Dendam & Cinta

Dendam & Cinta
EPS 28


__ADS_3

Pintu ruangan terlebih dahulu dibuka oleh Tari, dan nampak lah Aslan dengan gagahnya.


" Mas.." Hanya kalimat itu yang bisa keluar dari mulut Tari.


" Sayang.." Alsan lalu memeluk Tari membuat ibu mila menatap mereka secara intens, begitu pula semua keluarganya. Tak terkecuali pak gali yang merasa tak berdaya melihat putrinya diperlakukan seperti itu tanpa dasar suatu hubungan.


Tari lalu melepaskan pelukannya, kemudian menyalimi Hendra lalu Widya yang juga memeluknya.


" Sayang kok kamu gk bilang sama Tante, Oma kamu dirawat tau gitu tante lebih cepat kan datengnya" Widya lalu melepaskan pelukannya.


" Mama kamu mana" tanya Widya kepada Tari dia lalu memandangi dua orang wanita yang terlihat seumuran.


" Tante kenalin ini mama dan tante Nilam, disampingnya papa sama sepupu aku Damar" tari lalu memperkenalkan keluarganya. Widya pun lalu bersalaman dengan semua keluarga Tari.


" Dan ini Oma" Terlihat ibu ijah tersenyum kepada Widya dibalas pula senyuman oleh Widya.


" Kenalin ini suami saya" Widya lalu menarik Hendra menyalimi keluarga Tari.


" Keluarga yang baik, namun memiliki putra yang bejat" batin Pak gali menatap tajam Aslan yang tersenyum kearahnya.

__ADS_1


" Keluarga mereka baik sekali, semoga saja Tari bahagian" batin ibu mila lalu mendekat kearah Aslan dan juga Tari.


" Ini namanya Aslan yaa" Ibu mila menatap kearah Aslan, sambil menangkup kedua bahu Aslan, meskipun dia lebih pendek dari Aslan.


" Iya bu.." jawab Aslan sambil menatap kebahagiaan dimata Ibu mila.


" Maaf jika harus membuat anda sakit nantinya" batin Aslan menatap ibu mila. Spontan saja ibu mila langsung memeluknya.


" Kedepannya kamu yang harus menjaga anak saya" ucap ibu mila memeluk Aslan.


" Pasti buu" jawab Aslan yang memang selalu tersentuh ketika berhadapan dengan seorang ibu.


" Mari duduk" ibu mila mempersilahkan mereka duduk disofa panjang sementara dia dan juga pak gali duduk disofa singel dan juga sebuah kursi besi.


" Sebelumnya kami mohon maaf kedatangan kami mengganggu peristirahatan ibu" ucap Hendra melirik ibu ijah yang bersandar pada kasur rumah sakit yang sudah diposisikan duduk.


" Kedatangan kami kesini ingin meminta persetujuan keluarga tentang pernikahan putra kami Aslan juga putri anda Tari. Sebenarnya kami pun terkejut dengan penuturan Aslan semalam, mengatakan ia akan segerah menikahi Tari dalam jangka waktu dekat.. walau begitu kami sangat mengharapkan pernikahan putra kami, karena memsng umurnya sudah lebih dari cukup" ucap Hendra menatap Pak gali.


" Bagaimana pun pak, itu keputusan milik Tari juga Aslan.. jika mereka siap kami pun turut bahagian" jawab Pak gali.

__ADS_1


" Saya setuju saja jika istri saya mengijinkan" pak gali kini menatap ibu mila yang tertunduk.


" Buu.. saya mengerti jika ibu belum siap melepas putri anda, sama seperti waktu saja melepas putri saya beberapa waktu lalu. Namun apa yang bisa saya lakukan jika memang itu jalan takdirnya buu" Widya berusaha meyakinkan ibu mila.


" Assalammualaikum.." ucap dua orang masuk secara tiba tiba.


" Maaf kami terlambat" ucap Kevin tersenyum kearah keluarga Tari, yang dibalas oleh senyuman semua orang.


" Cantik.." batin Damar menatap intens kearah Virli.


" Kak Tari.." Virli lalu menghambur kepelukan Tari.


" Maaf yaa aku lambat" Virli kemudian melepaskan pelukannya.


" Iya.. iya.." Tari pun tersenyum.


" Maaf buu, perkenalkan itu putri dan menantu saya" ucap Hendra membuat Damar memelototkan matanya.


" Sial.. punya orang lagi, nasib nasib.." batin Damar kini duduk ditepi ranjang milik ibu ijah.

__ADS_1


Lanjut.......


__ADS_2