
zoya pergi dengan kakinya yang masih sakit dan tanpa membawa uang sepeser pun, ia tidak tahu mau kemana ia akan pergi ia terus berjalan dikermaain jalan malam ini. Dia sebenarnya sangat lapar tapi dia juga tidak membawa uang ditambah hp nya yg sudah tidak ada, jikalau hp nya ada dia pasti menelpon temannya dan menginap dirumahnya tapi apa daya, jika dia kembali pulang kerumah ayahnya, pasti ayahnya sangat sedih dan bisa bisa ia terkena serangan jantung karena melihat putrinya menderita.
“ayah aku kangen ayah” tetesan air matanya mulai membasai pipinya ditengah suara suara kendaraan yang terus berjalan
Ia tidak bisa menahan tangis lagi seketika ia berhenti di halte bis dan memilih beristirahat disana.
“ibu apa dosa ku kenapa aku harus mengalami ini, aku ingin menikah dan bahagia seperti ibu dan ayah meski aku tidak pernah melihat mu langsung tapi aku nyakin dan percaya bahwa kalian saling mencintai karena ayah sampai detik ini tidak pernah mencari wanita lain hanya ibu yang menjadi satu satunya” tangisan semakin pecah "ibu aku ingin menyusul mu" lirih nya tanpa sadar ia tertidur di halte bis itu.
...
Dilain sisi khabir yang merasa khawatir menyuruh suruannya untuk mencari istrinya tidak tahu mengapa ia tidak tega melihat istrinya yang pergi dalam keaadaan seperti itu.
__ADS_1
"ada apa dengan mu, kenapa begitu keras kepala, aku hanya menyuruh mu makan dimeja makan bukan membayar makanan itu, kenapa engkau begitu membangkang, lihat ulahmu, aku jadi seperti penjahat saja yang merampas hak mu,dan lihat... bahkan aku tidak pernah menyakiti seorang wanita dan ulahmu.. ahh.. kenapa aku bisa terpancing, dan seharusnya aku tidak peduli engkau mau makan atau tidak. Sungguh menyebalkan." gerutu khabir dalam hatinya
dan tidak dipungkiri wajahnya juga terlihat sangat cemas, hmm apa khabir sudah mulai membuka hati pada istrinya?
Tidak sampai satu jam mereka sudah menemukan lokasi nya, suruhan khabir langsung menelponnya dan memberi tahu lokasi istrinya. Dan setelah mendapat lokasinya khabir langsung menghampiri lokasi istrinya. Setelah sampai kelokasi tersebut khabir menyuruh suruhannya untuk pergi, dan mereka pun pergi. Tinggal khabir ,zoya dan supirnya yang tetap berada di mobilnya.
Ketika khabir menuju halte tempat zoya berada ia melihat wajah istrinya seketika ia tersadar dan menatap wajah istrinya, wajah yang selalu ia lihat tetap tenang,ceria bahkan ia tidak pernah melihat zoya menagis tapi saat ini ia melihat istrinya dengan air mata yang masih menetes di pipinya.
Ia tidak tega untuk membangunkan istrinya jadi ia memilih untuk menggendongnya kedalam mobil, zoya sedikit menggeliat dia tidak sadar ada yang menggedongnya mungkin efek lelah menangis jadi dia tidak terbangun.setelah berada dimobil khabir langsung menyuruh supirnya kembali kerumah.
Sampainya dirumah ia kembali menggendong istrinya kekamarnya. Sepertinya ia tidur sangat pulas hingga ia tidak terasa ada yang menggendongnya, khabir membaringkan zoya ketempat tidurnya dan meyelimutinya.
__ADS_1
Khabir memandangi wajah istrinya, ini kali pertamanya ia bisa melihat wajah istrinya sangat dekat, wajah yang begitu sembab yang ia lihat menambah keimutan wajahnya dan tanpa sadar khabir mencium keningnya.
“apa yang kau lakukan khabir, ada apa denganmu” ia langsung mengangkat wajahnya dan tersadar apa yang ia lakukan dan ia langsung pergi meninggalkan istrinya, dan kembali kekamarnya
“bodoh kenapa bisa engkau menciumnya,apa yang kau lakukan tadi, iya wajanya menggemaskan memang tapi tidak seharusnya aku menciumnya, apa menggemaskan! Tidak tidak” mengacak ngacak rambutnya dan membersihkan dirinya dan tidur
Tapi sepertinya khabir tersenyum mengigat ia mencium kening istrinya. Belum juga mencium bibirnya haha..
...
Terimakasih yang sudah sedia membaca.🥰
__ADS_1