
Setelah cukup lama dari kamar mandi akhirnya ia keluar hanya mengenakan handuk yang melingkar dipinggang nya.
"sudah selesai kenapa lama sekali di kamar mandi! dan iya tuan tolong kenakan pakaian anda, mata ku harus melihat mu lagi seperti itu!" ucap zoya yang melihat suaminya keluar dari kamar mandi seraya memalingkan wajahnya kearah lain
"kenapa kau suka" berjalan mendekat
"eh ada apa dengannya" gumamnya
khabir terus melangkah mendekati istrinya, zoya yang melihatnya semakin mundur sampai langkahnya terhenti karena badanya sudah menyentuh tembok, dan khabir sudah berada tepat dihadapanya hanya meninggalkan jarak beberapa centi dari wajah istrinya.
"deg... tuan menjahu lah" ucap zoya sedikit berteriak dan sedikit memejam kan matanya tetapi khabir tidak menggubris ucapan istrinya ia mala semakin dekat hingga nafas mereka saling berhembus
"menyikirlah tuan" berteriak seraya mendorong tubuh suaminya menjahu dari dia dan bergegas kekamar mandi. khabir yang ditolak hanya mendegus pertanda ia sangat kesal
"sialan, padahal aku hanya ingin menakuti nya saja, tapi kenapa aku yang tidak bisa menahannya, wajahnya memang benar benar menggemaskan, ahh sialan kenapa aku jadi mengingat kata lelaki itu, sepertinya dulu mereka sangat akrab" ucap khabir dalam hati serta berperang melawan pikirannya sambil memakai pakaian santainya dan sekarang ia sedang bersandar ditempat tidur entah apa yang sedang ia pikirkan.
"astaga kenapa jantung ku bisa berdebar seperti itu, apa tadi dia ingin mencium ku? berpikir sejenak "untung saja aku cepat melarikan diri dari dirinya!"
setelah cukup lama ia menatap dirinya dicermin ia bergegas menyelesaikan mandinya setelah selesai ia baru menyadari ia tidak membawa apa apa kekamar mandi.
"ya tuhan kenapa aku bisa lupa membawa handuk dan pakaian ku" mengutuk kebodohan nya
"tidak mungkin aku keluar seperti ini, arggkk" mengacak acak rambutnya
"minta tolong saja sama dia, tidak mungkin juga aku keluar seperti ini, baiklah minta tolong saja" ucapnya dengan semangat
"tuan" panggil zoya dan sedikit membuka bilik kamar mandi, yang dipanggil tidak merespon "menyebalkan sekali dia" gerutunya dalam hati
"tuan bisakah kau mengambil handuk dan pakaian ku, aku lupa membawanya" teriak zoya dari bilik kamar mandi yang hanya nampak kepalanya saja
khabir langsung mengambil handuk serta pakaian istrinya dan memberinya padanya
"jangan menyusahkan ku" ucap khabir seraya memberi pakaiannya
"menyebalkan sekali anda tuan" gumam zoya
"aku mendengar mu memaki ku!" ucap khabir sinis
"eh.. tidak tuan, baiklah terimakasih" ucap zoya dan menutup pintu kamar mandi.
Ia pun segera memakai pakaiannya setelah selesai ia keluar dari kamar mandi. dan menghampiri suaminya dan duduk di dekatnya
"ngapain kamu kesini!" ucap khabir yang menghampirinya ditempat tidur
"hmm.. tidak" ucapnya agak terbata
"kau sedang menggoda ku!" ledek khabir pada istrinya
"eh.. tidak tuan, bukan begitu, aku hanya ingin bilang ayo keluar" ucap zoya dan agak menjahu dari suaminya
__ADS_1
"kau mau kemana?" tanya khabir
"kemana saja yang penting tidak dikamar ini" ucap zoya berharap suaminya mau keluar dan jalan jalan
"aku sedang tidak ingin keluar" ucap khabir
"ayolah tuan apa kau tidak bosan berada dikamar ini terus" ucap zoya seraya mengajak suaminya agar mau keluar
"kau memaksaku!" ucap khabir seraya melihat wajah istrinya
"kau memang harus dipaksa baru mau" ucap zoya kesal
"kenapa kau berteriak!" ucap khabir sinis
"ayolah tuan, kenapa engkau senang sekali bertengkar aku hanya ingin kau mengajak ku keluar
"apa yang akan kau berikan pada ku jika aku mau keluar bersama mu?" tanya khabir dan memandang istrinya
"apa saja yang penting kita keluar dari sini" ucap zoya asal asalan jawab
"baiklah, bersiap lah, aku akan membawamu ketempat yang kau mau" ucap khabir
"aku tidak salah dengar kan tuan?" tanyanya kembali
"kau bersiap atau kubatalkan" ucap khabir memandang istrinya
"lama sekali wanita ini bersiap" gumam khabir, seraya menunggu istrinya dengan memainkan handpone nya.
khabir memainkan handpon nya untuk mencari tempat yang bagus didekat hotel tempat mereka menginap. setelah selesai melihat lihat ia kembali melihat istrinya.
