Dendam & Cinta

Dendam & Cinta
Perkelahian


__ADS_3

"tuan, kenapa engkau mengajak ku ke tempat ini?" tanya zoya pada suaminya tapi khabir tidak menjawabnya


"tuan, tunggu" menarik tangan suaminya "untuk apa masuk kesana? apa anda mau membeli pakaian wanita? tapi untuk siapa? kalo untuk ku aku tidak memerlukan nya" ucap zoya pada suaminya


"banyak sekali tanya mu, ayo masuk" menarik tangan istrinya dan berjalan memasuki area pakain wanita "menyebalkan sekali laki laki ini" gerutu zoya seraya ikut masuk kedalam


"ada yang bisa kami bantu tuan dan nona?" tanya pelayan tesebut


"carikan dia pakaian dalam" ucap khabir, zoya yang mendengarnya langsung terkejut dan membelalakkan matanya ke arah suaminya wajahnya seketika menjadi memerah menahan malu "apa dia tidak punya malu berbicara seperti itu! aku yang mendengarnya saja malu dan iya aku bisa membeli sendiri pakaian dalam ku tidak perlu engkau yang berbicara seperti itu.. dasar laki laki gila" maki zoya dalam hatinya. sedangkan pelayan Wanita itu tersenyum


"ada apa? kenapa engkau melototi ku" ucap khabir yang melihat istrinya meyorot dengan mata tajam


"apa dia masih bisa bertanya! gila ya.. emang dasar enggak punya malu!" gerutu zoya dalam hati


"tuan, saya tidak memerlukan nya, ayo kita pergi dari sini" ucap zoya pada suaminya


pelayan wanita itu masih berdiri di depan mereka, menerka nerkah apa yang pasangan itu katakan karena ia tidak mengerti bahasa yang mereka gunakan. iya jelas lah tidak mengerti mereka kan bicara dalam bahasa indonesia sedangkan mereka sedang berada diluar negeri.


pasangan itu belum selesai berargumen tapi tiba tiba seorang laki laki menghampiri mereka


"zoya" panggil seorang laki laki dari belakang tubuh khabir dan menghampiri mereka


"eh tuan khabir ada disini juga, kalian ngapain ketempat pakaian wanita?" tanya ardi, ia laki laki itu adalah ardi teman smk nya zoya "ya tuhan jangan sampe dia mengatakan hal memalukan itu lagi" ucap zoya dalam hati


"ingin membeli pakaian da...." ucap khabir tapi belum sampe kalimat akhirnya, zoya langsung memotong omongan nya


"tuan ardi kenapa bisa ada disini?" tanya zoya mengalihkan pembicaraan suaminya, khabir menatap nya dengan tajam


"iya tadi aku bertemu client ku, dan waktu mau keluar aku melihat mu, jadi aku samperin kamu kesini teryata kalian sedang bersama juga, apa kalian ada bisnis kerja lagi disini? tanya ardi


"tidak, saya sama tuan khabir sedang berjalan jalan saja, besok malam kan kami harus kembali ke indonesia" ucap zoya

__ADS_1


"kalo begitu aku boleh gabung kan sama kalian? akan aku tunjukan tempat tempat bagus yang ada disini" ucap ardi


"beneran? boleh boleh kok, aku juga sedang ingin berjalan-jalan, sekalian nanti foto kan aku ya hehe" ucap zoya seraya tersenyum


"apa apaan wanita ini bahkan dia bisa ngomong aku sama orang lain sedang kan ketika bersama ku masih pengucapan yang formal saya anda, menyebalkan sekali" batin khabir


"kamu memang tidak pernah berubah ya fiqa" ucap ardi pelan mungkin hanya dia yang mendengarnya


"yasudah ayo" ucap ardi mengajak mereka


"saya sepertinya tidak bisa, saya harus kembali ke hotel" ucap khabir


"bukankah anda tidak punya pekerjaan lagi, ayo jalan jalan saja tuan" ucap zoya


"mendadak pekerjaan ku banyak, kalian jalan jalan saja"


