Dendam & Cinta

Dendam & Cinta
BAB17


__ADS_3

Sepertinya pagi ini zoya sangat telat bangun, mungkin karena efek ia menagis semalam. Tapi ia tersadar ketika ia melihat sekelilingnya.


“bukankah aku semalam pergi dari rumah ini, kenapa aku berada disini lagi” gumamnya sambil melihat sekelilingnya dengan mata sedikt tertutup, dan kembali ia menguap sambil berpikir apa yang terjadi kemarin malam kenapa ia bisa berada kembali dirumah ini


Ketukan pintu membuat ia tersadar dan segera membuka pintu.


“maaf nona mengganggu, saya membawakan makanan untuk nona”


“hmm.. saya makan di meja makan saja pak” jawab zoya sedikit terbata, karena ia tidak ingin khabir kembali marah kepadanya


“tidak nona, tuan menyuruh saya untuk mengantar makanan ini kekamar nona agar nona bisa makan dengan baik, nona pasti belum makan dari semalam, makanlah makanan ini dengan segera nona” memberi nampan pada zoya


“haa iya, baik pak terimakasih” mengambil dan menaruhnya dimeja kamarnya


“baik nona saya permisi”


“tunggu pak”


“iya ada yang bisa saya bantu lagi nona?”


“tidak pak, apa tuan khabir sudah berangkat bekerja?” tanyanya


“sudah nona, apa ada yang bisa saya bantu?”


“menurut bapak apa saya akan dimarahi kerena tidak masuk bekerja hari ini?”


“nona tenang saja, tuan sudah mengurus ketidakhadiran nona dikantor” jawabnya


“nona hanya perlu beristirahat dan makan makanan yang sudah disiapkan, nanti jam 9 dokter akan datang untuk memeriksa kaki nona”


“dokter? Siapa yang menyuruh dokter kemari, aku tidak memerlukannya pak aku juga sudah tidak apa apa” jawab zoya


“tuan yang meminta dokter kemari nona, baiklah nona saya permisi, jangan lupa dimakan makanannya nona, jikalau tidak dimakan saya yang akan dimarahi nona”


“baiklah pak, terimakasih”


“sama sama nona” menunduk dan pergi


Ternyata dia masih punya hati


Zoya beralih pada makanan yang dibawakan untuknya seprtinya dia memang sangat lapar karena dari kemarin malam dia tidak mengisi perutnya. Dan benar hanya dalam hitungan menit ia menghabiskan makanannya dengan nikmat.


Setelah itu ia memilih membersihkan diri dan mandi, selesai mandi di hanya goleran dikasur, dia tidak tahu harus melakukan apa, mau bermaian handphone, handpohone nya sudah tidak ada akibat pertengkaran kemarin. Akhirnya dia hanya goleran dikasur dan menghayal apa yang bisa dihayalkannya.


Hingga ia terbangun dari khayalannya karena menedegar ketokan pintu. Akhirnya ia membuka pintu dan terlihat sudah ada pak saad dan dokter cantik didepanya.


“nona ini dokter cha” jawab pak saad


“silakan masuk dokter” jawab zoya


Pak saad hanya menunggu didepan pintu kamar zoya dan dokter cha mulai memeriksa seluruh badanya.


“dokter saya baik baik saja kan” Tanya zoya


“iya kamu baik baik saja tidak ada masalah yang serius dari tubuh kamu dan soal kaki kamu tidak perlu khawatir saya akan memberi salep agar kaki kamu cepat kering “ jawab dokter cha) kamu istirahat untuk hari ini agar kaki kamu tidak bengkak


“baik dokter” jawab zoya dengan senyuman


“baiklah saya permisi dulu, nanti salep nya akan ada yang mengantar kemari, jadi kamu istirahat saja, biar cepat sembuh”


“terimakasih dokter” bangkit dari tidurnya dan mengantarnya sampai depan pintu kamar karena ia tidak diperbolehkan oleh pak saad untuk berjalan akhirnya zoya mengalah dan kembali goleran dikasurnya.



Jam sudah menunjuk pukul 12 siang. Zoya bangkit dari kasurnya menuju dapur untuk melihat apa makanan siang sudah siap.


“permisi pak”


“nona, kenapa nona kemari, saya akan mengantar makanannya kekamar nona. Nona tidak perlu kemari”


“tidak apa apa pak saya ingin makan dimeja makan saja”

__ADS_1


“baiklah nona, duduklah diruang makan saya akan menyajikan makanannya”


“pak apa bapak bisa membuatkan saya nasi goreng kampung?”


“apa nona ingin memakan nasi goreng kampung?"


“ia pak saya sangat ingin memakan makanan itu”


“baiklah nona saya akan membuatnya,nona tunggu saja dimeja makan 10 menit pasti sudah selesai”


“baik pak, terimakasih” ucap zoya dengan senyuman


Zoya duduk dimeja makan sambil menunggu makanan yang ia minta. Padahal dimeja makan sudah banyak makanan tapi ia lebih memilih nasi goreng kampung.


Catatan: Ayo siapa disini yang suka nasi goreng kampung?, apa lagi buatan emak hehe..sedapnya :D


10 menit ia menunggu akhirnya makanan yang ditunggu sampai kemeja makan.


“silakan dimakan nona”


“terimakasih pak, bapak duduklah kita makan bersama”


“tidak nona terimakasih, makanlah makanan nona, saya akan berdiri disini”


“kenapa harus berdiri duduklah kita makan bersama, saya juga tidak suka makan sendiri, duduklah pak”


“hemm” berdehem


Zoya dan pak saad langsung melihat kearah suara berasal. Ternyata khabir sudah ada tidak jahu dari meja makan tersebut.


