Dendam & Cinta

Dendam & Cinta
EPS 47


__ADS_3

" Maksud lu.. lu tau apa yang terjadi semalem.." tanya Aslan membuat Reno Merutuki kebodohannya yang tidak dapat menyembunyikan rahasia.


" Beg* ... ngapain keceplosan coba" batin Reno tak menjawab pertanyaan Aslan.


" Eh.. Slan.. turun udah sampe" ucap Reno ketika sudah menghentikan mobil nya disalah satu ruma sakit di daerah itu.


" Dokter.. Dokter.." teriak Aslan.. (anggep aja pake bahasa Inggris, yakali gua ngarti😂)


" Ada apa.." salah seorang dokter wanita keluar.


" Tolong dia dok" ucap Aslan.


" Baiklah kalian diharapkan tunggu diluar" ucapnya membawa masuk brangkar yang sudah ditempati Tari.


Tari pun mendapatkan perawatan medis, entah apa yang dilakukan sementara Aslan masih sibuk dengan menginterogasi Reno.


" Sekarang jawab gua.." pekik Aslan menatap tajam kearah Reno.


" Apa lu tau kejadian semalem" tanyanya too the poin.


" Ma-ma-maksud lu apa Slan" Reno pura pura tak mengetahui.


" Jangan pura pura deh Ren, gara gara itu gua nyentuh dia Gblk.." kesal Aslan.


" I-i-iya.. tapi gua gk tau lu bakal nyentuh dia karna gua cuman bantu nyelamati lu dari si Queen kalo gk mungkin dia yang sekarang udah lu tidurin" ucap Reno.

__ADS_1


" Maksud lu.." tanya Aslan.


" Jadi gini.. (menceritakan kejadian dari A~Z..) jadi gitu" ucap Reno.


" Queen.. kenapa bisa dia lakuin itu sama gua, gk habis pikir gua sama dia" ucap Aslan tak habis pikir.


" Nah makannya sebelum pergi sama dia mikir mikir" ucap Reno.


" Dari mana lu tau kalau dia yang naro obat perangsang itu" tanya Aslan.


" Semalem pas, lu pergi gua suruh beberapa anak buah cek CCTV nya dan ternyata ta emang bener.


" Nah trus kenapa lu biarin sih tari yang bawa gua"


Percakapan mereka terhenti ketika pintu ruangan terbuka, terlihat dokter tersebut membuka kaca matanya.


" Apa benar dengan keluarga pasien" tanya Dokter wanita itu.


" Iya Dok.." ucap Aslan cepat.


" Saya hanya menyarankan agar jangan terlalu memaksakan pasien untuk mengingat masa lalunya, karna bukannya mengingat kondisi nya akan semakin parah" ucap dokter tersebut.


" Maksudnya dok.. saya kurang mengerti"


" Dari pengecekan.. pasien pernah mengalami amnesia Berkepanjangan, perlu saya ingatkan ingatannya bisa dipulihkan secara perlahan pak namun bukan dengan didesak" ucapnya tersenyum.

__ADS_1


" Amnesia " pekik Aslan dengan Reno bersamaan.


" Kami tidak mengetahui sebelumnya" ucap Aslan.


" Bukannya anda Keluarganya, lebih tepatnya suaminya bukan" ucap dokter.


" Be-benar dok.."


" Tapi saya memaklumi pak, karna setelah diteliti lagi.. Pasien mengalami amnesia Permanen, namun mungkin beberapa gambaran muncul dengan sendirinya ketika dia melihat sesuatu yang mungkin melekat dengan Dirinya" ucap Dokter tersebut.


" Trima kasih kalau begitu dok, apakah boleh saya melihatnya " tanya Aslan.


" Silahkan pak, namun saya ingatkan lagi.. jangan terlalu mendesaknya.. permisi" dokter pun pergi sedangkan Aslan dan Reno memasuki ruangan.


Aslan berjalan mendekat kearah Tari yang masih setia dengan Tidurnya, Aslan terus menatap Tari tanpa ada niatan malingkan wajahnya, entah kenapa hatinya seakan ikutan bersedih melihat Tari terbaring lemah.


" Amnesia.. Masa lalu.." pekik Aslan lalu menatap Reno.


" Ngapain lu natap gua kek gitu" tanya Reno.


" Coba lu selidiki tentang Amnesia nya Tari, lu bisa pulang hari ini ke indo bawa Angga gua bakal nyusul besok" ucap Aslan.


" Oky.." ucap Reno ya memang dia akan menyelikinya sampai tuntas, namun bukan hanya itu tetapi dia juga mencurigai Queen atas kematian Sasya.


Lanjut......

__ADS_1


__ADS_2