menggeliat terkena serangan api Lio.


Tak berapa lama, datang sebuah angin besar menerpa mereka dan membuat api naga Lio padam. Lio pun melompat ke belakang menjauh dari pohon itu.


"Apa yang terjadi?"


"Tutup hidung kalian rapat-rapat. Sebentar lagi dia akan marah" kata Lio dengan santainya.


"Apa?"


Grraaaahhh


Sebuah mahkluk besar pun keluar dari balik pohon itu. Ia bertengger di atas pohon. Seperti manusia tapi ia memiliki sayap bak kupu-kupu. Di kepalanya terdapat dua sungut, wajahnya pun juga tidak jelas. Badan manusia tapi wajahnya mengerikan. Tubuhnya berwarna hijau kekuningan seperti beracun.


"AARRGGGHHH. Manusia-manusia hina. Berani-beraninya kalian mengganggu tidurku" ucapnya dari balik dahan pohon dengan mata yang mengkilat warna hijau.

__ADS_1


"Hahaha. Maaf tuan tidur. Bukan kami yang mengganggu, salahkan bawahan mu yang membawa kami kemari" balas Lio.


"Astaga, dia seperti Avatar" gumam Ardan.


"Cih, Avatar tidak bersayap. Avatar juga berwarna biru, bukan hijau seperti kotoran sapi itu" balas Viro.


Mereka bersiap dengan senjata mereka.


"Kalian lihat, sayapnya berdebu seperti kolong ranjang yang tak di bersihkan bertahun-tahun" lanjut Viro.


"Iblis itu pasti malas bersih-bersih" balas Ardan.


"Jangan meremehkannya. Justru itulah yang membuat manusia berubah menjadi mayat hidup" jelas Lio.


"Hiii, benda kotor itu?"


"Kekuatannya tidak seberapa. Hanya saja, para prajuritnya ini akan sedikit menyusahkan"


"Aku tidak menyangka ternyata mereka sebanyak ini" kata Luna tak percaya.


"Baiklah, mari kita lakukan" kata Kenan.


"Benar, lebih cepat lebih baik. Aku juga ingin segera pulang" lanjut Ardan.


"Bagus, kalian serang mahkluk mahkluk ini"


"Lio ..." ucap Nada menghentikan. "Ada yang aneh"


"Apanya yang aneh?"


"Hawa iblis itu lebih pekat di pohon itu dari pada di dalam tubuh iblis" kata Nada.


"Baiklah, aku juga sudah tidak sabar"


Pertarungan pun di mulai. Para anggota D'hunter sedang sibuk melawan para ulat itu dan mayat hidup yang menyerang mereka.


Sedangkan Lio kini sedang berlari ke arah iblis itu.


"Kalian begitu banyak bicara. Kalian hanyalah makananku. Berani-beraninya membuat kekacauan di rumah ku"


Swwoooss


Mahkluk itu pun terbang menghampiri Lio. Dengan kekuatan dari kuku tajamnya ia pun menyerang Lio.


"Cih, ternyata wajahmu lebih jelek dari yang aku kira" ucap Lio sambil menghindar.


"Manusia busuk. Berani sekali kau menghina wajahku"


"Hahaha, kau marah? Dasar jelek"


AARRGGGHHH


"Aku tidak akan mengampuni mu"


"Silahkan saja"


Lio pun melompat ke pohon besar itu. Tak menyangka, pohon itu benar-benar sangat besar. Jika di pikirkan lagi. Mungkin ranting-ranting pohon itu meluas ke setengah kota Regoon.

__ADS_1


"Cih, jadi si wali kota tua itu sudah menjual kota beserta warganya ke iblis busuk ini? Sangat menarik. Mari kita lihat. Apakah setelah membakar pohon ini kota Regoon akan runtuh?" kata Lio sambil duduk di dahan pohon.


"Manusia busuk, kau pikir bersembunyi di dalam rumahku akan aman? Hahaha, justru aku akan melahap mu lebih cepat"


Lio menyeringai tak mengindahkan iblis itu. Ia pun menaruh telapak tangannya di pohon itu. Seketika aliran kekuatannya mengalir di pohon itu.


"Gadis itu benar, ada sesuatu di dalam pohon ini"


Lio pun menutup matanya merasakan sesuatu.


"Ah, ternyata jantungmu kau taruh di sini" gumam Lio.


"Tidak ku sangka, manusia rendahan seperti mu bisa mengetahui hal ini" kata iblis itu yang tiba-tiba berada di belakang Lio.


Srraaakkk


Iblis itu mengarahkan cakarnya ke Lio namun malah mengenai pohon itu.


"Akkhh"


"Hahaha, jadi pohon ini bisa membuatmu kesakitan ya" kata Lio dengan sebuah bola api di tangannya. "Kita lihat apakah itu benar"


Swwoooss


Lio pun mengarahkan bola api itu ke pohon besar. Benar saja, iblis itu menjerit begitu keras saat api itu mulai merembet ke seluruh dahan pohon.


"Kurang ajar. Dasar manusia kurang ajar"


Iblis itu pun marah dan terbang ke arah Lio dengan pesat.


Bugh bugh bugh


Ia pun menyerang Lio dengan brutal dan menendang Lio dengan keras hingga membuat Lio terpental kembali ke area pertarungan para D'hunter.


Sraakkk


Suara kaki Lio yang saat mencoba mendarat di tanah.


"Cih, baru begitu saja sudah mengamuk"


"Ada apa? Apa kau sudah kalah?" kata Ardan meremehkan sambil tetap fokus menembak.


"Siapa bilang, justru aku menemukan titik lemahnya"


"Benarkah?" kata Nada penasaran.


"Ya, jantungnya berada di pohon itu"


"Jangan banyak bicara kau manusia hina" kata iblis itu lalu menerjang Lio dengan sebuah hantaman.


Buaghhh


Lio pun terpental sangat jauh.


"LIO"


"Cih, ternyata tidak mudah masuk ke sarang mayat hidup ini"

__ADS_1


Di kejauhan terlihat Lio sudah berdiri dari tempatnya.


"Kau tau, sejak dulu aku tidak suka ada orang yang memukul wajahku" kata Lio yang kini wajahnya berubah datar. "Akibat dari memukul wajah dewa Lodra adalah ... Mati!"


__ADS_2