Dendam & Cinta

Dendam & Cinta
EPS 67


__ADS_3

" Tari.. Aslan.." panggil Widya dari luar sambil membuka pintu.


" Loh Mang.. ini kenapa ditutup" tanya Widya saat baru masuk.


" Em,, itu Nyonya anu.."


" Gk papa kok maa, cuman Rapiin baju Tari aja sekarang udah boleh dibuka mang" ucap Aslan dari belakang.


" I,i,iya den" dengan Cepat ia menonaktifkan dinding pembatas tersebut.


" Nih.. kalian makan gih, maaf mama lama soalnya ketemu teman lama tadi" ucap Widya memberi dua porsi makanan kepada mereka berdua.


" Makasih maa" dengan sigap Aslan mengambil makanan tersebut dan memberikan satu untuk Tari.


" Nih makan, jangan gk makan saya tau kamu belum makan dari tadi" ucap Aslan membuat Tari mau tak mau menerima bungkusan tersebut.


Akhirnya mobil pun kembali jalan dengan diikuti mobil Aslan yang dikendarai Reno dan Mitha.


" Ren.. Tadi nyokap lu yaa" tanya Mitha memecah keheningan.


" Iya.." jawab Reno sekenanya, membuat Mitha bungkam..


" Ih ngeselin yaa.." kesal Mitha, entah kenapa dia tidak suka jika dicuekin Reno.


" Kenapa emang nya, lu mau ketemu sama mereka hmm" tanya Reno santai, namun berbeda dengan Mitha yang langsung salah tingkah dibuatnya, yah mungkin dia mengartikannya beda yaa kawan.


" Ih apaan sih, gajee.. Emang ngapain juga gua ketemu sama orang tua lu" elak Mitha sambil membuang muka menghadap Jendela.


" Ya gk ngapa ngapain sih, hanya aja mungin daftar jadi calon mantu" ucap Reno santai padahal dalam hatinya senang bukan main dapat menggoda Mitha.


" Ih apaan sih.." Kini Mitha semakin di buat salah tingkah dengan perkataan Reno.


" Ya kalau lu mau.. besok kita langsung ke kanada aja gimana" Reno pun semakin gencar menggoda si Mitha.


" Reno..." Kesal Mitha yang akhirnya memukul pundak Reno, serta meninggalkan cubitan di pinggang pria tersebut sehingga membuat Reno merintih kerena cubitannya yang lumayan keras.

__ADS_1


" Mitha.." Reno pun menahan tangan Mitha sambil menatapnya lekat², Mitha yang kebetulan juga menatap Reno pun saling menatap terjadilah kontak mata yang cukup lama hingga tersadar akibat klakson mobil belakang.


Sontak keduanya tersentak kaget dan mengalihkan pandangan mereka kebelakang, betapa terkejutnya mereka ketika mereka sadari masih berada di lampu merah tadi.


" Reno.." tegur Mitha yang hanya mendengar suara tawa Reno, hingga tawanyapun menular.


" Hahahahaha..." keduanya pun tertawa bersamaan dengan mobil yang berjalan meninggalkan lampu merah dan mengejar menuju kediaman MAHENDRA.


" Kenapa gua seseneng ini sih bareng sama lu" batin Mitha menatap Reno yang tertawa lepas.


" Rasanya adem gito loh" sambungnya lagi.


...____ ____ ____ ____ ____...


Mobil Widya pun kini masuk pekarangan rumah yang teramat mewah, terlihat banyak pelayan yang sedang membersihkan taman dan halaman juga mempercantik tampilan bunga yang ada di taman tersebut.


" Loh maa... Ini ada apa" tanya Aslan yang berjalan berdampingan dengan Tari.


" Kamu ini gimana sih.. Lima hari lagi kan Dea mau nikah" ucap Widya.


" Lah ini didalem ada siapa" tanya Aslan lagi saat melihat Ada dua mobil berjejer rapi.


" Itu loh tantenya Frans sama Omanya dateng bareng Oma sama bunda" ucap Widya.


" Oh gitu"


Tak lama terlihat pula mobil yang dikendarai Reno memasuki Area pekarangan rumah.


" Ayo masuk" ajak Widya kini mengambil alih memegang tangan Tari yang terlihat masih pusing.


" Ayo sayang.." imbuh widya lagi sambil menuntun Tari menaiki tangga.


" Aku udah baikan kok maa.. gak papa" tolak Tari secara halus.


" Udah kamu ikut aja yaa" kekeh Widya hingga membuat Tari mau tidak mau mengikutinya.

__ADS_1


" Reno.. sekarang ikut gua" titah Aslan berjalan tepat dibelakang Widya juga Tari dan didepan Reno dan Mitha.


" kemana" tanya Reno namun tak digubris Aslan yang kini sudah berjalan disekat Tari.


" Yee dasar kulkas.." gerutu reno.


" Dih.. Emang lu enggak" kesal Mitha membuat Reno terkekeh.


" Udah cepetan masuk, ntar ketinggalan Tari loh" imbuh Reno menarik lembut tangan Mitha.


Mereka pun memasuki kedalam rumah, terlihat jelas ada banyak orang yang kini duduk di sofa ruang tamu.


" Tari mau duduk dulu" tanya Widya.


" Gk deh maa.. kepala aku masih sedikit pusing, aku ke kamar aja" ucap Tari.


" Yasudah biar mama yang antar" Widya hendak berdiri namun secepatnya dicegah Tari.


" Gk usah maa, aku sama Mitha aja" Tolak Tari.


" Yaudah kalau butuh apa apa panggil iyem yaa" putus Widya kembali duduk di sofa samping bunda Ria.


" Bunda.. Oma.. Tante.. aku permisi ya" pamit Tari sembari tersenyum.


" Oh iya sayang.." jawab bunda Ria dengan senyuman pula.


" Iya sayang.. cepat sembuh yaa" sambung Oma Wirasni dan Oma Tiara bersamaan.


" Daa sayang.." dibalas pula oleh tante Ira.


Bersambung.........


##


Okee.. pemanasan dulu gays, karna setelah ini bakal ada yang bikin tegang tegang loh..

__ADS_1


Wkwkwkwk..


__ADS_2