Dendam & Cinta

Dendam & Cinta
BAB7


__ADS_3

Zoya yang berusaha mencari alasan yang tepat, tetap saja tidak menemukan mengapa mereka sangat membecinya terlebih lagi mengapa mereka menikahkannya dengan putranya. Aahh.. Prustasi sendiri zoya memikirkannya.


Zoya memberanikan diri dan bertanya kepada mereka...


“mohon maaf bolehkah saya bertanya terhadap kalian?” ucap zoya sembari memberanikan dirinya untuk mecari jawaban atas pertanyaan yang ada dalam pikirannya


Seketika wajah syahlaa menoleh kepada zoya dengan pandangan yang begitu sinis melihatnya.


"huh.. kenapa wajah mertuaku seperti mau menerkam mangsanya saja,aku baru bertanya” gerutu zoya dalam hatinya


Karena tidak ada balasan dari mereka akhirnya zoya yang buka suara.


“apa tujuan kalian menjadikan saya menantu kalian!” tegas zoya


Seketika wajah syahlaa terlihat sangat kesal zoya menyadari raut wajah wanita itu tapi mereka hanya diam saja.


Zoya yang mulai kesal akhirnya terlontar dari bibirnya.


“apa kalian tidak bisa menjawab” menegaskan kembali pertanyaanya "huuu" memekik dalam hati


...


“jaga sikap mu!” ketus khabir


“mohon maaf bukannya saya bertanya dengan baik baik! Saya juga tidak meninggikan suara saya terhadap kalian, saya hanya ingin tahu men*****” ketika ingin melanjutkan kata katanya syahlaa langsung memotong pembicaraan wanita tersebut.

__ADS_1


“apa! Apa yang ingin kamu ketahui! Mengapa saya menikahkan putra saya dengan wanita seperti kamu! Wanita yang tidak tahu diri! wanita yang telah merampas kebahagaian saya! Kamu hanya wanita rendahan!"


makian itu terdengar sangat sakit dihati zoya tapi dia begitu pandai dalam mengatur emosi dan raut wajahnya.


"Apa! Apa salah ku mengapa mertuaku memakiku tanpa alasan! merampas kebahagian! Apa yang aku rampas dari mereka bahkan berurusan dengan mereka saja aku tidak pernah" gerutunya dalam hati


“mohon maaf bu, saya hanya ingin tahu letak kesalahan saya dimana, agar saya bisa memperbaikinya, jika saya bersalah tolong beritahu saya bu”


ucapnya dengan nada serendah rendahnya agar tidak menimbulkan kegaduhan diantara mereka.


“cukup! yang pertama Jangan kamu panggil saya dengan sebutan ibu kamu tidak pantas menyebutkan itu dengan bibir kamu! Pendusta! dan yang kedua kamu tidak penting dalan hidup saya, saya tidak perlu memberitau semua kepadamu!"


“baik nyonya saya tidak akan menyebutkan panggilan itu kepada anda, sepertinya anda juga tidak pantas menerima panggilan itu!"


Sepertinya zoya sudah mulai kesal atas hinaan yang dilontarkan mertuanya kepadanya.


“wahh.. hebat sekali kalian! aku bertanya dengan baik baik tapi kalian jawab dengan makian kepada ku! Aku balik jawab ketus kalian tidak terima! Dan untuk anda tuan mengarah pada khabir anda tidak perlu mengatakan didikan mengenai orang tua saya, karena ayah saya jahu lebih bijak dalam mendidik saya! Saya menghormati kalian tapi sepertinya rasa hormat saya tidak dihargai bukan" mendegus kesal "baik, saya ingin anda meceraikan saya” ucapnya


raut wajahnya sudah sangat kesal, sebenarnya dia tidak ingin mengatakan itu pada mereka karena ayahnya selalu menasihati ia untuk selalu bersikap baik pada siapapun. Tidak meninggikan suara terhadap yang lebih tua darinya. tapi karena kesal ia lupa sampai bisa berkata seperti itu.


“Cerai!" tersenyum licik "silakan kalo mau cerai" raut wajah khabir menantang dengan menaikan alisnya


“nak" ibunya menimpali


“sudah bu biarkan saja, saya ingin melihat bagaimana reaksi ayah tersayangnya! melihat Putri kesayangannya ingin cerai dan menjadi jan** diusia yang terbilang masih muda” tergelak dengan tatapan sinis

__ADS_1


Zoya terdiam seketika memikirkan apa yang dikatakan khabir kepadanya.


Dan mereka meninggalkannya sambil berakata..


“silakan pintu ini terbuka dengan lebar, tahu alamat pengadilan agama kan” senyum kemenagan muncul dibibir khabir dan meninggalkan ia sendiri sedangkan ibunya juga pergi karena ada urusannya diluar rumah.


"Apa, apa yang ingin mereka lakukan padaku, apa salahku, aku bertanya mereka tidak menjawab mala memakiku dengan seenaknya… Tuhan…mengapa engkau memberiku jalan seperti ini aku ingin menyerah tapi.. bagaimana dengan ayah ku pasti dia akan sangat sakit sekali melihat putrinya dalam keadaan seperti ini" berperang sendiri dengan hatinya yang bekecamuk


Akhirnya dia memilih meninggalkan ruang tamu dan pergi kekamarnya, sebenarnya ia ingin berangkat bekerja tapi karena masih cuti dia memilih kekamarnya.


dia bahkan tidak tahu mengapa ia harus menikah dengannya dan mempunyai mertua seperti itu.


"Tuhan aku ingin menikah dengan orang yang benar banar mencintai ku dengan tulus, kenapa aku harus bersanding dengannya bahkan melihat wajahku saja ia enggan dan mertuaku benar benar sangat membenci ku. Apa salah ku" tenggelam dalam pikirannya hingga tidak menyadari ada air mata yang menetes dipipinya dan akhirnya ia tertidur dengan perasaan yang tidak baik.


___


mahu tahu kelanjutannya 😊


di LIKE, COMENT, VOTE juga boleh hehe


jangan lupa kasih sarannya dikomentar 😁


thank you untuk semua yang mau meluangkan membaca novel aku 😍


tinggalkan jejak kalian ya

__ADS_1


jangan jadi pembaca yang gelap 😁


__ADS_2