
Pagi hari telah tiba mereka hanya sarapan berdua dimeja makan, karena mertuanya sementara waktu akan berada diluar negeri meyusul suaminya.
Selesai makan mereka sibuk dengan urusan masing-masing, seperti tidak saling mengenal. Karena hari ini hari libur, zoya lebih memilih menghabiskan waktu di kamarnya sedangkan khabir berada di ruang kerjanya.
Tiba tiba suara ketukan pintu terdengar, zoya langsung beranjak dari kasurnya menuju pintu kamarnya.
“ada apa pak?” Tanya zoya
“nona disuruh tuan keruang kerjanya sekarang” ucapnya
“emang mau ngapain pak?” perasaan nya sudah tidak enak "pasti dia ingin mengerjai ku apa tidak bisa aku sehari tenang saja tanpa mereka" gerutu zoya dalam hati
“tidak tahu nona, saya hanya menyampaikan pesan tuan saja” jawab pak saad
“baik pak saya akan keatas” ucap zoya
Zoya sedikit berlari menaiki tangga dan menuju ruang kerja khabir. ia mengetuk pintu lalu masuk.
“maaf tuan ada apa anda memanggil saya?” tanyanya
“ambilkan saya buah” ucap khabir
“apa!”
“kamu tidak dengar saya bilang apa, ambilkan saya buah” ucapnya lagi
“baik” jawabnya pasrah
Zoya menuruni tangga dan mengambil buah yang sudah ia potong potong dan siap untuk diantarkan ke laki laki itu.
“ini tuan” menyerahkan nampan berisi buah kemeja kerja tempat dia sedang duduk
Zoya yang hendak meninggalkan ruangannya terhenti ketika khabir memanggilnya.
“hei mau kemana, aku belum menyuruh mu pergi! Berani sekali!”
zoya berbalik ”mohon maaf tuan ada yang bisa saya bantu lagi?”
“buatkan aku jus jeruk”
__ADS_1
“apa!” wajahnay sudah mulai kesal
“kenapa kamu tudak suka!” ketus khabir
“baik tuan,akan saya bawakan jusnya” ucapnya "bahkan aku ingin meracuni mu" gerutu zoya kesal
Khabir yang melihat kekesalan diwajah zoya semakin ingin mengerjai wanita itu. khabir tergelak
Zoya yang turun tanggah memaki khabir tanpa henti dan dengan cepat ia membuat jus yang diminta khabir dan langsung naik dan menyerahkan segelas jus untuk suaminya.
“silakan diminum tuan” menyerahkan gelasnya
“aku sudah tidak berselera meminum jus itu” jawab khabir dengan enteng
Seketika zoya memaki laki laki dihadapanya “hei jika tidak mau meminumnya kenapa saya harus membuatnya!" wajahnya sangat kesal
"suka suka aku lah" jawab khabir
menahan emosi "baik tuan, terserah anda, apakah ada yang bisa saya bantu lagi?" tanyanya
"kamu duduk saja disitu" menunjuk sofa yang ada didepannya
"lalu saya ngapain tuan" jawab zoya yang belum duduk ditempat khabir menyuruhnya
"aha.. baiklah hanya duduk saja apa susahnya" guman gumam kecil
satu jam zoya hanya duduk tanpa berbuat sesuatu, ia mulai bosan.
"tuan"
"hmm"
"apa saya boleh keluar sekarang" jawab zoya
"aku belum menyuruh mu keluar" ucap khabir tanpa melihatnya
"tapi tuan saya tidak ada kerjaan disini, saya bosan" ucap zoya akhirnya terlontar kata bosan dari bibir nya
"jika kamu bosa kamu bisa tidur disitu" jawab khabir enteng
__ADS_1
"apa maksud dia, dasar gila" gerutu zoya dalam hati
"maaf tuan saya akan tidur dikamar saya" ucap zoya
tatapan beralih pada zoya " kenapa dengan mu, kenapa selalu membanta! jika aku menyuruh mu berada diruangan ini, ikuti saja jangan terlalu banyak tanya!" ketus khabir dengan sorot mata yang tajam
"kenapa tatapannya seperti mau menerkam saja" baik tuan saya akan tetap berada disini ucap zoya cepat
sudah dua jam ia berada diruangan ini, ia benar benar sangat bosan.
"setidaknya beri aku pekerjaan laki laki gila, daripada aku seperti orang bodoh yang hanya duduk dari tadi tanpa berbuat apa apa" gerutu zoya dalam hati
akhirnya ia tertidur disofa itu, padahal zoya sudah menahan kantuknya tapi karena ia hanya duduk diam tanpa berbuat apa apa akhirnya ia tertidur juga.
sedangkan khabir yang melihat istrinya tertidur mendekati sofa itu dan melihat istrinya. khabir yang memegang wajah istrinya melihat kehangatan diwajah itu hingga ia hampir mencium pipi istrinya, tapi zoya langsung tersadar dan berteriak.
"apa yang anda lakukan tuan" menjahu dari khabir dan menatapnya dengan tajam
"hei kenapa kau berteriak aku tidak melakukan apa apa padamu" ucap khabir santai
"tapi anda mendekatkan wajah anda kewajah saya, anda tidak berusaha untuk mencium saya kan" ucap zoya malu
"hei apa kamu ingin aku mencium mu, jangan menuduh ku padahal kamu yang mau" ucap khabir dengan santai tanpa bersalah
"apa apaan dia kenapa pede sekali, jelas jelas dia yang ingin mencium ku dasar laki laki gila"
"saya permisi tuan"
zoya kemudian bangkit dari sofa itu dan pergi begitu saja keluar dari ruang kerja suaminya.
Zoya yang menuruni tangga tampak sangat kesal “huuhh.. enggak anak enggak ibu sama sama resek, ngeselin, menyebalka, dia menuduh ku ingin dicium olehnya jelas jelas dia yang ingin menciumku, dasarr" makian terus keluar dari bibir tipisnya
sedangkan khabir tergelak diruang kerjanya dan melanjutkan kerjaannya.
zoya memilih kembali kekamarnya dan goleran dikasurnya sambil bermain handphone.
...
Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel ku, 😊
__ADS_1
tinggalkan jejak kalian dong😉
jangan jadi pembaca gelap wkwk