
Sebelum ia berangkat kerumah ayahnya, ia singgah ke supermarket membelikan sayur sayuran untuk dimasak dirumah ayahnya, karena ia ingin masak untuk ayahnya, sejak dirumah mertuanya dia tidak pernah memasak lebih tepatnya tidak diizinkan untuk memasak.
Sampailah ia kerumah ayahnya dan ia sangat terkejut ketika ada mobil yang terparkir didepan halaman rumahnya.
“bukan kah itu mobil tuan khabir, mau apa dia kemari? Apa dia tahu saya hendak kerumah ayah, bahkan saya tidak memberi tahu siapapun! kenapa dia bisa sampai diluan dari saya” (berperang sendiri dengan hatinya)
Mengetuk pintu dan mengucapkan salam,dan mereka menoleh secara bersamaan. Ayahnya mendekat dan memeluk zoya dan duduk bersama di ruang tamu.
“apa kabar yah” (Tanya zoya)
“sehat nak. Ayah kangen sekali sama kamu,(memeluk putrinya) suami kamu juga bercerita kamu sangat sibuk dengan urusan kantor..
(tawa kecil ada dibibir zoya) ”haha..iya yah karena banyak banget tugas kantor yang enggak bisa aku tinggalkan, sebenarnaya aku ingin datang tiap hari kerumah ayah (menjawab dengan senyum gemesnya)
“sebenarnya aku ingin memberitahu semua tentang mereka” (gerutu zoya dalam hati)
“kenapa enggak disalim suaminya nak” (lanjut ayahnya)
“haah..(terkejut dengan kata ayahnya) oh iya yah (menatap wajah khabir dengan tajam) “oh tuhan kenapa aku harus melakukannya “
“nak kenapa bengong” (Tanya ayahnya)
“oh iya yah”(merahi tangan khabir dan menciumnya)
Laki laki itu menyeringgai seperti berkata aku menang.haha
Setelah berbincang sangat lama, mereka makan malam bersama.ini kali pertama khabir makan makanan yang dibuat istrinya. makanan sudah dihidangkan di meja makan oleh zoya dan bi ina. Zoya harus berpura pura melayani suaminya, ini membuat dia sangat kesal.
“kenapa juga harus ada dia disini, apa yang mau ia tunjukin, bahwasanya dia suami yang diingikan semua orang tua, cih.” (gerutu dalam hatinya)
Makan malam berjalan lancar seperti keluarga yang bahagia tapi tidak untuk zoya.
“yaudah yah kita balikya besok juga harus kekantor pagi pagi” (ucap zoya)
“kenapa harus balik kita menginap saja disini” (seringai kemenangan) “boleh kan yah kita nginap disini?” (Tanya khabir pada mertuanya)
“iya tentu saja boleh, ayah malah senang kalian berada disini” (senyuman yg tulus dari burhan)
“apa apaan si laki laki ini! apa yang mau dia tunjukin sih, kenapa juga harus nginap, bahkan kami harus sekamar..” (kesal dalam hatinya)
Akhirnya zoya nurut apa yang dikatakan lelaki gila itu, mereka menginap malam ini dirumah ayahnya. Sunggu itu menegesalkan untuk zoya. Akhirnya mereka istirahat setelah perbincangan mereka dengan ayahnya. sepertinya ayah zoya menganggap anaknya sangat bahagia padahal tidak untuk zoya.
“sudahlah ikuti saja” (pikir zoya)
...
Dikamar Berdua
__ADS_1
Sesampainya dikamar milik zoya, laki laki itu langsung membanting tubuhnya ke kasur milik zoya. "hei apa tidak ada kasur yang lebih empuk?"
zoya diam saja tidak menananggapi apa yang dikatakan suaminya.
"hei engkau tidak dengar"
"mohon maaf tuan ini bukan rumah anda, kalo anda ingin yang nyaman kenapa anda memilih menginap dirumah kecil ini! " (ketus zoya)
"hei kenapa anda marah marah saya hanya bertanya" (kesal khabir)
“mohon maaf tuan kalo anda mau kekamar mandi, kamar mandinya sebelah sana (tunjuk zoya dengan tangannya)
Laki laki itu hanya diam dan langsung kekamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah selesai ia keluar hanya dengan memakai handuk melingkari pinggangnya.
