Dendam & Cinta

Dendam & Cinta
EPS 39


__ADS_3

" Sayang jangan tinggalin aku yang.." ucap Aslan.


" Kamu harus lupain aku Slan, mulailah hidup baru sama istri kamu, cintailah dia.." ucap wanita tersebut.


" Gk.. aku cintanya hanya sama kamu.." pekik Aslan.


" Aslan.. ungkap kematian aku yaa, aku titip papa, aku juga mau kamu bahagia sama istri kamu relakan aku.." ucap wanita tersebut.


" Gk gk.." Aslan menarik tangan wanita Tersebut namun entah kemana wanita itu sekarang.


" Sasya.. Sasya.. Sasya..Sasya sayang.. Sasya.." teriak Aslan membuat Tari yang mendengar teriakan tersebut berlari kedalam kamar Aslan.


" Mas.. bangun mas.." ucap Tari menepuk pipi Aslan.


" Sasya...." teriak Aslan terbangun membuat Tari terkejut.


" Sasya..." batin Tari merasa hatinya tersayat ketika mendengar nama wanita lain disebutkan suaminya bahkan sampai masuk kedalam mimpi.


" Ma,mas..." ucap Tari menyentuh bahu Aslan. Seketika Aslan meliriknya kemudian menepis tangan Tari.


" Keluar.." titah Aslan dengan nada suara yang sedikit meninggi membuat Tari terkejut dan langsung berjalan keluar.


" Bodoh kenapa harus menangis sih.." Tari merutuki dirinya karena mengeluarkan setetes air mata.


" Jelas jelas dia gk suka, kenapa musti maksa sih.." sambungnya karena terlalu berharap bisa membuat Aslan cinta padanya.

__ADS_1


Tari berlari kearah kamar mandi dapur untuk menghapus air matanya, kemudian kembali memasak sarapan untuk Aslan.


Beberapa menit kemudian Tari sudah selesai memasak, terlihat Aslan juga sudah siap keluar dari kamarnya. Melihat Aslan hendak pergi, Tari menghampirinya.


" Mas sarapan dulu.." ucap Tari.


Aslan melirik sedikit makanan yang Tari hidangkan, terlihat ada omlet dan juga nasi goreng seafood sangat menggugah selera, namun Aslan enggan makan bersama Tari.


" Bisa makan-kan.. yaudah makan sendiri aja" ucap Aslan datar lalu berjalan keluar terlihat Reno yang sudah berdiri didepan pintu yang terbuka.


" Tega banget.." batin Reno yang melihat Aslan tidak menghargai masakan Tari.


" Ngapain masih diri disitu.. kita masih harus kerja" ucap Aslan yang kini berdiri dihadapan Reno.


Setibanya Aslan dikantor terlihat seorang resepsions berjalan mendekatinya.


" Pak.. ada wanita yang sedang diruangan anda, katanya sudah ada janji" ucap resepsionis tersebut sambil membungkuk hormat.( Yailah banyak banget sih cewe lu Slan :v)


" Haduh siapa lagi sih.. perasaan gk ada deh" batin Aslan tampak berfikir.


" Baiklah.. Pak Rasya sudah datang" tanya Aslan.


" Belum pak.." jawabnya.


" Oh yasudah kamu kembali kepekerjaan kamu" titah Aslan lalu berjalan beriringan dengan Reno.

__ADS_1


" Ren, lu keruangan lu aja.. nanti Rasya Dateng baru kita pergi" titah Aslan diangguki Reno.


" Oh iya sekalian beliin gua sarapan" ucap Aslan.


" Dih tadi kenapa lu nolak, pas diajak bini" cibir Reno.


" Udah sana, beliin gua kayak biasa yaa" dengan terpaksa Reno pergi untuk mencarikan sarapan untuk Aslan.


Aslan Kemudian memasuki kantornya, terlihat seorang wanita yang berdiri disamping jendela dengan pakaian amat seksi.


" Anda cari saya nona.." tanya Aslan berjalan mendekat, wanita itu menoleh sambil tersenyum.


" Kak.. Aslan.." Dia kemudian memeluk Aslan.


" Queen.." pekik Aslan tak percaya.


" Iya kak ini aku" jawabnya melepaskan pelukan.


" Kamu kok disini, bukannya dijerman yaa sama papa" tanya Aslan.


" Ya aku nyusul Kaka lah, semenjak kak Sasya meninggal Kaka gk pernah jenguk kami loh" Yaa dia adalah Queen Sintiabella, adik dari Sasya anak kedua dari tuan Gunawan.


" Kaka lagi sibuk, Truss kamu kenapa Dateng" tanya Aslan too the poin, kalau boleh jujur Aslan sebenarnya kurang nyaman jika bersama Queen, entahlah firasatnya mengatakan jika Queen menyimpan rasa padanya, apa lagi dia hanya berbeda dua tahun dari Sasya.


Lanjut.......

__ADS_1


__ADS_2