“sejak kapan dia berada disitu” gumamnya dalam hati


“tuan silakan duduk” ucap pak saad dan menarik kursi untuknya


Khabir yang sudah duduk dikursi makan berkata..


“bagaimana dengan kaki kamu?” padahal mah khabir sudah tahu



“baik tuan” jawab zoya singkat


“baiklah makanlah makanan kamu”


“baik, tuan juga makanlah”


Zoya menikmati makananya dan tanpa sepengetahuan zoya khabir selalu mengambil kesempatan untuk melihat wajah istrinya.


“kenapa ia menggemaskan sekali saat menguyah makanan itu” gumamnya dalam hati


Setelah selesai makan zoya hendak berdiri dan kembali kekamarnya tapi langkahnya terhenti saat khabir memanggilnya.


“ada apa tuan” tanyanya


(menyerahkan salep yang ia ambil dari dokter cha) “oleskan salep ini ke kaki kamu agar lekas membaik” ucap khabir


menggambil “teriamakasih tuan, saya permisi”


Zoya kembali kekamarnya dan khabir juga kembali kekantornya


“ahh..ternyata dia masih punya hati” gumam zoya dalam hati sambil mengoles salep kekakinya



Satu harian ini zoya hanya goleran saja, rasanya dia ingin keluar pergi jalan jalan sebentar tapi ia takut kalo khabir akan memarahinya lagi setelah kejadian kemarin malam. Akhirnya ia lebih melilih mandi untuk membersihkan dirinya.


“hemm..mandi membuat badanku lebih rileks”


Selesai mandi ia keluar dari kamar mandi untuk berpakain. Ketika ia sudah keluar dan membalikan badanya ia berteriak


“tuan..” ia kembali masuk kedalam kamar mandi tersebut, karena ia sangat malu hanya memakai handuk yang hanya melingkari bagian intimnya saja

__ADS_1


“kenapa ia ada dikamar ku segala” gerutu zoya



Khabir yang melihat istrinya seperi itu semakin membuat dia gemas dan tertawa kecil melihat tingkah istrinya. Akhirnya ia mendekat kepintu kamar mandi.


“hei apa kau mau didalam kamar mandi saja! Keluarlah” ucap khabir


“tuan bisakah anda keluar terlebih dahulu saya ingin berganti pakaian” teriak zoya dari dalam kamar mandi


“hei apa yang mau kau sembuyikan dari ku ,aku sudah melihat” (celetuk khabir)


"Kenapa dia? Apa dia salah makan!" gerutu zoya


“keluar lah tuan, aku tidak akan keluar dari sini sebelum anda keluar dari kamar ku”


“hei rumah ini milikku dan kamar ini juga milik ku, kenapa kau yang mengusirku!” celetuk khabir


Karena tidak ada balasan lagi dari kamar mandi akhirnya khabir mengalah.


“baiklah aku akan keluar, 5 menit lagi aku akan kembali kesini” pergi meninggalkan kamar zoya


“apa 5 menit, gila ya!, baiklah”


Zoya keluar dari kamar mandi dan segera mengunci kamarnya, jadi tidak ada batasan waktu dia berada dikamar karena ia sudah mengunci pintu kamarnya. Haha


5 menit berlalu ia masih mengeringkan rambutnya dia masih memakai handuk, dan gedoran pintu sudah terdengar.


“hei buka pintunya” ucap khabir dari luar pintu kamarnya


Zoya tidak menanggapinya ia langsung memakai pakaiannya.


“hei apa kau tidak dengar, apa mau aku dobrak pintu ini” teriak khabir


"Dasar gila..iyaya sebentar” ucap zoya


Zoya yang sudah selesai memakai pakaiannya segera ia membuka pintu kamarnya.


“ada pa tuan”


“hei kenapa lama sekali” celetuk khabir dan langsung masuk kekamar zoya


“mohon maaf tuan ada apa anda kemari?” Tanya zoya


“apa aku harus meminta izinmu untuk datang kewilayah rumah ku”


"Baiklah terserah anda tuan"


Zoya hanya diam dan khabir tiba tiba memberi sesuatu untuknya.


“ambil ini” menyerahkan sebuah handpone


“ini untuk saya tuan” (tersenyum)


“tidak mau?” ucap khabir


“aha, tentu saya mau tuan” mengambil handphone dari tanagn khabir “terimakasih" ucapnya


“hmm.. besok jam 7 pagi kamu ikut saya ke luar negeri, kita akan pergi selama 3 hari kedepan”


“maaf tuan besok saya harus bekerja” ucap zoya


“kamu dan atasan kamu akan ikut dengan saya mengurus proyek pembagunan disana, dan ia kamu yang akan mengambil alih untuk mendesain proyek bangunan yang akan dibangun disana, maka dari itu persiapakan semua, jangan ada yang tertinggal atau apa itu.” ucap khabir dengan panjang kali lebar


“oh baik lah tuan” ucap zoya


Khabir pergi dan meninggalkannya menuju kamarnya. zoya langsung mempersiapakn apa apa saja yang akan ia bawah besok.


“ini yang saya tunggu sudah lama saya tidak berangkat keluar negeri. Hehe”


Iya memang dulu waktu masih menjadi mahasiswa ia banyak pergi keluar negeri karena jurusan yang ia ambil memang menuntut ia selalu pergi dan ia menikmati itu karena ia bisa belajar sekalian jalan jalan hehe..

__ADS_1


Selesai ia membereskan semuanya ia menuju tempat tidurnya , dan terlelep begitu saja.


__


__ADS_2