
" Astaga.. " pekik Reno bertambah panik.
" Ren.. kenapa.. " tanya Teri juga ikutan panik.
" Ikut gua sekarang, firasat gua Aslan dalam bahaya" Titah Reno membuat Tari berlari kecil kedalam Apartement menarik dan menenteng sebuah tas mininya.
" Ayo.." Tari berjalan didepan dengan cepat membuat Reno melongo.
" Semoga bakal jadi awal kehidupan cinta Kalian" batin Reno.
Reno melajukan mobilnya sambil mengikuti GPS yang tertera di mobil Aslan, sebelum mereka pergi tadi Reno sudah mengecek Aslan menggunakan mobil yang sering ia gunakan, untung saja mobil tersebut memiliki GPS nya. Tak lupa dia juga menyuruh beberapa anak buah mengikutinya, untuk sekedar berjaga jaga jikalau ada yang memberontak.
Perjalanan memakan waktu hingga empat puluh lima menit. Terlihat luar ber tersebut begitu ramai, Reno mengedarkan pandangannya disepanjang parkiran hingga dia menemukan mobil Aslan terparkir rapih.
" Yakin disini, bukannya ini bar yaa.." tanya Tari.
" Iya yaudah turun, ntar keburu terjadi sesuatu lagi" Reno berjalan keluar diikuti Tari dan beberapa anak buahnya.
Mereka terus berjalan menuju kamar kamar yang ada didalam bar tersebut.
" Mbak.. kamar yang dipesan atas nama Aslan ada" tanya Reno kepada kepala pelayan tersebut.
__ADS_1
" Sebentar, kalian siapanya" tanya Lelaki tersebut curiga.
" Kita keluarganya, dia yang undang kita" ucap Reno.
" Maaf mas, tidak ada.." jawab Lelaki tersebut.
" Emm.. oh iya atas nama Queen ada" tanya Reno lagi" Hingga lelaki tersebut pun memberikan nomor kamar Aslan. Dengan langkah seribu Reno berjalan menuju ruangan tersebut, terlihat beberapa penjaga didepannya dan langsung dijatuhkan oleh Reno dan beberapa anak buahnya. Hingga Reno memilih mendobrak pintu tersebut karena sudah diketuk namun yang ada didalam tak kunjung keluar.
Terlihatlah Aslan yang tertidur diatas ranjang ditemani seorang wanita yang sudah dengan pakaian terbuka setengah badan, terlihat juga dia hendak menaiki tubuh Aslan.
" Dasar jalang.." ucap Reno lalu menghampirinya yang hanya memakai bra dan langsung menampar nya.
Melihat Aslan yang hendak bangun Reno langsung memukulnya, namun saat hendak memukulnya lagi Tari menghentikan nya.
" Udahlah Ren, urus aja mereka" Tari menopang badan kekar Aslan sambil membawanya keluar, sementara Reno masih tertinggal dengan beberapa anak buahnya.
" Ckckck.. Dasar wanita gilla.." pekik Reno dengan wajah menyeramkan sambil menatap Queen yang tergeletak dilantai dengan hanya menggunakan bra.
" Lu pergi dari kehidupan Aslan, atau gua bongkar kebusukan lu dihadapan Aslan" ancam Reno keluar dari kamar tersebut.
" Sial.. tinggal selangkah aja udah berhasil, dasar pengganggu" batin Queen kesal.
__ADS_1
" Dan siapa wanita tadi.." Queen semakin kesal ketika mengingat Aslan dibawah dengan seorang wanita.
Sementara Tari menunggu Reno diluar, dia juga merapihkan baju Aslan yang terlihat kancingnya sudah terbuka, namun mendapat sentuhan tersebut membuat Aslan langsung menyerang Tari dan langsung mencium bibirnya.
" Astaghfirullah.. Tari terkejut melihat sikap Aslan yang tiba tiba menciumnya, terlebih disekitarnya tengah dipadati orang orang.
Seakan terbawa nafsu, Aslan mencoba memperdalam ciumannya membuat Tari semakin tak kuasa menahanya. Hingga tiba tiba saja Reno datang dengan mengagetkan mereka.
" Tar~"
" Sorry sorry..." ucap Reno membalikan badanya.
" Cepetan dong Ren, gua gk nyaman disini " pekik Tari mendorong pelan tubuh Aslan yang tiba tiba ambruk.
" Bawa Aslan ke mobilnya, nanti saya menyusul " titah Reno diangguki Mereka.
" Yaudah ikut gua" Reno lalu pergi meminta kunci mobil Aslan lalu keluar bersama dengan Tari.
" Ren lu pulang aja, lagian udah malem gua bisa kok bawa mobil" ucap Tari, membuat Reno sejenak berfikir namun sedetik kemudian diapun mengiakannya.
Lanjut...........
__ADS_1