Dendam & Cinta

Dendam & Cinta
EPS 40


__ADS_3

Queen kemudian menceritakan alasannya datang, karena sebentar malam temannya ulang tahun jadi dia meminta Aslan menemainnya.


" Ayolah kak,, disana juga ada mantan aku ntar dia apa Spain aku lagi" mohon Queen dengan manjanya.


" Hmm..." seketika Queen tersenyum kemudian memeluk Aslan.


" Yaudah kak aku pergi dulu, alamatnya di xxxx" Queen keluar dengan perasaan senang.


" Cih.. kalau bukan karena dia adik kandung Sasya mana mau gua ikut" gumam Aslan kesal.


Beberapa saat kemudian muncul lah Varo, ia sempat berpapasan dengan Queen saat hendak memasuki lift, namun Queen tak mengindahkan nya.


" Siapa tuh anak" tanya Varo duduk.


" Adiknya Sasya" jawab Aslan lalu mendudukan dirinya disofa single.


" Eh Reno mana.." tanya Aslan.


" Tadi katanya ketoilet" ucap Varo baru saja mengatakannya, terlihat Reno masuk dengan muka yang sulit ditebak.


" Sih Queen ngapain kesini" tanya Reno lalu memberikan sekotak nasi goreng seafood dan juga sebotol air mineral didepan Aslan.

__ADS_1


" Dia minta gua temenin keacara temennya" ucap Aslan.


" Truss lu mau" tanya Reno lagi.


" Yaa mau gimana lagi, diakan adiknya Sasya"


" Tap~" ucapan Reno terpotong.


" Lu suruh Rita buatin kopi deh" titah Aslan membuat Reno bungkam. Reno pun keluar dan menemui Rita.


" Lu masih sayang sama Sasya.. bukannya lu udah nikah.." tanya Varo pelan, membuat Aslan seketika terdiam.


" Ia gua emang masih sayang sama Sasya, makanya gua korbanin diri gua buat balas dendam sama gali.." ucap Aslan serius.


" Semua yang lu bilang emang benar Var, tapi udah sejauh ini.. gua gk mungkin berhenti, karna gua bertekad buat balas si gali.."


" Tapi semua belum jelas kan, pak gali yang buat Sasya celaka.. lu cuman denger kesaksian nyokap Sasya sama detektif suruhannya.. bahkan setelah itu lu gk bisa dapat titik terangnya kan" Perkataan Varo cukup membuat Aslan berpikir tapi disatu sisi dia dia tidak mungkin menyalakan ibu kandung Sasya sendiri.


" Tapi gk mungkinkan.. seorang ibu kandung rencanakan semua itu" ucap Aslan.


" Oh yaa.. bukannya tadi Varo gada nuduh nyokap Sasya, berarti lu juga mikir sejauh itukan" kini Reno masuk sambil diikuti Rita yang membawa tiga gelas kopi untuk mereka.

__ADS_1


(Tenang guys.. Rita itu orang kepercayaan mereka bertiga, banyak rahasia yang diketahui Rita dan tak pernah bocor walau secuil pun).


" Iya Slan.. bahkan pikiran lu jug sampai situkan, pliss gua mohon percaya sama firasat lu" ucap Varo.


" Udah gk usah deh bahas itu lagi" Aslan kemudian melanjutkan makannya.


Setelah selesai makan, mereka kembali menjalankan siasat untuk membongkar beberapa orang penghianat dibeberapa kantor cabang milik Aslan, meski pikiran Varo juga Reno masih belum lepas dari perdebatan mereka tadi.


" Lu berdua denger gk sih" Ben Aslan geram karena tidak satupun dari mereka berbicara.


" Iya apa.." ucap mereka spontan secara bersamaan.


" Bangs*t lu berdua" kesal Aslan menjitak kepala mereka. Terpaksa Aslan menjelaskan kembali rencananya dan diangguki mereka berdua. Rencananya besok mereka akan pergi karena untuk sekarang semua bukti belum terkumpul dengan jelas, mereka harus menunggu beberapa laporan dari anak buah mereka yang sudah dikirim untuk mengintai.


" Lu beneran mau kesana" tanya Reno dan Varo bersamaan.


" Ia lah.. gua udah janji juga"


" Sebaiknya gk usah deh Slan" saran Reno.


" Cailah.. udah deh gua istirahat dulu, kasih tau gua kalau udah mau meeting Oky.." Aslan meninggalkan mereka dan berjalan pergi.

__ADS_1


Lanjut.......


__ADS_2