Demigod

Demigod
Bab 73


__ADS_3

Saat Lio membuka matanya, ia masih berada di tempatnya, tergeletak di hutan bambu tersebut. Saat ia melihat ke sekelilingnya, semua tempat itu sudah berantakan. Seperti telah terjadi perkelahian yang sangat sengit.


"Ugh"


Lio pun mencoba berdiri dari tempatnya.


"Kau pikir, kau bisa mengalahkan ku? Mimpi saja"


Lio pun mengedarkan pandangannya mencoba mencari sumber suara tersebut. Langkah kakinya pun membawa dia ke samping hutan. Di sana pria berjubah hitam tengah bertarung dengan seseorang. Seorang pria dengan tubuh tinggi tegap, dia jua memakai pakaian hitam, namaun ada corak warna jingga yang mencolok dari bajunya. Corak dengan gambar elang itu menyita perhatiannya.


"Kamu pikir dewa seperti mu bisa membunuh kami? Mimpi saja, meskipun kalian para dewa membunuh kami. Tapi tuan besar bisa membangkitkan kami kembali. Jadi percuma saja, tidak akan ada yang benar-benar bisa memusnahkan kita" kata Pria berjubah hitam.


"Iblis Zulla, jangan kamu pikir aku tidak tau dengan hal itu. Dan aku juga punya cara lain agar kalian tidak bisa hidup kembali" kata Pria dengan baju corak elang itu.


"Darimana kau tau namaku?"


"Hanya nama, kenapa aku tidak tau. Kau juga adalah jajaran iblis teratas. Iblis yang di pilih sendiri oleh Zico untuk menjadi penganut setia. Hem, kau pasti sangat suka dengan hal itu, biar aku tebak berapa umurmu. Em, pasti dua sampai tiga ribu tahun. Sayangnya, kau sudah banyak membunuh dan memakan manusia, jadi ... Sampai hari ini saja umurmu akan perpanjang"


Pria itu pun menyerang iblis Zulla, ia mengeluarkan sebuah pedang berwarna kemasan entah dari mana.


"Hebat sekali, siapa dia?" gumam Lio yang kini tengah melihat pertarungan itu.


Mereka begitu cepat, saling menyerang satu sama lain. Membuat mata Lio yang melihatnya menjadi bingung.


"Apa hanya ini kekuatanmu? Hahaha, dewa busuk, kau akan mati di tanganku"


Iblis itu pun menendang pria tersebut ke udara, membuat tubuhnya melayang. Dengan cepat iblis itu sudah berada di atasnya dan menendang pria itu ke tanah.


Boomm


Pria itu jatuh ke tanah membuat kepulan debu mengelilingi area itu.


"Uhuk, ah aku tadi sedikit lengah" gumam pria.


"Bukankah sudah ku bilang, kau tidak akan bisa membunuhku. Yang ada, kau yang akan mati terlebih dulu" kata iblis itu sambil berjalan menghampirinya. "Tidak akan ada yang bisa menghentikan kami menguasai dunia ini ataupun memusnahkan kami. Tidak juga dewa seperti kalian"


Iblis itu nampak mengeluarkan sesuatu dari tangannya. Tidak, tapi tangannya berubah menjadi sebuah benda runcing yang sangat tajam.


"Sepertinya membunuh seorang dewa tidak sulit juga. Tapi mari kita lihat, apakah memakan mu juga seenak memakan manusia? Jika tidak enak, maka aku akan membuang mu ke kandang buaya. Hahaha, nanti tuan besar pasti senang sekali karena aku telah membunuh seorang dewa"


Pria itu terlihat terluka parah, sepertinya pukulan dan tendangan dari iblis itu telah melemahkan titik vitalnya.


Iblis itu hendak mengarahkan tangannya ke pria itu, namun Lio dengan cepat menembak lengannya.


Dor


Dor


Dua peluru melesak ke lengan iblis itu dan lehernya.

__ADS_1


Iblis itu nampak tak kesakitan sama sekali. Iblis itu hanya mengusap darahnya dengan tenang lalu berbalik melihat ke arah Lio.


"Kamu lagi? Ternyata kamu belum mati?" iblis itu tiba-tiba menghilang dan kini sudah berada di depan Lio. "Kau begitu berani, jarang sekali ada manusia langka seperti mu. Aku akan membunuhmu dan menjadikanmu budak setia ku. Akan aku jadikan kau mahkluk abadi yang tak akan pernah bisa mati, jika aku tidak mengijinkannya"


Iblis itu pun meraih leher Lio dan mencekiknya.


"Mari, nikmatilah hari kematian mu ini"


"Ugh"


Tubuh Lio terangkat ke udara, ia merasa sangat tercekat. Ia ingin melawan namun tubuhnya kehilangan semua tenaganya.


"Arrggghhh" erang iblis itu tiba-tiba.


Ternyata di belakang iblis itu, pria tadi tengah menyerangnya dengan pedang, membuat ia menjerit kesakitan.


Brughh


Lio pun terjatuh ke tanah.


"Akkhh, dewa sialan. Sakit sekali"


Iblis itu berbalik hendak melawan pria tersebut namun Lio dengan cepat menendang kakinya membuat ia jatuh tersungkur ke tanah.