Zoya terkejut melihat khabir “kenapa dia bertelanjang dada disini, dasar gila!” (membelakangi tubuh khabir agar ia tidak melihat)
“hei apa enggak ada baju disini” (Tanyanya)
“baik tuan tunggu disini” (berpaling dan meninggalkannya)
Zoya keluar kamar menemui ayahnya. Mengetuk pintu kamar ayahnya.
“yah..”(panggil zoya)
(burhan membukakan pintu) “ada apa nak, ada masalah?” (Tanya burhan)
“tuan?” (Tanya ayahnya bingung)
“oh maksud aku untuk suamiku yah, hehe kebiasan yah karena dikantor kan manggilnya dengan sebutan tuan” (alasan masuk akal ia berikan)
“oh kirain…, yaudah bentar ayah ambil bajunya” (masuk kamar dan mengambil sepasang baju tidur untuk khabir kenakan)
“ini nak” (menyerahkan sepasang baju ketangan anaknya)
(mengambil) “yaudah yah aku naik keatasnya, selamat malam yah, semoga mimpi indah” (meninggalkan ayahnya)
“selamat malam nak” (jawab ayahnya)
Zoya kembali kekamar untuk memberi pakaian kepadanya
“tuan ini bajunya” (menyerahkan baju ketangan khabir)
(khabir mengambilnya dari tangan gadis itu dan melihat pakaiannya) “hei apa enggak ada pakaian lain selain ini?” (tanyanya kesal karena melihat bajunya)
“tidak ada” (jawab zoya ketus)
“hei kenapa kamu ketus begitu kamu tidak suka aku menginap dirumah ayahmu?” (semakin kesal)
__ADS_1
“maaf tuan khabir baju yang ada Cuma itu, kalo anda tidak mau memakainya ya sudah pake baju tuan yang tadi saja” (jawab zoya tidak kalah ketus)
Mau enggak mau khabir memakai baju ayahnya zoya, tidak terlalu buruk juga. Lama mereka berdua dikamar dengan kesibukan masing akhirnya suara khabir memecah keheningan diantara mereka..
“hei tidak mau tidur”
“silakan anda tidur tuan” (jawab zoya)
Tidak lama khabir mendekat kesofa yang diduki zoya, zoya terperanjak dan mengeluarkan suara terikan yang cukup keras..
“hei kenapa dengan mu! Kenapa berteriak! Kamu mau ayah kamu dengar teriakan kamu itu”
Dan benar teriakan zoya sampe ke kamar ayahnya dan langsung mengetuk pintu kamar anaknya.
“tok..tok..tok..”
“lihat ulahmu! Belum juga diapapain terikan mu sudah mengguncang seisi rumah ini”
(zoya langsung menyaut dari kamarnya)”iya yah” (berjalan membuka pintu)
“kamu gpp kan nak? Tadi ayah dengar suara kamu berteriak..”
Khabir yang langsung menyahut mertuanya…
“gpp yah” (sambil meletakan selimut yang jatuh dilantai waktu zoya bergegas membuka pintu ayahnya)
Ayahnya tersenyum melihat khabir menaruh selimut ke tempat tidur mereka.
“yasudah lanjutkan, enggak enak jadi ganggu kalian”(tersenyum meledek putrinya) sepertinya anak ayah sedang berusaha (tawa kecil dari ayahnya)
“kenapa dengan mu yah , apa yang dipikir ayah…oh tidak..ayah..bahkan aku tidak ingin bersentuhan dengan laki laki ini” (gerutu zoya dalam hati dan menunduk saat ayahnya pergi dari kamar milik zoya)
Seketika zoya kesal sendiri karena ia berteriak sangat keras tadi, iya dia pikir khabir *****
“sudah tidur” (ucap khabir)
“baik tuan, silakan anda tidur saya tidur disofa saja” (beranjak dari depan pintu menuju sofa tempat ia akan tidur malam ini)
"iya semoga saja mimpi indah" (gumamnya)
.
.
.
Tinggalkan Jejak Kalian 😊🥰
__ADS_1