Dendam & Cinta

Dendam & Cinta
EPS 93(BOM PART)


__ADS_3

Melihat kegigihan Aslan membuat Pak Gali tersenyum, dengan cepat dia menyuruh Joni juga Reno mengangkat tubuh Aslan kedalam kamar tadi yang ditempati Tari.


Tari terus menangis ketika melihat suaminya yang biasanya tegas kini berbaring tak berdaya diatas ranjang.


" Mas.. cepatlah sadar aku tidak bisa melihatmu seperti ini" gumam Tari namun masih bisa didengar oleh Gali yang memang berdiri dibelakangnya.


" Maafkan Paman, Paman terlalu keras hingga membuat suamimu seperti ini" ucapnya mengelus pundak Tari hendak berjalan keluar namun dicegat Tari.


" Terima kasih atas apa yang Paman lakukan, maaf atas perlakuan mas Aslan selama ini" Tari memeluk Gali dari belakang. " Terimakasih sudah menjadi benteng kebahagiaan untuk aku selama bertahun tahun Paman, sudah menjadi sosok ayah yang selalu ada, selalu menjadi penyemangatku selama ini" sambungnya menumpahkan semuanya.


Gali menitihkan airmata, kata kata yang bahkan sangat berharga untuknya setelah istri pertamanya meninggal dunia dan anak pertamanya pergi meninggalkannya bersama keluarga istri pertamanya, mereka tidak memberikan akses untuknya bertemu dengan putra tunggalnya itu.


Bahkan hatinya bertambah sakit ketika dia mendapat kabar bahwa anak gadisnya dikampung meninggal dunia, dia memang mempunyai dua istri ketika dulu dia pernah bertugas dikampung terpencil hingga disatu situasi membuatnya harus menikahi seorang kembang desa. Bahkan dulu sampai ada cekcok besar antara dirinya juga istri pertamanya.


" Apapun akan Paman lakukan untuk kamu sayang, karna mau bagaimana pun Paman sudah menganggap mu sebagai putri Paman sendiri" ucap Gali berbalik lalu membalas pelukan Tari. Aslan yang memang sudah beberapa menit yang lalu terbangun, kini tersenyum melihat keduanya hingga suara Gali membuatnya semakin mengembangkan senyumnya.


" Tolong jaga dia seperti aku menjaganya, dia adalah permata untukku" ucap Gali melepas pelukannya lalu membawa Tari kehadapan Aslan.


" Aku akan melakukan yang terbaik untuk dia pak, aku tidak menjanjikan sejuta janji untukmu hanya satu yang harus kau tau pak, aku akan selalu berusaha membahagiakan nya" Jawab Aslan tegas meski susah payah berucap.


" Baiklah, saya keluar dulu" ucap Gali meninggalkan keduanya.


" Emangnya gak pegel apa berdiri terus" tanya Aslan menatap Tari yang sedari tadi terdiam mematung.


Sontak saja Tari menangis lalu duduk dihadapan Aslan.


" Kamu jahat, kalau kamu mati gimana kamu pikir kamu sekuat apa hah" Suara Tari terdengar parau sambil memukul mukul dada Aslan.

__ADS_1


" Aa.. Sss" Aslan mendesis sambil menghalangi kedua tangan mungil Tari yang terus memukuli nya.


" Eh mas mas.. kenapa mana yang sakit" tanya Tari panik memegangi dada Aslan yang sempat ia pukul tadi.


" Jangan dipukul lagi, bukan dada aku yang sakit tapi hati aku yang sedih liat kamu nangis kayak gitu" ucap Aslan memeluk Tari membuat wanita itu salah tingkah dengan pipi yang memerah.


" Ih gombal.. sejak kapan nih kanebo kering aku pintar gombal" Tari mendongak menatap Aslan yang kini juga menatap nya.


" Sejak ada pawangnya lah" ucap Aslan tersenyum membuat Tari ikut tersenyum, Senyuman yang baru terlihat lagi bahkan senyuman yang menggambarkan kehidupan yang jauh lebih bahagia dibandingkan dulu.


" Aku mencintai kamu dan itu sangat" gumam Aslan lalu mencium kening Tari dengan manis.


...____ ____ ____ ____...


Setelah tadi Gali keluar Reno juga Joni saling minta maaf dengan tulus, bahkan mereka tetap meminta maaf ketika Gali mengatakan sudah memaafkan keduanya. Seperti sekarang kini mereka duduk diruang keluarga sambil membicarakan apa yang akan mereka lakukan kedepannya, bahkan Reno dan Joni tak habis habis menucapkan kata maaf kepada Gali.


" Sudah sepatutnya pak kami meminta maaf seperti ini" ucap Reno.


" Ia pak, bahkan saya rasa meminta maaf pun belum cukup" sambung Joni.


" Justru Jika kalian tidak berhenti mengulangi kata itu, saya akan berfikir dua kali untuk kembali memaafkan kalian" ucap Gali membuat keduanya tertawa.


Lama berbicara tak terasa hari kini sudah beranjak menjelang magrib, Ponsel Reno berbunyi.


" Hallo Assalamualaikum maa" jawab Reno sedikit menjauh.


" Ayolah maa, ini udah bukan jamannya dijodoh jodohin lagi lagian aku juga udah punya pacar kali, pacar aku mau aku ke manain kalau mama jodohin aku, emang mama mau aku kayak yang dinovel novel yang masih pacaran dibelakang istri" kesal Reno.

__ADS_1


" -__- "


" Iya mamaku sayang, emang mama kira aku sejelek itu yaa sampai gak punya pacar" jawab Reno membuat Joni yang sementara lewat tertawa.


" Ya emang lu jelek kali Ren" jawab Joni terbahak bahak.


" Eh curut kagak usah ngebacot kali" kesal Reno.


" Yaudah kalau kek gitu mama mau kamu kenalin ke mama besok, karna mama sama papa udah mau pulang" suara mamanya itu membuatnya terbelalak kaget.


" APA... ma-" Reno baru sadar bahwa sambungnya kini sudah terputus.


" Mama udah mau pulang, lah terus gimana gua dapet pacar secepat itu Anj*r" gumamnya.


" Yaudah tinggal kenalin Mitha aja kali, ribet amat hidup lu" jawab Seseorang dari sampingnya.


" Iya juga yaa jujur gua suka sama dia, tapi gimana gua bujuknya kita kan gak pacaran" gumamnya belum sadar.


" Ya tembak lah apa susah sih, lu kayak orang tolol aja" ucap Seseorang di sampingnya membuat Reno tersadar.


" Anj*r" pekiknya terkejut memelototkan matanya menatap Joni membuat Joni berlari menjauh sambil terbahak-bahak.


" Gua suka dia" batin Reno bertanya. Lalu tiba-tiba senyum senyum sendiri. " Tapi Joni tau, malu deh gua" sambungnya menutup wajahnya yang bertambah malu.


Bersambung..........


##

__ADS_1


Cie ciee babang Reno lagi kasmaran nih😂


__ADS_2