"Aakh, kalian benar-benar mahkluk menyebalkan"


"Matilah kalian hari ini. Matilah" kata iblis itu dengan penuh amarah.


Lio hanya terdiam di tempatnya, sedangkan pria tadi tengah bersiap dengan pedangnya.


Tak lama kemudian, semua dedaunan bambu melesat ke arah mereka seperti sebuah benda tajam.


"Awas!" teriak pria tersebut lalu berlari mendorong Lio.


Lio begitu tercengang, seperti ada sebuah bola berwarna kuning keemasan yang melindunginya dan orang itu.


"Hati-hati, daun-daun itu bisa membunuhmu kapan saja" kata pria itu.


Lio hanya terdiam melihatnya, pria itu terlihat memejamkan matanya lalu dedaunan itu jatuh ke tanah seketika.


"Hey, nak. Sepertinya aku butuh bantuanmu" kata pria itu sambil menepuk bahu Lio. "Pegang ini" lanjut pria itu sambil memberikan Lio sebuah belati. "Aku akan mengalihkan perhatiannya, jika ada celah maka kau harus segera membunuhnya, dengan memenggal kepalanya"


"Kenapa aku? Apa kau tidak takut aku juga bersekutu dengan dia lalu membunuhmu?" ucap Lio yang kini merasa bingung karena pria tersebut begitu mempercayainya.


"Hahaha, aku tau kau punya dendam besar kepadanya dan ingin membunuhnya. Maka ini adalah kesempatanmu"


Lio pun menerima belati itu, dan pria tersebut segera berlari menyerang iblis Zulla.


Lio menggenggam erat belati tersebut dan menunggu aba-aba dari pria itu. Saat pria itu menancapkan pedangnya ke iblis Zulla dan memojokkannya, ia pun berteriak ke arah Lio.

__ADS_1


"CEPAT!"


Lio segera berlari ke arah mereka.


"Akhh, mahkluk sialan. Kalian berdua berencana membunuh ku"


Jleb


Lio berhasil menancapkan belatinya ke leher iblis itu dan dengan satu tarikan kuat kepala iblis itu pun terpenggal. Di saat itu Lio baru sadar, sebelum Lio menyerang. Iblis Zulla sudah menusukkan tangan runcingnya ke dada kiri pria tersebut dan menghancurkan jantungnya membuat pria itu terluka parah.


Brugh


Iblis dan pria itu sama-sama terjatuh ke tanah.


"Uhuk"


"Tuan" kata Lio menghampiri pria tersebut dan memegangi bahunya.


"Kerja bagus nak" kata pria itu sambil tersenyum dengan mulut yang sudah bersimbah darah.


"Tuan, aku akan segera pergi membawamu ke dokter"


"Tidak" kata pria itu menghentikan Lio. "Kau harus menyembunyikan dia" lanjutnya sambil menunjuk ke arah kepala iblis itu yang terpenggal.


"Apa?"


Lio pun mengalihkan pandangannya melihat kepala tersebut. Kepala itu perlahan berubah menjadi abu yang berterbangan di udara. Tak lama setelah itu, hanya tertinggal sebuah batu di sana.


"Kau harus menyembunyikan batu itu di suatu tempat yang aman, sampai tidak ada manusia ataupun iblis yang menemukannya"


"Tapi, kenapa? Dia sudah mati"


"Ya, dia sudah mati. Namun dia bisa bangkit kembali, ada seseorang yang bisa membangkitkan nya. Kau harus menyembunyikan batu itu dari orang tersebut. Kekuatanku hanya bisa membunuhnya, tapi tidak bisa menghentikan kebangkitannya. Suatu hari nanti, akan ada seseorang yang bisa menghancurkan mereka sampai tidak bisa bangkit kembali dari kematian. Sampai orang itu datang, kau harus menyembunyikan batu itu dengan aman" jelas pria itu yang sudah mulai sekarat.


"Tapi, bagaimana aku bisa menjaganya? Iblis-iblis itu pasti bisa menemukannya dengan mudah"


Pria itu pun mengeluarkan sebuah sapu tangan dari sakunya.


"Pergi buatlah kotak kayu dari pohon mahoni dan berilah ukiran naga sesuai sulaman ini di atasnya. Taruh batu ini di dalamnya. Kau juga harus menaruh kotak itu di tempat kedap udara agar iblis tidak bisa masuk untuk mengambilnya"


Lio menerima sapu tangan yang ada sulaman gambar naga tersebut. Lio merasa bingung dengan apa yang harus dia lakukan.


"Dan lagi .." kata Pria itu mulai lemah. "Kau harus cepat pergi dari tempat ini. Serbuk kematian dari iblis ini akan mendatangkan iblis yang lainnya. Bisa jadi, mereka akan mengambil batu ini untuk di bangkitkan kembali. Sebelum mereka datang menangkap mu, kau harus bersembunyi di tempat yang aman"


"Tapi aku-"


Lio hendak mengatakan sesuatu namun pria itu sudah berubah menjadi cahaya yang menyilaukan mata dan menghilang begitu saja.


Flashback ingatan Lio berakhir

__ADS_1


__ADS_2