
Zoya dan khabir sudah bersiap untuk berangkat keluar negeri, mereka diantar dengan supir ke bandara. sesampainya dibandara mereka menunggu keberangkatan mereka, dibandara juga sudah ada atasannya beserta sekretaris khabir bersama istri mereka.
"wah aku jadi punya teman, karena mereka membawa istrinya juga" gumam zoya
Zoya berkenalan dengan istri-istri mereka, dan mereka menyambut dengan suka cita.
Mereka sudah ada didalam pesawat. mereka duduk dengan pasangannya masing masing. zoya sebenarnya sangat canggung duduk sangat dekat dengan khabir. Tapi ia berusaha menetralkan dirinya.
Mereka berdua bahkan tidak berbicara sepata kata pun beda dengan pasangan atasannya dan sekretaris khabir mereka benar benar seperti pasangan yang sesungguhnya.
Akhirnya mereka sampai pukul 11.00 pagi. Pesawat yang mereka naikin pun landing. mereka bersiap untuk segera turun dari pesawat tersebut. setelah selesai mereka langsung menuju hotel yang terdekat untuk beristirahat sebentar sebelum menemui klien mereka.
sesampainya dihotel tersebut mereka memesan 3 kamar. khabir memberikan dua kunci untuk mereka dan satunya untuk dia dan zoya. atasan zoya dan sekretaris khabir bersama istri mereka pun pergi menuju kamar mereka. sedangkan zoya hanya diam.
"ada apa denganmu?, kenapa diam ayo istirahat" ucap khabir pada istrinya
"tidak tuan, saya akan memesan kamar yang lain" ucap zoya siapa juga yang mau sekamar denganmu
"terserah" ucap khabir meninggalkan istrinya menuju kamarnya
"permisi, apa tidak ada kamar kosong lagi" ucap zoya pada resepsionis dengan menggunakan bahasa inggris
"tidak ada nona, kamarnya sudah penuh" ucap resepsionis dengan ramah
"apa benar tidak ada mbak? saya akan membayar 2x lipat" ucap zoya
"maaf nona tidak ada" ucap resepsionis itu kembali
"baiklah terimakasih" ucap zoya
"sama-sama nona" tersenyum ramah
"apa aku harus sekamar dengannya, menyebalkan sekali, bahkan dirumah saja aku tidak sekamar dengannya" gerutunya dalam hati dan pergi menuju kamar mereka.
ia berjalan sambil mendorong kopernya menuju kamar mereka. sampai didepan pintu kamar, zoya sedikit ragu mengetok pintunya, akhirnya zoya memberanikan dirinya mengetok pintunya.
"kenapa kesini" ucap khabir yang membuka pintunya
"menyebalkan sekali dia, jikalau ada kamar lain aku tidak akan kemari" gerutunya
zoya tidak menggubris pertanyaan suaminya ia langsung main masuk saja kekamar mereka.
"hei apa kau tidak punya sopan santun!" ucap khabir sedikit kesal
"maaf tuan, saya juga ingin istirahat, jikalau ada kamar kosong, saya tidak akan berada dikamar ini" apalagi hanya berdua dengan mu. ucap zoya
"kenapa melototi ku, jika mau istirahat, istirahat saja tidak perlu melototi ku segala" ucap khabir dan mengunci kamar mereka dan pergi menuju kamar mandi.
zoya duduk disofa yang ada dikamar hotel tersebut sambil bermain hp. khabir keluar dari kamar mandi hanya dengan melingkar kan handuk dipinggang nya.
"ada apa dengan mu tuan, kenapa tidak memakai baju mu!" ucap zoya sedikit berteriak dan memalingkan wajahnya kearah lain
"kuping ku sakit mendengar terikan mu, kenapa harus bertetiak segala" ucap khabir kesal
zoya lansung mengambil baju dan handuknya dan berjalan kearah kamar mandi.
__ADS_1
"dasar laki laki gila" gumam gumam kecil
"hei aku mendengarnya" ucap khabir yang semakin kesal
zoya langsung kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.
"kenapa aku harus terjebak bersamanya dikamar ini" gerutunya
selesai mandi ia memakai bajunya didalam kamar mandi, setelah selesai ia beranjak keluar dari kamar mandi. dan dia melihat khabir mengenakan pakaian santai.
"ehh.. kenapa dia memakai pakaian santai bukankah ada klien yang akan ditemui" gumam gumam kecil
"tuan, kenapa anda memakai pakaian santai? bukankah kita akan menemui klien hari ini?" tanya zoya
"tidak jadi, diundur besok pagi" ucap khabir sambil memainkan handpone nya
"apa! lalu apa kegiatan hari ini?" tanyanya
"terserah" ucap khabir yang terus memainkan handpone nya.
kenapa dengan mereka! mereka memanfaatkan waktu untuk bercinta dengan istrinya. dasar pandai sekali mereka. mendengus kesal.
sudah 2 jam mereka berada didalam kamarnya, tapi tidak satu kata pun terlontar dari mereka berdua.
sungguh aku bosan berada dikamar ini, dan lelaki itu tidak ada niatan untuk mengajak ku keluar, dari tadi aku lihat dia sibuk dengan handpone. gerutu zoya
"tuan" panggilnya
"hmm"
"apa anda tidak lapar? aku sangat lapar tuan" ucap zoya
"apa anda tidak mau makan?" tanyanya apasih yang dia lihat di layar handpone sampai tidak sempat untuk makan
"tidak, aku belum lapar" ucap khabir dan tidak lepas dari layar handpone nya
"baiklah saya akan turun tuan" ucap zoya
"hmm"
zoya keluar dari dalam kamar menuju tempat makan dibawah, dia memang sangat lapar. sesampainya dibawah ia memesan makanan. zoya menunggu pesanannya dengan bermain handpone nya. sekitar 15 menit akhirnya makanannya dihidangkan.