"kenapa lama sekali bersiapnya, aku batal kan saja" ucap khabir yang sudah lama menunggu. padahal hanya 30 menit ia menunggu belum juga lihat yang dandan pagi pagi tapi berangkatnya siang :D
"aku sudah siap, ayo kita berangkat" ajak zoya, ia tetap terlihat cantik hanya menggunakan kaos putih dan celana panjangnya serta rambutnya yang diikat satu menjuntai kebawah dengan khas rambut ikal diujung nya
khabir pun berjalan keluar kamar dan diikuti istrinya. khabir memesan mobil untuk ia kendarai. setelah berada dimobil mereka pun menuju tempat yang indah yang berada tidak jahu dari hotel mereka. diperjalanan mereka hanya diam tanpa ada yang bersuara
"membosankan sekali" ucap zoya dalam hati
"hmm.. kita mau kemana tuan?" bertanya untuk memecah keheningan. yang ditanya mala diam. "menyebalkan" gerutu zoya
"apa kau bilang!"
"hmm.. aku tidak bilang apa apa" ucap zoya
dan keheningan pun kembali tercipta sampai mereka sampai di sebuah danau yang cukup indah.
"turunlah kita sudah sampai" ucap khabir, zoya pun keluar dari mobil dan memandang takjub yang ada dihadapanya
"wah indah sekali tempat ini, sejuk lagi" ucap zoya mengederkan pandangan nya, ia terlihat sangat bahagia tanpa sadar ia menarik tangan suaminya
__ADS_1
"eh.. apa apan dia, apa saat bahagia dia tidak sadar" ucap khabir dalam hati
"bisa tidak untuk tidak menarik tangan ku" ucap khabir padahal ma dia seneng tapi biar terlihat dia cool aja :D
"oh iya, maaf tuan, aku terlalu bahagia" ucapnya sambil cengengesan dan melepaskan tangan suaminya
Mereka pun berjalan menelusuri danau yang menyejukan mata seraya bersendau gurau. hari ini mereka seperti pasangan pada umumnya meski panggilannya masih hei, kau, tuan, anda, saya.
"tuan potokan saya" ucap zoya menyuruh suaminya mengambil gambarnya
"aku bukan tukang poto!" ucap khabir memandang istrinya
"baiklah" ucapnya
"tuan bisakah kau mengambil foto kami?" ucap zoya meminta tolong pada seorang laki laki yang berada didekat mereka
"tentu saja nona" ucap laki laki itu zoya pun memberi handpone nya pada laki laki itu
"nona bisakah kalian lebih dekat potonya, kenapa berjarak seperti itu" ucap lelaki itu
"bukankah kami sudah sangat dekat" ucap zoya dengan polosnya. laki laki itu tersenyum
"tuan bisakah kau merangkulnya, atau saya cantohkan cara merangkul yang benar" ucap lelaki itu menahan tawa, melihat kekonyolan mereka
"tidak perlu dia istriku, kenapa harus orang lain yang merangkul nya, dan aku tahu cara merangkul" ucap khabir sinis. deg.. zoya terdiam sejenak mendengar perkataan suaminya. tetapi laki laki itu menahan tawanya "pasangan ini sangat konyol sudah menikah tapi masih kaku begitu, merangkul saja tidak benar haha"
setelah selesai drama foto fotonya zoya mengucapkan terimakasih pada laki laki itu.
"terimakasih tuan, bantuannya" ucap zoya
"senang membantu mu nona dan kalian pasangan yang sangat serasi" ucap lelaki itu, meninggalkan tempat itu. zoya tersenyum
"mana hp mu, sini" ucap khabir seraya mengajak zoya duduk didekat danau.
mereka melihat hasil foto foto mereka dan tertawa bersamaan karena melihat fotonya sunggu tidak ada bagus bagusnya haha
.
.
.
Selamat membaca, tinggalkan jejak kalian ya 🤗 jangan lupa like dan komentarnya 😊
semoga kalian suka dengan novel ku 🥰
maafnya enggak bisa upload banyak, tapi semoga kalian terhibur 😍
Terimakasih yang sudah mendukung 🥰
__ADS_1