Dendam & Cinta

Dendam & Cinta
BAB28


__ADS_3

"tidak akan terjadi apa apa pada diriku, tenang lah" ucap nya seraya mengganti pakaian nya yang lebih tebal dan menutupi semua tubuhnya kecuali tapak tangan dan wajahnya bahkan ia memakai kaos kaki di kaki nya


"tok..tok.. tok, nona.. "panggil pak saad


"sebentar pak... ihii ada apa lagi si" berjalan membuka pintu kamarnya


"ada apa pak?" tanyanya


"nona disuruh tuan segera naik keatas" ucap pak saad


"hmm.. baik pak" ucap zoya


"kalo begitu saya permisi nona" menundukkan kepala dan di anggukan zoya


"baiklah ayo diriku naik keatas, semoga aku baik baik saja" ucap nya seraya berjalan ke atas menuju kamar suaminya dan sampai ia di depan pintu


"hmm.. kenapa aku jadi gugup, tarik nafas zoya kau akan baik baik saja" ucapnya seraya mengetok pintu kamar suaminya


"tuan.. " panggil nya


"masuklah" ucap khabir dari dalam kamar nya


zoya akhirnya membuka pintu dan perlahan tubuh nya masuk kedalam kamar suaminya


"kenapa kau berdiri saja, kemarilah" ucap khabir seraya melihat intens istrinya "apa apaan dia mau tidur saja memakai pakaian seperti itu, lihat saja akan aku kerjai haha" ucap khabir dalam hati seraya mematikan ac di ruangannya


"tuan saya di sofa saja" ucap zoya yang masih mematung di belakang pintu


khabir berjalan kearah istrinya perlahan ia mendekatinya dan...


"tuan apa yang kau lakukan, menjahulah" ucap zoya gugup


"ada apa denganmu aku hanya ingin menutup pintu" ketus khabir yang melihat istrinya sedikit takut dan ia segera mengunci kamarnya


"tuan mengapa anda mengunci kamarnya?" tanyanya


"banyak sekali bertanya mu, aku mau tidur" ucap khabir seraya menarik tangan istrinya ke tempat tidur


"tuan saya bisa sendiri jangan ditarik" ucap zoya yang sudah sampai di samping tempat tidur suaminya dan melepaskan tangannya dari genggaman suaminya


"naik dan tidur lah" ucap khabir yang sudah berada diatas tempat tidur


"tuan saya di sofa saja ya" ucap zoya yang sudah mulai berkeringat "ya tuhan kenapa panas sekali kamar ini perasaan aku masuk tadi sangat sejuk" gerutu nya dalam hati

__ADS_1


"kenapa kau berkeringat seperti itu" ucap khabir yang melihat istrinya tidak nyaman sembari tertawa dalam hati


"tuan kenapa kamar mu sangat gerah, aku akan kembali kekamar ku saja" ucap zoya sambil mengibaskan pakaian nya dengan tangan nya


"kau lupa dengan janji mu!" ucap khabir menyeringai


"tuan saya kan sudah ada disini, dan saya menepati janji saya" ucap zoya


"itu janji yang kau buat sendiri pada ku, aku akan menagih janji mu yang satu lagi" ucap khabir tersenyum samar


"janji! hmm.. apa saya pernah berjanji pada anda tuan sepertinya tidak" ucapnya sedikit berpikir


"duduk! biar kuberi tahu" ucap khabir seraya menyuruh istrinya duduk ditepi ranjang dan zoya pun hanya bisa menurut


"dengar! apa kau pura pura lupa soal janji yang kau ucapkan pada ku sewaktu berada di negara xx" ucapnya seraya melihat istrinya


"hmm.. apa aku berjanji, janji apa?" tanyanya


"kau akan mengabulkan apa pun yang aku pinta" ucap khabir dan menyeringai


"astaga dia masih ingat dengan yang kukatakan, aku kan hanya asal jawab saja agar dia mau mengajak ku keluar untuk jalan jalan, hmm lebih baik aku pura pura saja tidak ingat. . ia ia" ucapnya dalam hati


"seperti nya saya tidak pernah berbicara seperti itu tuan" elah zoya yang berusaha menghindar "baiklah tuan aku mau keluar" ucapnya lagi dan beranjak dari duduknya baru satu langkah ia langsung berbalik


