Dendam & Cinta

Dendam & Cinta
EPS 87(BOM PART)


__ADS_3

" Dia adalah anak kandungku, ini semua adalah rencana yang aku atur....." ucap bidan membuat Bunda Tika shock.


" Bukannya..."


" Bukannya aku sudah mati" tebak sang bidan, lalu dia tersenyum sambil memperlihatkan foto saorang perempuan yang mungkin seumurannya.


" Dia adalah adik tiri ku" ucapnya kembali mengagetkan Bunda Tika.


" Namun kami terpisah ketika ayahku telah meninggal dunia, dia membenciku ketika surat wasiat yang ditinggalkan ayahku diberikan jauh lebih besar untukku. Saat itu dimarah dan memilih keluar dari rumah, sebelum keluar dia sempat mengancam ku untuk mengambil apa yang aku punya namun aku hanya menanggapinya dengan senyuman, karena walau bagaimanapun dia adalah adikku" jeda sang bidan.


" Namun seiring berjalannya waktu dia membuktikan perkataannya, dia membuat aku dijauhi oleh teman teman, dan merebut pacarku waktu itu. Namun tidak sampai disitu saja, setelah aku menikah dia berusaha menggoda suamiku walau tak ada hasil, hingga suatu ketika dia menjebak suamiku sampai dia hamil karena kesalahan itulah aku harus mengikhlaskan di madu, juga kehamilannya itu pula membuat suamiku jarang pulang karena harus menjaganya yang tinggal di luar kota"


" Apa karna itu Sasya kurang mendapatkan kasih sayang" tanya Bunda.


" Sepertinya kau cukup dekat dengan Sasya" ucap Bidan itu, yang ternyata adalah ibu kandung Sasya.

__ADS_1


" Dia anaknya memang susah didekati, tapi mungkin karena dia merindukan sosok ibu yang dia sangat rindukan membuatnya terbuka padaku Nyonya Ariana, dia sangat merindukanmu nyonya.. waktu dia mendengar kabar kematian mu dia bahkan tidak mau makan selama tiga hari, apalagi ketika dia mendengar kabar bahwa dia mempunyai seorang adik bahkan harus menerima sesosok ibu pengganti, yang bersikap baik jika didepan Tuan Gunawan dan akan menyiksanya jika tuan tidak ada" ucap Bunda berkaca kaca sedangkan sang Bidan atau Nyonya Ariana Suherman menangis merasakan apa yang anaknya selama ini lewati.


" Nyonya..." Bunda berusaha menenangkan Nyonya Ariana.


" Apakah sekejam itu dia, sampai harus memperlakukan Sasya seperti itu" gumamnya memegang kedua tangan Bunda.


" Aku tidak tau nyonya, tapi menurutku yang dia lakukan sudah kelewatan. Tapi apakah aku boleh tau bagaimana bisa anda selamat Nyonya" ucap Bunda lanjut bertanya setelah dilihat Nyonya Ariana sudah mulai tenang.


"....."


" Syukurlah Nyonya bisa selamat, tapi apakah anda sudah mendengar berita..."


" Sudah bahkan aku yang lebih dulu mendengar kabar itu" ucapnya sambil tersenyum miring lalu menatap Bunda Tika.


" Itu semua rencana menyelamatkan Sasya waktu itu, walau semua berdampak untuk Gali" gumamnya murung mengingat Gali adalah Kaka sepupunya, yang sudah membantunya selama ini.

__ADS_1


" Maksud anda, apakah anda yang sudah merencanakan pembunuhan ini" tanya Bunda Tika langsung berdiri.


" Aku sangat senang, karena kamu bisa menyayangi putriku seperti anak kandungmu sendiri" ucap Nyonya Ariana membuat Bunda bingung.


" Kau pasti bingung bukan"


" Kembalilah duduk" ucap Nyonya Ariana tersenyum.


"......"


Bersambung...........


##


Ciee yang udah mulai terkuak, siapa nih yang penasaran kelanjutannya?

__ADS_1


__ADS_2