Dendam & Cinta

Dendam & Cinta
EPS 57


__ADS_3

" Jangan main kasar dong sama cewe " bisik seorang pria kepada Radit, yang tiba tiba datang dan menahan tangan Radit agar tak menampar Mitha.


" Siapa lu.. ini urusan gua sama pacar gua, minggir.." kesal Radit berusaha melepaskan tangannya namun tak kunjung dilepaskan.


" Oh yaa.. trus kenapa lu buat dia nangis" tanyanya tersenyum mengejek, Mitha yang merasakan seperti mengenal suara tersebut, mendongak menatap pria tersebut sambil terus menangis.


" Reno..." bibir Mitha bergetar ketika melihat Reno, Yaa pria itu adalah Reno, ini pertama kalinya Mitha berani memanggil Reno dengan nama, semenjak tadi dia hanya berani menyebutnya Mas, mas dan mas.


" Minggir lu, ini urusan gua sama dia gk udah ikut campur.." bentak Radit menghempaskan tangan Reno, lalu meninju bagian perutnya.


" Reno.." Mitha kesal lalu menampar serta menendang Radit.


" Bngst lu.. ingat yaa mulai hari ini kita PUTUSS" tegas Mitha setengah teriak lalu menumpahkan semua air matanya.

__ADS_1


" Gua gk bakal putus gitu aja sama lu" bantah Radit mencengkram kuat kuat tangan Mitha, dia tidak mau kehilangan pegangan hidup sedangkan karena Mitha lah, dia bisa hidup mewah.


" Lepasin gua sakit.." teriak Mitha.


" Diem.. gua gk bakal lepasin lu, lu punya gua" bentak Radit semakin mengeratkan cengkraman nya bahkan Meninggalkan memar ditangan Mitha, kini ia tidak memikirkan apapun termasuk malu.


" Sakit.. Dit" ringis Mitha namun tak diindahkan Radit, dia tetap menarik Mitha namun setelah beberapa langkah Reno mencegahnya.


" Cih.. sebenernya ini bukan urusan gua, tapi setelah insiden ini itu jadi urusan gua, membela dia" cekal Reno memegangi tangan Radit lalu melepaskan tangan Mitha.


" Lu yang minta yaa" Reno memukul Beberapa kali perut Radit, lalu wajah juga beberapa bagian yang mampu melumpuhkan Radit.


" Itu yang pantes buat lu" ucap Reno memberi pukulan terakhir.

__ADS_1


Setelah itu Reno pun berjalan menuju Mitha yang masih menangis sesegukan.


" Mitha.." panggil Reno pelan, Dengan cepat Mitha memeluknya dan menangis kencang, menumpahkan segalanya. "Terkejut" itu yang dirasakan Reno, ia ingin melepasnya namun hatinya seakan menolak itu, alhasil ia membalas pelukan Mitha.


Lama mereka berpelukan, sudah tidak ada sahutan dari Mitha. Berkali kali Reno memanggil namanya namun tak ada sahutan, Reno pun berinisiatif melepaskan pelukannya namun baru saja dia melepas pelukan tersebut, tubuh Mitha jatuh beruntung Reno cepat menangkapnya.


" Mit.. Mitha.." pekiknya terkejut ketika Mitha hendak jatuh. Reno menepuk beberapa kali pipi Mitha ngira Dia tertidur, namun Mitha sama sekali tak kunjung bangun hal itupun membuat Reno khawatir dan langsung menggendong tubuh Mitha ala bridal style.


Reno berjalan dengan tergesa-gesa, entah mengapa hatinya seakan sangat khawatir kepada keadaan Mitha. Sampai dimobil, Reno membuka secara otomatis mobil dan langsung mendudukan Mitha tak lupa menyetel bangku agar nyaman untuknya.


Dengan cepat ia melajukan mobilnya membelah jalanan menuju Rumah sakit, ditengah perjalanan Tari menelfon nya dan alhasil Tari pun ikut terkejut mendengar bahwa sekarang Mitha sedang menuju rumah sakit. Namun sekarang ia belum bisa pergi, karena Aslan sedang melakukan meeting bersama staf nya, dia pun memutuskan menyusul setelah Aslan menyelesaikan meeting nya.


Sampai dirumah sakit Reno turun dengan menggendong Mitha kembali menuju ruang ICU.

__ADS_1


Oky.. sampai sini dulu yaa Papay


Lanjut.........


__ADS_2