Dendam & Cinta

Dendam & Cinta
EPS 89(BOM PART)


__ADS_3

" Sebenarnya Tari dan Sasya itu...." Nyonya Ariana menghela nafas kasar sebelum melanjutkan kalimatnya " Adalah satu orang yang sama" ucapnya melanjutkan sehingga membuat seseorang diarah pintu tak berkutik.


" Apa maksud mu Bibi" tanya Joni menatap intens Nyonya Ariana.


" Apa yang membuatmu yakin nyonya" tanya Bunda setelah menetralkan gejolak keterkejutan.


" Akulah yang dulu menolong Sasya dari kecelakaan, aku membawanya ke sebuah rumah sakit salah satu sahabatku, dan melakukan pembedahan dengan mengandalkan pengalaman ku yang dulu adalah seorang dokter, tapi aku tidak bisa mengembalikan wajah Sasya seperti sebelumnya karena luka wajah yang lumayan parah hingga akhirnya wajah Sasya berubah setelah pembedahan itu, walau itu tidak masuk dalam rencanaku dan juga Gali tapi aku bersyukur bisa menyelamatkan anakku, yang kini kalian sebut Tari.. aku juga yang menyarankan Gali untuk menjaga Sasya selama Lima tahun ini, aku juga merasa kasihan dengan Gali karena kecelakaan itu juga yang membuat Tari anak kandung Gali meninggal dunia" terdengar isakan dibalik tangan yang menutupi wajahnya.


" Siapa kau sebenarnya, dan... dan kenapa ini, apa ini" suara tegas namun terdengar bergetar membuat mereka terkejut hingga mengalikan pandangannya kearah pintu.


" Siapa kau sebenarnya, apa buktiny kalau Tari adalah Sasya jangan mengarang cerita Nyonya.. jelas jelas Sasya sudah meninggal, dan.. dan.. yang membunuhnya adalah pak Gali dan anda yang merencanakan ini, sungguh tidak terduga" suara Lantang seseorang mendekat.


" Berhentilah mengarang cerita Nyonya, dan aku akan membuat-"


" Jangan bertingkah bodoh Aslan.." ucap Bunda.


" Kenapa Bunda, kenapa Bunda membelanya yang jelas jelas dia yang merencanakan ini semua.. Aaarrrggg...." teriak Aslan membuat Nyonya Ariana meringis membayangkan betapa terpuruknya Aslan tanpa Sasya.


" Nak.. bukalah hati dan jernihkan pikiran mu, aku tau kalau kau mencintai anakku.. tapi jangan termakan omongan orang" ucap Nyonya Ariana menyentuh bahu Aslan yang kini merosot kelantai, Aslan memang tidak tega jika harus marah dengan seorang ibu hingga ia hanya bisa menangis.


" Apa salahnya Bu, apa salahnya sampai ibu tega merencanakan ini.." tanya Aslan yang kini terkulai penuh air mata.


" Apa kamu tidak menyadari selama kamu bersama Tari, dia adalah Sasya Nak.. Sasya adalah Tari, kamu cukup mengenal nya bukan apakah kebencian mu terhadap fitnahan Indri terhadap Gali menutupi mata hatimu, apakah selama ini kau tidak mengenal Sasya yang sangat menyayangi Gali begitu sebaliknya" Nyonya memegang bahu Aslan yang bergetar hebat.


" Aku adalah ibu kandung Sasya, aku melakukan ini semua hanya ingin menyelamatkan anakku, menyelamatkan istrimu.. dia anakku mana mungkin aku ingin membunuhnya" lanjutnya membuat Aslan mendongakkan kepalanya menatap Nyonya Ariana.

__ADS_1


" Kau masih ingin bukti apa lagi.." tanya Nyonya Ariana.


Seketika Aslan kembali menangis.


" Apa benar Sasya adalah Tari" tanya Aslan " Apa benar kau adalah Ibu kandung nya" tanya Aslan diangguki Nyonya Ariana, Aslan berdiri lalu memeluk Nyonya Ariana.


" Aku tidak tau, tapi yang jelas hatiku memercayai itu semua.. maafkan aku Bu, maafkan aku yang sempat berniat buruk pada Tari" ucapnya membuat Bunda, Joni dan Nyonya Ariana tersenyum.


" Tidak apa yang jelas aku mengetahui kau mencintainya, tolong jaga dia untukku" Nyonya Ariana lalu mengelus elus punggung Aslan.


" Pasti Bu, aku menyayanginya dan mencintainya" menghapus air matanya.


" Aslan sejak kapan kamu ada disini" tanya Bunda membuat Aslan melepas pelukannya.


" Sedari tadi Joni datang, aku terkejut ketika mendengar suara orang berlarian" ucapnya melihat kearah Joni.


" Tari aku ingin dengar cerita itu lebih lanjut Bu" tatapan memohon Aslan melihat kearah Nyonya Ariana.


" Ceritanya memang belum habis, Tari mana istrimu" tanya Nyonya Ariana.


" Di-"


" Aslan... Aslan tolong..." teriak seseorang histeris membuat Aslan dengan sigap berlari.


" Sayang.. kamu gk papa" tanya Aslan ketika muncul didalam kamar, dan mendapati Tari mengigau memanggil nama Aslan dengan keringat yang bercucuran.

__ADS_1


" Sayang.. sayang.. kenapa sayang, bangun dong jangan buat aku panik" Aslan mulai panik ketika Tubuh Tari bergetar hebat.


" Bu dia kenapa" tanya Aslan khawatir.


" Tenanglah Aslan, tenang biar sini Ibu periksa" belum sempat beranjak, Tari terlebih dulu bangun lalu memeluk Aslan.


" Aslan... Aslan tolong..." ucapnya terus.


" Sayang sudah bangun" tanya Aslan memeluk Tari.


" Kecelakaan itu..." ucap Tari lagi masih dengan kondisi yang sama.


" Tenang sayang tenang" ucap Aslan menenangkan meski ia bingung ada apa dengan Tari.


" A,a,aku dimana Mas..." setelah tenang dia pun menatap Aslan.


" Minum dulu sayang" ucap Nyonya Ariana memberikan Air putih, sambil menunduk Tari menerima air tersebut dan meminumnya hingga tanda dan mengembalikan nya kenampan yang di pegang Nyonya Ariana.


" Terima kasih..." ucapnya tersenyum menatap Nyonya Ariana.


DEG''


Bersambung..........


##

__ADS_1


Haduh akhirnya selesai lebaran bisa nyantai deh lanjutin episode nya, semangat bacanya bentar lagi kelar kok novelnya....


__ADS_2