Dendam & Cinta

Dendam & Cinta
Hadiah


__ADS_3

akhirnya zoya keluar dengan wajah yang sangat kesal


"tuan sedang apa kau?" tanyanya, sebenarnya zoya hanya ingin memastikan tentang apa yang terjadi dikamar mandi tadi


khabir tersentak dari lamunan nya dan melihat kearah istrinya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan


"he kenapa tatapan nya seperti itu, dia tidak benar benar melihat ku kan! astaga" gerutu nya dalam hati


"sedang apa kau tuan?" ucap zoya karena melihat suaminya sudah berada tepat di hadapan nya, tatapan mereka saling bertemu tetapi zoya lebih memilih memundurkan tubuhnya kebelakang dan khabir juga ikut memajukan tubuhnya mengikuti istrinya


"tuan berhenti!" teriaknya, khabir tidak mempedulikan nya


"seperti nya kita coba malam ini ya" ucap khabir berbisik diteliga istrinya, zoya yang mendengarnya merasa geli dan mengeser tubuhnya sedikit jahu dari suaminya. sebenarnya khabir hanya ingin menggoda istrinya saja


"apanya!" ucap zoya menatap tajam ke arah suaminya, khabir tertawa melihat ekspresi zoya dan berlalu ke kamar mandi dengan iringan tawanya. zoya yang melihat nya berdecak kesal "sudah gila nya, dasar enggak waras" gerutu nya dalam hati dan pergi menuju sofa sembari melihat televisi


setelah selesai membersihkan dirinya, khabir pun keluar dari kamar mandi dan memakai pakaian nya setelah selesai ia berjalan menuju sofa tempat istrinya berada "mau apa dia kesini!" gerutu zoya sembari melirik sekilas suaminya yang berjalan menuju nya, zoya kembali memusatkan mata nya ke layar tv. khabir menjatuhkan dirinya tepat disamping istrinya.


"kenapa?" ucap zoya melihat suaminya sudah duduk di sebelah nya dengan mengerutkan dahi nya


"apanya!" ucap khabir melihat tv


"kenapa kau duduk disini! disana kan ada kursi juga" ucapnya dengan tatapan jengah


"apa masalah mu, aku hanya duduk!" ucap khabir


"disana kan ada tempat duduk kenapa harus deket deket!" ucap zoya


"hanya ingin" ucapnya


"apa!" ucap zoya mengerutkan dahi nya. khabir tidak menjawab apa yang dikatakan istrinya ia berlalu ke sebuah laci dan menggambil sesuatu dilaci tersebut dan menghampiri kembali istrinya


"untuk mu" ucap khabir seraya memberikan bungkusan plastik dan kembali duduk di sebelah nya


"apa ini" tanyanya seraya mengambil bungkusan nya "tumben sekali dia memberi ku hadiah" gumamnya dalam hati


"buka saja" ucap khabir

__ADS_1


zoya pun membuka bungkusan tersebut dan mengangkat benda tersebut kedekat wajah nya "apa ini" ucapnya padahal zoya tahu apa yang sedang ia pegang


"kenapa kau suka" ucap khabir menahan tawanya melihat ekspresi istrinya


"bukan, kenapa kau membeli ini, punya ku masih banyak tahu" ucap zoya malu malu


"karena aku tahu punya mu sudah melar semua. haha" ucapnya tertawa


"apa kau tidak punya malu bicara seperti itu!" ucapnya


"tidak kenapa aku harus malu membelikan pakaian dalam istriku" ucap khabir


memukul bahu suaminya "kau benar benar tidak punya malu tuan, kenapa kau yang membelinya aku bisa beli sendiri, dan iya apa kau tidak tahu yang disukai perempuan kenapa masih memakai yang sudah melar karena itu tidak menyakiti kami kaum perempuan. dan iya pakaian dalam ku masih banyak yang belum kupakai" ucap zoya


"kau kira aku mengerti maksud mu itu!" ucap khabir


"sudah lah hanya wanita yang mengerti betapa nikmat nya memakai yang sudah longgar" ucapnya


zoya meletakkan bungkusan nya disofa tempat mereka duduk


"kau tidak perlu tahu kapan aku membeli nya" ucap khabir dia bukan tidak ingin memberi tahu hanya saja ia takut mengingatkan kembali, padahal kejadiannya baru tadi siang


"kapan!" ucap zoya lagi


"sepertinya aku salah waktu memberi bungkusan itu, tidak mungkin aku jawab saat kau pergi dengan laki laki brengsek itu"


"sudahlah ayo kita makan malam ini sudah jam 8 malam" ucap khabir seraya bangkit dari duduk


"apa saat aku pergi dengan ardi?" ucap zoya


"sudahlah aku tidak ingin membahas itu, ayo kita makan" ucap khabir dan menarik tangan istrinya menuju lantai bawah untuk makan malam bersama


sampai dilantai bawah rian dan roy beserta istrinya sudah duduk menunggu makanan disajikan khabir dan zoya ikut gabung bersama mereka. mereka hanya tinggal duduk karena makanan nya sudah dipesan mereka


"apa sudah kalian urus" ucap khabir pada rian dan roy


"sudah tuan, semua sudah kami urus sampai selesai jadi perusahaan kita tidak akan bekerja sama lagi dengan perusahaan tuan ardi" ucap rian sekretaris nya. zoya seketika menoleh pada mereka

__ADS_1


"kenapa kalian membatalkan kerja sama dengan tuan ardi?" tanya zoya yang ditanya mala saling pandang tapi karena mereka melihat khabir tidak memberi suara akhirnya mereka menyimpulkan bahwa mereka boleh menjawab tetapi sebelum bisa menjawab makanan mereka sudah datang


"mari makan" ucap khabir dan mereka pun memulai makanan nya disela sela makan khabir berbicara


"besok percepat saja kepulangan kita di pagi hari jam 8" ucap khabir melanjutkan makanan nya, rian dan roy hanya pasrah menjawab


"Baik tuan"


selesai makan malam dan berbincang bincang mereka pun kembali ke kamarnya masing masing.


khabir dan zoya sudah masuk kedalam kamar mereka


"tuan kenapa kau membatalkan kerja sama dengan tuan ardi" tanya zoya


"besok saja kau tanyakan, aku sangat lelah aku ingin istirahat" ucap khabir sebenarnya dia malas membahas tentang laki laki itu, zoya hanya mengangguk menandakan baiklah


khabir dan zoya sudah membersihkan diri mereka dan berganti pakaian. khabir membaringkan tubuhnya dikasur zoya hanya berdiri di dekat kasur


"kenapa kau berdiri saja, apa kau tidak lelah, tidurlah sekarang" ucap khabir pada istrinya


"hmm.. aku akan tidur di sofa saja" seraya mengambil bantal dan selimut dari tempat tidur


"terserah mu saja" ucap khabir.


zoya berjalan seraya mematikan lampu dan menuju sofa untuk membaringkan tubuhnya di sofa tersebut tidak nunggu waktu yang lama mereka tidur ditempat yang berbeda.


maaf ya lama up hehe😁


semoga selalu suka dengan jalan ceritanya🥰


jangan lupa di like dan coment ya


kalo ada saran atau kritikan boleh dikolom komentar


selamat membaca🌼


terimakasih yang sudah mendukung 🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2