Dendam & Cinta

Dendam & Cinta
EPS 53


__ADS_3

" Berhenti..." teriak seorang pria yang memakai setelan jas berjalan kearah mereka.


" Kau tidak apa apa Tari" tanya pria tersebut kepada Tari.


" Jo-joni..." Pekik Tari terkejut ketika menatap pria tersebut, yang ternyata Joni.


" Oh jadi ini cowo yang lu suka, emang cewe murahan yaa.. sukanya cowo tajir" ucap Maria.


" Mas mending tinggalin dari pada dijadiin mesin uang si anak miskin ini" timpal Clarissa.


" Kalian berdua diam..."


" Jangan asal nuduh, kalau gk mau saya gugat.. ingat saya tidak main main dengan ucapan saya" ucap Joni tajam sambil mengeluarkan Aura membunuh.


" Ayo Tari.. saya tau kalian ada urusan apa disini, maka jika kau tidak mau ada masalah jangan temui lelaki itu sekarang" ucap Joni berjalan diikuti Tari, Mitha, juga Ayya.


Parkiran


" Joo.. tapi saya sudah minta izin" kesal Tari saat sampai didekat mobil Joni.


" Apa kau lupa, saat kesini kau menghancurkan mood boss ku.." tanya Joni membuat Tari bungkam.


" Silahkan jika kau ingin keluar tapi, tidak untuk menemuinya, kau boleh menemuinya tapi tidak untuk sekarang.


" Tapi Attar sakit Joo.." ucap Tari dengan wajah sendu.


" Ingat.. jangan membuat Singa marah..." ucap Joni masuk kedalam mobilnya lalu meninggalkan mereka.

__ADS_1


" Tari..." panggil Mitha juga Ayya bersamaan.


" Gua tau lu pada pasti minta penjelasannya kan, tapi kita harus pergi dari sini" ucap Tari mereka pun bergegas pergi mengendarai mobil Ayya.


___ ___ ___ ___


Tari pun menceritakan tentang penyebab ia menikahi sang tuan muda Mahendra, namun tidak dengan perjanjian juga masalah yang harus ia hadapi juga Sang ayah.


" Ja, ja, jadi suami lu adalah Tuan Aslan" tanya Ayya dan Mitha tak percaya sekaligus takjub


" Yaa iya ngapain gua boong" ucap Tari polos seakan tak mengerti dengan tatapan kagum sahabatnya.


" Tari kok lu mau sih, bukannya dia lebih tua emm kalo gk salah 26 apa 27 yaa umur dia sekarang" tanya Ayya penasaran.


" Emm" bingung menjawab pertanyaan sahabatnya, Tari pun terpaksa berbohong.


" Sebenernya gua udah pacaran sama dia" ucap Tari pelan dan mendapat pelototan dari sahabatnya.


" Yaudah ia kita ngerti kok.."ucap Ayya lalu memeluk Tari diikuti Mitha.


" Uh akhirnya sahabat gua satu ini, udah gk jomblo" cetuk Ayya melepas pelukannya.


" Ya iyalah... emang lu jomblo karatan" timpal Mitha.


" Enak aja kalo ngomong, gini gini gua punya kriteria tersendiri yang emang tinggi" ucap Ayya sambil mendambakan pria yang akan datang menembaknya.


" Cool, Tinggi, Maskulin, Mapan, Dewasa, Pinter, yang pasti Tampan dong" ucap Ayya.

__ADS_1


" Pak Zaky dong.." cetuk Mitha membuat tiba-tiba yang ada di hayalan Ayya adalah Zaky.


" Idih.. amit-amit tujuh turunan, lapan tanjakan, sembilan belokan sepuluh tikungan" cerocos Ayya membuat pelanggan Caffe memperhatikan kearah mereka.


" Woy.. Diem Govlok.." Mitha langsung saja mendekap mulut Ayya.


" Shittt gua gk bisa nafas Ogep.." Kesal Ayya memukul tangan Mitha yang mendekap nya hingga Mitha melepasnya.


" Lagian lu malu maluin kita aja..." ucap Mitha.


" Ya mangap.." ucap Ayya terkekeh.


" Eh tunggu deh, pak Zaky itu siapa" Tanya Tari.


" Oh pak Zaky itu Dosen baru yang killer banget tau.. walau gitu banyak tuh siswi yang suka ama dia Tar, katanya Ganteng... padahal biasa aja tuh, lu tau kan..masa hari pertama ngajar udah ngasih gua banyak tugas, truss mukanya kaku kek setrikaan" ucap Ayya secara terperinci membuat Mitha juga Tari menatap nya tak percaya.


" Cie yang tau bangettt..." goda Mitha membuat Tari terkekeh sedangkan Ayya kesal.


" Bodo.." kesalnya sambil menyeruput es Lemon dihadapannya.


" Eh guys gua ke toilet bentar yaa, bye..." pamit Mitha yang sudah kebelet dengan cepat berlari menuju toilet.


...Skip...


" Huh.. Lega banget rasanya" ucap Mitha berjalan keluar kamar mandi menuju wastafel.


" Hey kamu..." teriak seorang dengan suara berat.

__ADS_1


Hehe gantung ini lagi guys, haha maaf niee buat yang penasaran.. Oky jangan lupa tinggalin jejak papay 👋👋


Lanjottt....


__ADS_2