
Tring... suara lift terbuka dengan cepat mereka keluar.
" Aslan..." panggil seorang wanita yang tak lain adalah Widya(mama Aslan).
" Mama.. bukannya-"
" Gk perlu bahas itu, ini menantu mama kenapa kok digendong segala" tanya Widya panik.
" Maa.. nanti Aku jelasin yaa, kita kerumah sakit sekarang" ucap Aslan dengan cepat keluar menyusul Reno yang sudah keluar sedari tadi.
Dengan kecepatan yang lumayan tinggi, mobil mereka sampai dihalaman rumah sakit, tanpa menunggu dibukakan pintu dengan cepat Aslan menendang pintu lalu berlari kedalam.
" Dokter.. Dokter.. Ini mana sih dokternya, DOKTER" teriak Aslan kesal karena tidak ada seorang dokter keluar,(padahal kan dia masih diambang pintu..Hedeh,, Aslan Aslan)
Dengan tergesa gesa Dokter pun keluar dengan diikuti oleh beberapa orang perawat.
" Ada apa ini pak" tanya Dokter itu.
" Jangan banyak tanya, lakukan yang mesti Anda lakukan" ucap Aslan dingin sambil membaringkan tubuh Tari diatas Brankar.
" Baik tuan, mohon tunggu sebentar" ucap dokter paruh baya itu yang bernama Dokter Lukman.
Entah perasaan apa ini yang jelas, kekhawatiran Aslan melebihi apapun, sama halnya ketika waktu Sasya yang dulu mengalami kecelakaan. Namun lain halnya dengan Reno yang kini menampilkan senyuman, bukan karena senang melihat Tari yang sedang dirawat melainkan senang ketika menyadari sudah ada benih cinta yang tumbuh diantara Aslan juga Tari.
" Sekarang jelasin sama mama, Tari kenapa kok bisa sampai kayak gini, kamu apain dia" cerocos Widya membuat Aslan semakin pusing.
" Aduh mah.. nanya satu satu dong, Aku juga sebenarnya gk ngerti sama keadaannya, tadi itu aku sama Tari lagi masak pas udah selesai tiba tiba aja Tari pingsan, Untung aku cepat" ucap Aslan, membuat Mitha tak berkedip.
Pikirnya.. Benarkah ini Aslan, seorang CEO yang dikenal jarang berbicara, cuek, dingin, juga pemarah. " Gua gk mimpi kan, ini bener Tuan yang dikenal dengan berbagai rumor menakutkan" batinnya tak percaya, sedangkan Reno pergi entah kemana..
Disisi lain, Reno dengan tergesa gesa berjalan menjauh sembari menjawab telefon dari seseorang.
__ADS_1
Orang'" Hallo boss..
Reno'" Yaa.. ada apa...
Orang'" Begini boss,, saya sudah mendapat informasi yang anda minta tentang Nona Tari, nona Tari memang pernah Amnesia bahkan bisa dikatakan Amnesia permanen, namun ada kemungkinan jika ingatan nya bisa kembali meski sangat kecil-
Reno'" Penyebabnya?
Orang'" Namun dari narasumber yang saya dapatkan, mereka hanya mengatakan bahwa nona Tari waktu itu mengalami kecelakaan.
Reno'" kecelakaan?.. kamu sudah menanyakan siapa dokter yang waktu itu menangani masalah Tari.
Orang'" sayangnya dokter itu sudah tidak ada kabar sampai saat ini, ada juga yang mengatakan dokter itu lari keluar negeri.
Reno'" Kapan waktu dia kecelakaan
Orang'" Sekitar Lima tahun yang lalu pada bulan maret.
Reno'" Ya sudah, setelah ini kamu mengerti apa yang harus kamu lakukan bukan.
Orang'" pasti boss,, saya akan terus mencari keberadaan dokter itu.
Reno'" lakukan serapih mungkin, jangan sampai tercium oleh musuh.
Dengan cepat Reno kemudian mematikan sambungan telfon itu, sembari kembali mengotak atik ponsel nya.
Tak berapa lama munculnya semua berita kecelakaan yang terjadi pada bulan maret lima tahun lalu, terlihat otak Reno seakan berfikir keras.. bagaimana tidak, tertera jelas di berita tersebut hanya ada beberapa kecelakaan ringan dan dengan korban yang hampir semua berjenis kelamin pria sedangkan hanya ada Sasya juga anak berusia 12 tahun yang berjenis kelamin wanita.
" Sial.. siapa sebenarnya Tari, bahkan disini sama sekali tidak ada data mengenainya, akh..bisanya Gua lupa..." kesal Reno lupa menanyakan dimana letak kecelakaan yang dialami Tari, sedangkan tadi dia hanya mencari berita di wilayah jakarta saja.
Jelas itu kejadian nya terjadi diluar jakarta bukan.. begitu pikirnya.
__ADS_1
" Reno.. lu kenapa" tanya Mitha yang baru saja dari kantin dan mendapati Reno sedang dipojok .
" Eh.. ng,nggak gk papa.. Eh lu dari mana" ucap Reno gugup, dengan cepat iapun mengalihkan pembicaraan.
" Oh.. gua habis beli minum haus soalnya" ucap Mitha.
Info : Reno bicaranya udah gk formal yaa, lagian umur mereka gk jauh beda kok, Reno 25 tahun sedangkan Mitha 22 tahun. Mungkin ada yang nanya loh kok Minta masih semester satu, yang ketemunya sama Tari yang 2 tahun lebih mudah, nah jadi sebenarnya Mitha itu sering banget tuh pindah rumah waktu bapaknya dinas, jadi yang intinya gitu deh ngerti gk sih yaudah gk ngerti juga gk masalah kali..
Bersambung.....
Nih buat yang nanya juga.. Tari itu sebenarnya umur berapa sih, truss Aslan sama Tari mereka berdua beda berapa tahun sih.. Sebelumnya gua mau minta maaf nih kalo umurnya beda dari yang lalu, soalnya gua lupa sih truss gada kesempatan buat baca ulang lagi ..
Jadi gua kasih Aslan lebih mudah setahun yaa, Gua ingetnya hanya umur Aslan doang, jadi gua mudahin deh setahun biar gk ketuaan.
Aslan \= 26 tahun..
Tari \= 20 tahun..
Reno \= 25 tahun..
Mitha \= 22 tahun..
Ayya \= 20 tahun.. cuman kak bulan aja dari Tari.
Attar \= 22 tahun..
Sasya \= 23 tahun..
Eitss.. gk lupa gua juga bakal nambahin Sasya yaa, karna kedepannya ini bakal dibutuhin banget..
Nah itu aja yaa.. gua bingung mau bilang apa lagi, tetap semangat baca Novel ini papay
__ADS_1