Demigod

Demigod
Bab 55


__ADS_3

Lio berlari ke arah iblis itu dengan wajah marah. Para D'hunter pun juga kualahan melawan ulat dan mayat hidup itu.


"Cih, mereka terlalu banyak" gumam Viro.


Dor dor dor


"Nada dan Luna sebaiknya fokus ke ulat-ulat itu. Aku dan yang lainnya membasmi para mayat ini"


Kraakkk


Satu hentakan dari tangan Kenan membuat kepala mayat hidup itu putus.


Lio pun menerjang iblis itu hingga terpental kembali ke pohon besar. Di sana Lio mengeluarkan kekuatannya.


"Uhuk, hah? Kekuatan apa itu?" gumam iblis itu saat melihat kobaran api naga mengelilingi tubuh Lio.


"Kau mau coba?"


Swwoooss


Api naga pun menerjang iblis itu, namun ia berhasil menghindar.


"Akh, siapa dia sebenarnya?''


"Kau ingin tau? Tapi mahkluk seperti mu tidak perlu tau siapa aku" ucap Lio yang tiba-tiba berada di atasnya.


Mahkluk itu pun terbang ke dahan yang paling atas. Lio pun mengikutinya.


"Sudah terlambat jika kau kabur. Aku bahkan belum membalas mu"


"Hahaha, siapa yang kabur. Justru kalian semua yang akan tamat"


Iblis itu pun mengepakkan sayapnya lebar-lebar. "Mari kita mulai pertunjukkannya. Hihihi"


Sebuah angin kencang membawa butiran debu menerjang mereka. Tak lama kemudian, kepompong kepompong itu terlihat menggeliat nggeliat.


"Uhuk, apa yang terjadi?" gumam Luna.


"Wah, lihat itu"


Satu persatu kepompong itu retak dan keluarlah kupu-kupu yang sangat besar dari sana.


"Astaga, makhluk-makhluk ini saja belum beres masih ada yang lain lagi?" kata Viro.


"Kita tidak akan bisa mengalahkan mereka semua. Cari cara lain untuk pergi dari sini" ucap Ardan.


"Pergi ke mana? Aku tidak melihat jalan keluar sedari tadi'' imbuh Luna.


"Ke tempat di mana kita datang tadi"


"Kau gila? Tempat itu sudah tertutup 20 menit yang lalu" kata Viro.


"Tidak ada cara lain, hubungi yang lain minta bantuan segera" kata Kenan.


Viro pun bergegas mengambil ponselnya. "Halah, mana ada sinyal disini"


Nada yang sedari tadi diam, matanya melihat ke sana kemari. Pandangannya pun berhenti ke pohon yang di bawahnya terdapat ratusan mayat itu.


"Mungkin jika kita merobohkan pohon itu, makhluk-makhluk ini akan mati" kata Nada.


"Apa?''


"Aakkkhhh" teriak Viro saat beberapa mayat hidup menyerangnya. "Sialan, jauhkan mulut busuk kalian dari wajahku"


Dor dor dor


"Sial, peluru sudah mulai habis"


"Wahai anak-anakku semua. Selamat datang di dunia kita. Hahahaha, lihatlah ada banyak makanan di sini. Makanlah sampai puas. Ingat, jangan berebutan. Hihihi" ucap sang iblis tersebut.


"Dasar mahkluk jelek gila" teriak Lio sambil melayangkan bola api ke arah mahkluk itu.

__ADS_1


Blllaaaaarrr


Letupan di udara pun membuat sebuah cahaya. Para kupu-kupu itu terlihat seperti hewan biasa namun ada gigi-gigi tajam yang menjulur keluar dari mulut mereka.


"Astaga, sepertinya yang ini juga tidak mudah di hadapi" gumam Viro.


"Tidak masalah, semua mayat sudah tumbang. Mari kita lawan pula hewan indah tapi busuk itu" lanjut Ardan.


"Hati-hati, sepertinya mereka juga tidak mudah di hadapi"


Swwoooss


Bruugghhh


"Aakkkhhh"


Semuanya pun menoleh ke sumber suara. Terlihat Nada di kerumuni oleh kupu-kupu itu dan terkenal gigitannya.


"Nada!"


"Awas"


Dor dor dor


Mereka pun menembaki kupu-kupu itu dan membuatnya terbang menjauh.


"Kau tidak apa-apa?" kata Kenan.


"Hem"


"Apa kau lihat kita harus menyerang di mana agar mahkluk itu mati?" tanya Luna.


