Dendam & Cinta

Dendam & Cinta
EPS 49


__ADS_3

Keesokan harinya, Tari dan juga Aslan sudah bersiap untuk kebandara, namun seperti biasa hanya keheningan yang menemani mereka.. Tari terlampau canggung ketika bersitatap dengan Aslan begitupun dengan Aslan.


" Cepatlah.. kita akan pergi sejam lagi " ucap Aslan kepada Tari yang membersihkan sarapan mereka.


" I-iya mas.." ucap Tari menundukkan kepalanya.


Aslan hanya melirik sekilas, lalu kembali Fokus terhadap ponselnya. Sebenarnya ada yang hendak Tari tanyakan, namun apalah dayanya menurut Tari itu bukan lah urusan yang harus iya tanya kan mengingat perjanjian yang tertera di surat yang sudah dia tanda tangani.


Kini Aslan dan juga Tari sudah selesai dengan persiapannya, mereka keluar dengan beriringan Aslan yang tak tega kepada Tari pun berinisiatif membantu Tari membawa koper nya.


" Sini.. biar saya yang bawa, saya gk mau kamu sakit lagi" ucap Aslan.


" Ya Allah perlahan sikapnya mulai berubah.. Trimakasih atas karuniah ini" batin Tari


" Tari.. Tari.." pekik Aslan.


" Ah iya mas.." Tari lalu melanjutkan langkah nya.


Perjalanan berlangsung selama berjam-jam hingga kini mereka tiba dengan selamat di bandara soekarno-hatta, terlihat banyak yang menyambut mereka namun bukan keluarga melainkan anak buah Aslan, dia memang sengaja tidak memberi tahu kan keluarganya jika mereka pulang cepat, karena rencananya mereka akan tinggal beberapa hari di apartemen Aslan sebelum akhirnya kembali ke kediaman Mahendra.


" Selamat datang bos" ucap Reno diikuti oleh seluruh anak buah sambil membungkuk hormat.


" Mobil" tanya Aslan, secepatnya seseorang berdiri dibelakang Reno memberikan kunci mobil kepada Aslan.

__ADS_1


" Kalian semua, kembalilah bekerja.." ucap Aslan menunjuk semua anak buahnya kecuali Reno.


Mereka pun bubar tinggallah Aslan, Tari juga Reno.


Bug 'Aslan memukul kepala Reno.


" Kalau yang lain nge bungkuk kek tadi lu gk udah Gblk" kesal Aslan yang memang kesel jika harus mengulangi kata yang selalu ia lontarkan untuk Reno juga joni.


" Astaghfirullah.. kalo mukul bilang bilang napa" pekik Reno memegang Kepala.


" Yaudah pulang gih, gua mau ke apartemen" ucap Aslan masuk kedalam mobil diikuti Tari.


" Huh.. aneh banget tuh anak" kesal Reno kemudian meninggalkan bandara.


Hening..


Hanya hening lah yang menemani mereka berdua, juga suara mesin mobil yang terdengar menyelimuti kedua nya.


Hingga Aslan pun memutuskan membuka suara.


" Tari.." panggilnya.


" Eh~i, iya mas.." ucapnya gugup.

__ADS_1


" Em, apa benar kamu pernah Amnesia? "tanya Aslan.


" Haa" Tari pun terkejut dengan pertanyaan Aslan.


" Eh maaf mas, tapi aku gk pernah kenapa napa Mas" jawab Tari.


" Ah yasudah.." hingga kini mobil kembali hening.


" Ma~mas.." panggil Tari gugup. Aslan pun menengok kearah Tari.


" Maaf mas.. apa aku masih bisa kuliah" tanya Tari.


" Serah kamu saja" jawab Aslan lalu kembali memfokuskan pandangannya kedepan.


" Apa dia pikir gua tidak mengizinkannya, hah.. sekejam nya gua gk mungkin mutusin pendidikannya" batin Aslan kesal.


Aslan melajukan mobilnya cukup kencang hingga kini mereka sampai pada apartemen milik Aslan.


Oky... sebelumnya aku mohon maaf nih, udah lama gk up up, jujur aku lagi capek benget.. jadi maklumin lah, maaf banget niee.. tapi aku usahain buat bikin walau hanya se episode.. pesen aku jangan dilupain yaa semua novel aku, aku juga gk bakal putus dijalan nih cerita dan beberapa cerita lainnya, aku juga janji sih bakal tamatin semua novel aku..


...Jadi Papay........


Lanjut....

__ADS_1


__ADS_2