"terimakasih" ucap zoya dan pelayan itu tersenyun dan pergi. sepertinya enak gumam gumam nya.
zoya memakan makanan nya dengan lahap. tanpa ia sadari ada seorang lelaki yang memperhatikannya. setelah selesai dia menelepon khabir.
"tuan apa anda tidak mau makan? biar saya pesankan" ucap zoya dari telepon
"hmm, pesankan saja omlet beserta nasi" ucap khabir
"baiklah" memutuskan telepon dan segera memanggil pelayan untuk membayar serta memesan untuk dibungkus.
"baik nona tunggu sebentar" ucap pelayan itu dan zoya mengangguk dan tersenyum
zoya menunggu dengan bermain handpone dan tiba tiba laki laki menghampiri ia.
__ADS_1
"fiqa, ini benar kamu kan?" ucap lelaki itu
zoya langsung melihat kearah lelaki itu.
"maaf mas, siapa ya? apa kita pernah kenal?" tanya zoya dan lelaki itu langsung duduk tepat tepat dihadapannya
"apa kau lupa dengan ku" ucap lelaki itu, zoya yang berusaha mengingat ngingat
"hmm.. ardi ya, iyaya aku ingat, wah sudah lama kita tidak bertemu ya di" ucap zoya seraya tersenyum padanya
"akhirnya kamu ingat, iya sudah lama, terakhir bertemu saat perpisahan smk kita dulu" sambil mengingat masa masa mereka
"kamu kemana saja tidak ada kabar selama ini?" tanya zoya
"maaf ya fiq aku ngilang gitu aja setelah perpisahan sekolah kita" ucap ardi pada fiqa itu adalah panggilan ardi pada zoya
"hee.. kenapa minta maaf segala, emang kamu salah apa di" ucap zoya
"iya karena aku ninggalin kamu tanpa kabar fiq, aku ngerasa bersalah sama kamu" ucap ardi pada zoya
"kenapa kamu merasa bersalah? kita kan cuma temenan di, dan aku juga tidak apa, dan jangan merasa bersalah pada ku" ucap zoya
"fiq kamu mau enggak menikah dengan ku?" ucap ardi, zoya yang mendengar langsung terbatuk
"kamu bercanda enggak lucu di.." ucap zoya
"aku tidak bercanda pada mu fiq, aku serius" ucap ardi
"kamu ini kenapa di, tiba tiba datang ngajak aku nikah" ucap zoya
"fiq kamu tahu kan perasaan ku pada mu dari dulu seperti apa, aku juga sudah pernah menyatakan aku suka sama kamu tapi kamu bilang kita masih sekolah dan aku bertanya pada mu apa saat kuliah kamu mau menerima ku, kamu menolak juga, dan kamu juga bilang ingin menyelesaikan pendidikan kamu sampai sarjana. dan hari ini aku datang, aku sudah lama ingin berjumpa dengan mu, tapi aku belum bisa ke indonesia sampai hari ini. tapi hari ini aku berjumpa dengan mu disini, aku sangat bahagia bisa berjumpa dengan mu. aku berjanji pada mu setelah urusan ku selesai semua aku akan berangkat ke indonesia untuk meminta restu ayah mu."
"di maaf ya aku tidak bisa menerima kamu" ucap zoya
"tapi kenapa? kenapa kamu selalu menolakku fiq? apa yang kurang dari ku sehingga kamu terus terusan menolak ku?
"di.. bukan begitu tapi aku sudah menikah" ucap zoya, dan melihat ekspresi ardi yang terkejut
"kapan? sama siapa?, kenapa kamu tidak pernah mengabariku tentang pernikahan mu?
"bagaimana aku mau mengabari mu, bahkan kamu saja hilang kontak" ucap zoya
"apa kamu bahagia dengan pernikahan mu?" tanya ardi, zoya terdiam sesaat
percakapan mereka terhenti karena pelayan tadi sudah selesai membungkus pesanannya
"nona ini pesanannya" ucap pelayan tersebut
"terimakasih" merahi bungkusan yang diberikan padanya
"yaudah di, aku pergi dulu ya, suamiku pasti sudah menunggu" ucap zoya dan pergi meninggalkan ardi menuju kamarnya
sesampainya didepan kamar zoya mengetok pintu, dan khabir membukanya.
...
__ADS_1
maafnya jarang upload teman-teman🙏
tapi terimakasih sudah mau mampir ke novel ku, aku ucapkan terimakasih 🥰