
Assalamualaikum guys, sekedar info aja jangan lupa pantengin terus novel ini karna bakal ada part part tambahan, walau gk sering yaa karna aku sekarang lagi fokus di novel aku yang bakal launching akhir bulan yaa.
Sekalian nih jangan lupa mampir yaa, karna tokoh utamanya juga bersangkutan dengan novel ini yakni cerita Ayya sahabat Tari yang akhir akhir ini jarang masuk yaa, bersama tokoh utama pria yang mungkin kalian udah tau yaa siapa yang bakal jadi tokoh utamanya.
...____ ____ ____ ____ ____...
...____ ____ ____ ____ ____...
Hari ini adalah tepat hajatan Tujuh bulanan kehamilan Tari bertepatan pula dengan Delapan bulanan kehamilan Virli yang digelar secara bersamaan.
Kedua pasangan itu terlihat sangat bahagia menyambut hari ini, tampak rona bahagia terpancar diseluruh wajah keluarga belum lagi kabar dari Devan yang akan melaksanakan pernikahan bulan depan dengan sang pujaan hati.
Namun dilubuk hati Tari yang terdalam ada sedikit kekecewaan ketika mendapat kabar kalau sahabatnya Ayya tidak bisa hadir.
Meski begitu tidak mengurangi kadar kebahagiaan yang terukir dihari ini, ditambah Kabar bahagia datang dari Reno dan Mitha.
" Tar..." panggil Mitha saat mereka berkumpul, ditatapnya wajah sumringah Mitha membuat Tari menatap penuh tanya.
" Gua hamil.. udah masuk tiga minggu" ucap Mitha membuat Tari terkejut dengan cepat mereka saling berpelukan.
__ADS_1
" Alhamdulillah... sehat sehat yaa, jaga makan juga" Tari memberi nasehat seperti kebanyakan orang.
" Oh iya Zakky kok gk Dateng yaa Slan" tanya Reno duduk disamping Aslan.
" Katanya dia lagi cuti keluar negeri, jenguk Om Bram yang sakit" jawab Aslan membuat Reno mengangguk paham.
" Loh Yang,, kok barengan sih Ayya juga gk bisa hadir karna ke luar negeri" cetus Tari membuat Aslan merasa ada yang janggal.
" Gk mungkin cuman kebetulan kan" Batin Aslan mengingat kemarin dia dan Tari bertemu, disitulah dia tau tujuan Ayya ke Paris, menyusul kedua orangtuanya yang sudah hampir dua Minggu berada di Paris.
" Yang... Yang... Sayang...." pekik Tari membuat Aslan tersadar.
" Kamu setuju gk" tanya Tari membuat Aslan mengerutkan keningnya.
" Apanya" tanya Aslan membuat Tari berdecak kesal.
" Besok loh, kita ke Bandung wisata kuliner ya sayang, bareng Mitha sama Reno" pinta Tari dengan pipi chubby berusaha membujuk Aslan, apalagi disertai Reno dan Mitha.
" Tapi kan sayang, kalau aku sama Reno pergi perusahaan siapa yang urus" Aslan mencoba memberi pengertian kepada sang Bumil, mendengar itu wajah Tari berubah masam membuat Aslan serba salah.
__ADS_1
" Gk masalah kok Slan, kamu pergi aja nanti perusahaan biar Papa sama Dimas yang handle" Suara Hendra membuat Tari tersenyum menatap sang mertua berjalan kearah mereka ditemani Gunawan.
" Iya Slan kalian pergi aja, nanti Ayah juga bakal bantu kok" timpal Gunawan membuat Aslan mau tak mau mengiyakan kemauan istrinya.
Satu bulan kemudian
Hari ini adalah hari yang ditunggu tunggu oleh seluruh keluarga, seluruh keluarga berdiam diri dengan resah menunggu keadaan Virli yang kini berjuang melahirkan Anak pertamanya yang berjenis kelamin laki laki.
Lama mereka menunggu dengan gusar, hingga dari dalam ruangan terdengar suara tangisan bayi yang mereka nanti nantikan. Hendra tak kuasa menahan tangisnya dengan cepat memeluk sang istri yang kini juga ikut menitihkan air matanya.
" Alhamdulillah..." ucap mereka bersyukur. Selang beberapa waktu kini Virli dipindahkan keruangan VVIP lengkap dengan segala Fasilitas.
Kini mereka berkumpul diruangan Virli sambil menunggu Virli siuman juga menunggu putra Kevin yang sedang dibersihkan.
Bersambung................
##
Lanjut Ekstra Part yaa....
__ADS_1