Dendam & Cinta

Dendam & Cinta
EPS 84(BOM PART)


__ADS_3

Balkon Rumah


" Mas aku boleh bertanya" tanya Tari menatap Aslan.


" Memangnya aku pernah melarang" jawab Aslan.


" Em,, itu mas" ucap Tari ragu takut Aslan marah.


" Bicaralah..." ucap Aslan lembut.


" Maaf sebelumnya mas sudah lancang bertanya, tapi siapakah.. Sa-sya mas.." tanya Tari gugup lalu menundukkan pandangan.


Hening itulah keadaan saat ini, Aslan terdiam kaku memikirkan kembali Sasya membuat Tari semakin menunduk dalam, sedangkan Bunda Tika geram melihat tingkah Aslan dari balik monitor CCTV.


" Aslan, wanita sebaik itu awas kamu sakiti lagi" gumam Bunda Tika geram.


Back to Aslan and Tari.


" ... Tari" panggil Aslan sambil memegang bahu Tari, lalu menaikan dagunya.


" Aku akan ceritakan" Aslan menarik nafasnya dalam.


" Dia adalah wanita yang sangat aku cintai, semua yang ada dalam dirinya aku sukai juga semua keluarganya sudah aku anggap keluarga pula.." jeda Aslan.


" La-lu dimana dia sekarang" meski hatinya sakit mendengar Aslan mengatakan mencintai wanita lain, sebisa mungkin dia tahan.


" Hmm.. Dia sudah meninggal dunia lima tahun lalu karena kecelakaan, bahkan sebelum aku bertemu.. dia sudah di kuburkan" jawab Aslan menatap Tari.

__ADS_1


" Sabar mas.." hanya itu yang bisa dia ucapkan.


" Apa itu penyebab utama konflik mas dan Ayah" tanya Tari ragu membuat Aslan menatapnya tak percaya, ternyata Tari bisa berpikir demikian.


Aslan lalu memalingkan wajahnya menatap sembarang, jujur sekarang dirinya ragu jika sang mertua terlibat.


" Sudahlah aku tidak ingin membahasnya, bagaimana kau suka disini" tanya Aslan mengalihkan pembicaraan, namun sayang Tari bukanlah orang yang mudah teralihkan.


" Mas.. tolong ceritakan permasalahan kalian, bukankah kamu sudah menerima kehadiranku tolong bicaralah mas, aku akan mendengarnya walau hatiku sakit tapi tolong jangan sembunyi kan apapun" ucap Tari menatap Aslan dengan berkaca kaca.


" Huftt..."


" Baiklah, Lima tahun lalu waktu Sasya bepergian dia di supiri oleh ayahmu, namun naas tanpa diduga remnya blong.. disitu Sasya menelfonku sambil berteriak namun aku tidak bisa kesana, karena aku sedang di luar kota saat aku hendak terbang kembali, pihak bandara mengklaim seluruh penerbangan ditunda karena cuaca yang saat itu tidak mendukung, akhirnya aku pulang sore dan sampai pada malam hari.. disitu aku menyesal karena tidak bisa melihat dia untuk yang terakhir kali, aku sangat marah hingga terus kerumah sakit dimana ayahmu dirawat, selama ayahmu tidak sadarkan diri om gunawan melakukan penyelidikan dan semuanya berjerumus kepada ayahmu, namun ketika aku selidiki memang benar ayahmu terlibat... tapi..." ucap Aslan bergetar hebat mulutnya tercekat ketika hendak melanjutkan ucapannya, karena tiba tiba Tari mengadu kesakitan.


" Au.. ah.. akhr..." teriak Tari memegangi kepalanya yang terasa seperti di hantam palu besar.


" Tari.. kamu kenapa" tanya Aslan memegang kedua pundak istrinya itu.


" Hey.. coba bilang yang mana sakitnya.." ucap Aslan khawatir meraih tangan Tari yang sudah gemetar. Tari lalu menjatuhkan kepalanya didada Aslan lalu mencengkram erat bajunya.


" Kita kerumah sakit sekarang" ucap Aslan bertujuan menuntun Tari untuk berdiri namun naas tubuh Tari ambruk beruntung Aslan dengan sigap menangkap dan merengkuhnya.


" Aslan.. Tari kenapa" tanya Bunda Tika yang kini berlari kearah mereka.


" Gk tau bunda" jawab Aslan cemas.


" Yasudah kita kerumah sakit saja bunda" sambung Aslan lagi.

__ADS_1


" Bawa saja ke kamar bunda.. jarak rumah sakit dari sini jauh, itu hanya akan memakan waktu kebetulan disini juga ada bidan" ucap Bunda berjalan mendahului Aslan yang mengekor sambil menggendong tubuh Tari.


Bunda dan Aslan kini tiba di dalam kamar, dengan perlahan Aslan membaringkan tubuh Tari diatas ranjang.


" Kamu tunggu di sini, bunda panggilin bidan dibelakang" ucap Bunda diangguki Aslan.


Bunda pun keluar dari kamar menuju puskesmas yang letaknya di pemukiman penduduk tidak jauh dari sana.


" Sayang.. bangun yaa jangan buat aku khawatir, cukup satu kali aku kehilangan tapi jangan lagi" gumamnya sambil menggenggam tangan Tari.


Sementara diluar


" Kira kira mereka lagi ngapain yaa, apa.." gumam wanita yang sedang berada di dalam mobil itu.


" Wanita sialan.. "teriaknya namun sedetik berikutnya dia kembali menetralkan perasaannya.


" Tenang.. tenang, yang pasti lu udah punya bukti buat permaluin Tari besok" ucapnya sambil tersenyum miring sambil melihat beberapa foto foto yang ia dapat juga video yang sempat ia ambil tadi ketika Tari dan Aslan berciuman di depan rumah itu.


" Sekarang kita pulang, persiapkan diri buat pertunjukan besok" ucap seorang wanita paruh baya yang duduk disampingnya.


" Tapi aku masih ingin disini" ucap wanita itu.


" Tidak usah, karna jika semakin lama kita disini akan ketahuan oleh Aslan" bantah Wanita paruh baya tadi.


" Baiklah..." ucap wanita tadi mengalah.


Bersambung........

__ADS_1


##


Kira kira mereka siapa yaa, dan apa yang akan mereka lakukan nanti??


__ADS_2