"baiklah tuan saya akan membawa nona zoya jalan jalan" ardi mengajak zoya pergi dari situ, zoya hanya bisa mengikutinya


zoya dan ardi pun pergi dari mal tersebut, sedangkan khabir masih berada di area pakaian wanita beberapa menit kemudian dia pun meninggalkan tempat itu dan mencari keberadaan istrinya melalui GPS handpone nya.


sedang kan dilain sisi ardi dan zoya sudah berada disebuah taman yang sangat indah dan luas


"ardi" ucap zoya


"iya ada fiq" tanya ardi


"kenapa taman seluas ini sangat sepi, kita ke tempat lain saja ya" ucap zoya


"mari kita duduk dulu sebentar" menarik tangan zoya untuk duduk di kursi taman tersebut


zoya hanya mengikuti tapi hatinya seperti ada ketakutan dia pun tidak mengerti. mereka sekarang sedang duduk dikursi taman tersebut dan benar benar taman itu sangat sepi membuat zoya sangat risih hanya berdua

__ADS_1


"fiqa, apa kau ingat waktu smk kita dulu" ucap ardi menatap kedepan tanpa menoleh ke arah zoya


"iyaa.. aku ingat" ucap zoya "tenang kan diri mu zoya, dia adalah sahabat mu dulu kenapa engkau merasa takut" batin zoya


dilain sisi khabir menuju tempat istrinya berada. khabir yang cemas melihat istrinya pergi ke tempat itu kenapa ardi mengajak nya kesana tanya khabir pada dirinya sendiri.


ia segera pergi ketaman tersebut dan mencari keberadaan mereka


"apa yang mereka lakukan disitu" ucap khabir pelan dan memilih mengawasi mereka dari jarak yang tidak mereka sadari


"aku mencintaimu zoya" ucap ardi menatap zoya, ardi mendekatkan wajahnya ke wajah zoya dan ingin menciumnya tetapi zoya langsung mendorong tubuh ardi dan bangkit dari kursi tersebut


"aku sudah menikah, apa kau tidak waras, aku mau pulang" ucap zoya yang hendak pergi dari situ tetapi tangannya ditarik oleh ardi dan zoya kembali terduduk di kursi itu


"aku tidak peduli kau sudah menikah atau tidak, bagaimana kita lakukan saja sekarang" ucap ardi membuka kemeja nya


Plakkk zoya seketika menampar wajah ardi dengan cukup keras yang membuat ardi meringis memegang wajah nya


"aku meminta mu dengan baik baik tapi sepertinya kau harus dikasari agar nurut" teriak ardi pada zoya serta menarik tangannya untuk mendekatkan mereka tapi zoya meronta


"lepas ardi, apa kau benar benar tidak waras melakukan hal menjijikan seperti ini" menghempaskan tangan ardi dan mendorong nya. ardi yang semakin kesal dibuat zoya akhirnya mendorong zoya dengan kasar hingga ia terjerambah di rumput rumput taman itu, ardi yang hendak menindih tubuh zoya Brakkkk tiba tiba ia terjatuh mendapat serangan dari seseorang. ardi yang melihat ternyata khabir, tersulut emosi hingga mereka berkelahi. hingga ardi yang terkapar di rumput tersebut


"aku akan membatalkan kerja sama antara kita" ucap ardi dengan tenaga yang tersisia


"kau kira aku peduli, dan iya jangan kau tampakkan wajah mu dihadapan ku apa lagi dihadapan istriku! menekan kata diujung kalimatnya dan pergi membawa istrinya menuju mobil.


ardi yang mendengar kalimat itu terkejut "apa berarti suaminya adalah lelaki brengsek itu, siall" ucap ardi yang bangkit meninggal kan taman tersebut.


hallo maaf ya lama up 😁 semoga kalian suka dengan ceritanya 🤗 dan makasih yang sudah mendukung 🥰 tinggalkan jejak kalian ya dengan cara LIKE dan KOMEN nya


saran dan kritikan kalian membantu saya untuk terus memperbaiki novel ku 🤗

__ADS_1


thank you 🥰


__ADS_2