Nada menggelengkan kepalanya. "Aku tidak melihat apapun dari tubuh mereka"


"Itu berarti mereka tidak akan mudah di kalahkan. Cih, maju lah. Akan aku potong-potong kalian" kata Viro.


Boomm


Srraaakkk


Lio mendarat tepat di hadapan mereka.


"ARRGGHH" jerit iblis itu memekikkan telinga.


"Apa yang terjadi? Apa dia sudah mati?"


"AWAS KALIAN"


Swwoooss


Kumpulan kupu-kupu itu pun terbang melesak ke arah mereka.


"Aakkh, sialan. Sayap mereka seperti duri" kata Viro.


"Keluarkan senjata kalian, kita tidak bisa mengalahkannya hanya dengan tangan kosong" teriak Kenan sambil bertahan dari serangan para mahkluk itu.


"Uhuk"


Nada terlihat tergeletak di tanah dengan darah mengalir dari bibirnya.


"Nada!"


Mereka tidak ada kesempatan untuk saling memperdulikan satu sama lain. Kupu-kupu itu terlalu banyak, mereka pun kualahan.


"SIAL, aku tidak mau mati di sini" kata Viro.


"Hati-hati ... Mereka bisa meracuni kalian" gumam Nada. "Aakhh" teriaknya yang kini di kerumuni hewan itu.


"Nada!!"


Boom

__ADS_1


Satu ledakan api membuat mereka menjauh.


"Uhuk uhuk. Lio" gumam Nada saat Lio duduk bersimpuh di hadapannya.


"Katakan kepadaku di mana hawa paling pekat di pohon itu?" kata Lio sambil menaruh kepala Nada di pangkuannya.


"Uhuk, tepat di batang pohon paling bawah"


"Aakhh"


"Viro!"


"Baiklah, semuanya dengarkan aku. aku tidak bisa menjangkau kalian semua jika terlalu jauh jarak kita. Masuk ke dalam bola api naga ku maka kalian akan aman"


"Akh, jangan bicara lagi. Cepat katakan apa yang harus kami lakukan?" kata Ardan merasa tak sanggup bertarung lagi.


"Pergi ke bawah pohon itu"


Lio pun menggendong Nada di punggungnya dan berlari ke arah pohon itu. Para anggota D'hunter pun mengikuti di belakangnya. Namun Viro pun sama seperti Nada, ia terkena racun dari kupu-kupu tadi.


"Uhuk, aku tidak bisa'' kata Viro sambil bersimpuh.


"Akh, dasar bodoh. Cepat lari, kau tidak lihat mereka mengejar kita?" ucap Ardan.


"Aku tidak sanggup, uhuk"


Ardan pun duduk bersimpuh dihadapan Viro.


"Cepat naik"


"Hah?"


"Cepat Gobl*k. Aku tidak mau mati hanya karena menunggu kebodohanmu''


Viro pun naik ke punggung Ardan dengan cepat.


"Jangan mengatai ku bodoh. Kau jauh lebih bodoh daripada aku" kata Viro.


"Oh astaga, apa kau tidak pernah diet? Badanmu mirip babi, berat sekali" lanjut Ardan sambil berlari menggendong Viro.


"Aku tidak berat. Kau saja yang lemah"


"Awas saja, setelah sampai di sana, nanti aku akan melemparmu"


"Sebelum kau melakukannya aku terlebih dulu mencekik mu"


Setelah mereka lari dari para hewan hewan itu, tibalah mereka di bawah pohon besar dan rindang itu. Lio pun menurunkan Nada dari punggungnya dan berganti Kenan yang menopangnya.


"Manusia sialan. Kau menargetkan pohon ku? Akan aku bunuh kalian sebelum melakukannya" kata iblis itu yang kini berada tepat di atas pohon.


Mereka semua pun menoleh ke sumber suara dan mendapati iblis itu sudah berubah warna menjadi hitam, dengan sayap yang sudah hangus terbakar.


"Apa itu iblis tadi?" gumam Viro.


"Sepertinya iya" balas Ardan.


"Apa ini acara BBQ?"


"Tidak, sepertinya acara perkemahan. Dia jagung bakarnya"


"Kau salah, dia bukan jagung bakar"


"Lalu?"


"Kupu-kupu gosong"


"Hahaha" kelakar Viro dan Ardan tertawa terbahak-bahak.


"Lihatlah, tinggal moncongnya saja yang masih berwarna putih" kata Viro dengan tawa lepas.


"Kau salah, bokongnya yang masih asli. Hahaha"

__ADS_1


"DIAMMM!!"


__ADS_2