"kau mau keluar, kuncinya ada pada ku, kau tidak bisa keluar" ucap khabir


"baiklah anda menang tuan, apa yang anda inginkan?" ucap zoya semoga saja yang ia minta tidak aneh aneh


"kau akan mengabulkan nya?" tanya khabir


"iyaya aku akan mengabulkan nya jika permintaan anda tidak aneh aneh, tapi tolong buka dulu pintunya" ucap zoya


"tidak, aku akan membuka nya setelah aku mendapatkan nya"


"baiklah tuan apa yang anda inginkan aku sudah sangat gerah" ucapnya


"jika kau gerah lepas saja pakaian mu" ucapnya tanpa merasa bersalah


"tuan katakan lah apa yang kau inginkan?" bertanya


khabir tidak bersuara dia hanya mengerakan jemari nya di area bibirnya


"apa! apa anda tidak waras tuan, kenapa minta yang aneh aneh" ucap zoya yang mengerti gerakan suaminya

__ADS_1


"kau sudah berjanji, cepat lakukan" ucapnya


"tidak mau" ucap zoya seraya berdiri


"ternyata omongan mu tidak bisa dipercaya ya" ucap khabir dengan seringai licik. zoya membalikkan badannya seraya berucap


"tuan permintaan mu itu sungguh tidak masuk akal, kau bisa meminta yang lain bukan!" ucapnya tidak suka


"aku hanya ingin itu! aku tidak membutuhkan apa pun aku sudah punya segalanya" ucapnya


"sombong sekali anda tuan" gerutu nya dalam hati


"tidak! aku tidak mau" ucap zoya


"baiklah sepertinya aku saja yang melakukannya lebih dulu" ucap khabir dengan senyum menyeringai


"tuan aku sedang sangat berkeringat, apa kau tidak jijik dengan ku" ucapnya berusaha menyelamatkan diri khabir tidak menghiraukan nya ia berdiri seraya mendekati istrinya yang berdiri ditepi ranjang miliknya


"tuan jangan seperti ini a.." belum sempat menyelesaikan kalimat nya khabir menabrak kan bibirnya ke bibir milik istrinya deg.. zoya seketika lemas dan sedikit mendorong tubuh khabir agar menyingkir darinya tapi tidak berhasil tenaganya kalah jahu dari suaminya sampai zoya hampir kehabisan nafas baru ia melepaskannya


"apa kau tidak waras tuan" ucap nya kesal "kau sudah mengambil ciuman pertama ku" lirih yang masih kedengaran oleh khabir, khabir yang mendengarnya tersenyum senang


"tuan tolong buka pintunya" ucap zoya yang menahan malu dan menunduk. khabir yang melihatnya tersenyum tanpa merasa bersalah


"kenapa aku tidak bisa mengontrol diriku,wajahnya menggemaskan sekalu, ya tuhan bisa bisa aku tidak akan tahan untuk melahapnya" ucap khabir dalam hati


"tuan kenapa diam saja tolong buka pintunya" ucap zoya sedikit berteriak dan melihat kearah suaminya sekilas dan langsung menundukkan nya kembali. khabir tersentak dari lamunan nya dan langsung berjalan kearah pintu dan diikuti oleh zoya. zoya yang melangkah kan kaki nya keluar tetapi ditarik oleh khabir dan berbisik


"bibir mu sangat manis dan aroma tubuhmu sangat harum" ucap khabir diteliga istrinya, zoya yang mendengarnya langsung memerah dibagian wajahnya antara malu dan senang.


zoya bergegas turun kebawah jika ia terus berada disini tidak tahu akan seperti apa jadinya.


...


"nona ada apa dengan mu kenapa sangat berkeringat apa terjadi sesuatu" ucap pak saad menahan tawanya melihat nonanya seperti ini


"tidak apa apa pak" jawab zoya cepat, "saya permisi kekamar pak" ucap zoya yang dibalas senyum oleh pak saad


"pak" panggil zoya kembali


"iya nona ada yang bisa saya bantu" tanyanya


"tolong besok bapak panggil tukang ac agar memperbaiki ac tuan khabir, kamarnya itu sangat gerah" ucap zoya " baiklah saya permisi pak" ucapnya seraya meninggalkan tempat itu menuju kamarnya

__ADS_1


pak saad hanya terdiam mencerna maksud istri tuan nya


...


__ADS_2