Dendam & Cinta

Dendam & Cinta
EPS 97(BOM PART)


__ADS_3

" Sayang kita pulang dulu yuk" ajak Aslan menatap Tari. " Biarin Mitha disini lagian ada Tante sama om" sambung Aslan seakan mengerti dengan tatapan Tari.


" Yaudah, tapi aku mau pamit dulu sama Mitha" Tari berjalan memasuki ruangan Reno.


Baru beberapa menit diruangan, Tari kemudian keluar ruangan dengan wajah sedih ketika mengingat kembali wajah sendu Mitha yang tertidur sambil menggenggam tangan Reno.


" Kenapa Sayang" tanya Aslan khawatir.


" Ayo pulang mas, nanti bicara dijalan aja" Aslan hanya mengangguk lalu kemudian berpamitan kepada Papa Mitha yang ternyata salah satu rekan bisnis Aslan bernama Herman Adinata.


" Baiklah tuan saya permisi dulu" ucap Aslan sambil menjabat tangan Herman.


" Terima kasih sekali lagi atas bantuannya tuan muda" sahut Herman yang sebenarnya ingin menanyakan banyak hal yang berkaitan dengan kejadian malam ini bahkan pertanyaan ia menikah dengan Tari pun masih bersarang dalam otaknya.


Aslan berjalan bersama Tari saling diam, entah apa yang ada didalam pikiran masing masing. Bahkan ketika mobil dijalankan pun mereka masih terdiam.


" Sayang.. bisa gk sih jangan diam kayak gini" Aslan kesal dengan diamnya Tari hingga dia tidak tahan lagi dan memulai pembicaraan.


" Aku kayak ngerasa gagal aja jadi temen mas, bahkan aku gk sempet bantuin dia" ucap Tari diselangi tangisnya.


" Hus kamu ngomong apa sih, ini bukan salah kamu Mitha juga gk ngasih tau kamu kan kalau dia ada masalah" Aslan segera memberhentikan mobilnya ketepian jalan.


" Tapi tadi Mitha sempat nelfon aku selama tiga kali, aku gk denger karna aku tidur bahkan aku lebih mentingin tidur dari pada ngangkat telfon Mitha" Tari sesegukan menatap Aslan membuat pria itu segera memeluknya.


" Udah udah ini bukan salah kamu yaa, gk usah nangis lagi" Aslan menghapus air mata Tari dan menatapnya.


" Kamu dengar ini yaa, kamu gk salah kok kenapa kamu gk angkat itu juga kan karna kamu gk enak badan, jadi jangan nyalahin diri kamu udah jangan nangis kek gini ah ntar cantiknya ilang, sekarang kita pulang tidur ini udah hampir larut malam besok kan kamu kuliah" Aslan sebisa mungkin mengembalikan mood Tari dan benar saja Tari menarik sudut bibirnya membentuk senyuman ketika mendapat gombalan basi dari Aslan.


Mereka kembali memicu lajunya mobil, Aslan sebenarnya sudah melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan Joni dan pak Gali mereka ingin mempercepat proses kasus Reno ini.

__ADS_1


...____ ____ ____ ____...


Aslan terbangun ketika mendengar suara Adzan subuh yang berkumandang, dilihatnya Tari masih tertidur lelap disisinya ingin rasanya mengajak Tari sholat subuh namun mengingat kondisi Tari yang masih belum stabil membuatnya mengurungkan niat.


Dengan perlahan Aslan menurunkan tangan Tari yang sedang memeluknya, takut wanita itu terbangun hingga Ia bisa turun dan menunaikan kewajiban sholat mereka. Lima belas menit berlalu Aslan berjalan perlahan keluar balkon mengangkat telfon Joni.


" Hallo Assalamualaikum" jawab Aslan.


" ...... " jelas Joni di seberang.


" Yaudah.. makasih infonya, pantau terus perkembangan Reno karna siang nanti gua masih ada urusan sama bokap" jelas Aslan.


" ...... " balas Joni. Aslan pun mematikan sambungan telfonnya.


Ia teringat dengan apa yang ia lakukan kemarin, setelah melakukan meeting dengan perusahaan Sanjaya, dia dan Kevin telah membuat saham perusahaan Sanjaya turun drastis dengan membuat para pemegang saham perusahaan itu menarik saham mereka.


Bahkan dengan sekali gerakan perusahaan Sanjaya, menjadi berita hangat yang hampir saja bangkrut, itulah yang Aslan inginkan dengan membuat tuan Sanjaya bangkrut dan menjual perusahaannya kepada Aslan, namun justru Ayahnya dengan entengnya membantu perusahaan Sanjaya, bahkan tuan Gunawan menanamkan hampir dari setengah saham yang dibutuhkan perusahaan Sanjaya guna membangkitkan perusahaan Sanjaya kembali membuatnya dan Kevin tak habis pikir.


" Hallo Vin.. lu bentar ikut gua ketemu bokap yaa" Aslan langsung saja menelfon Kevin untuk membicarakan masalah itu.


" Oke bang gua juga bakal jelasin apa aja yang udah dilakuin sialan itu" jawab Kevin diseberang yang juga sudah mendengar berita.


Selesai berbincang Aslan melihat jam yang ternyata sudah menunjukan pukul setengah 6 lewat, Aslan dengan cepat bergegas masuk takutnya Tari mencarinya.


" Sayang.. ma-"


Aslan terkejut ketika mendapati Tari yang masih terlelap ditemani gulingnya, Aslan kemudian mendekat ingin membangunkan Tari mengingat Hari ini Tari ada kelas pagi.


" Sayang bangun yuk, udah pagi..." ucap Aslan lembut sedikit menepuk pipi Tari. Sedangkan Tari seakan enggan di ganggu dia merapatkan pelukannya pada guling semakin masuk kedalam selimut.

__ADS_1


" Sayang... bangun yuk udah pagi ini loh, katanya mau ke kampus" Aslan mengulas senyum menatap Tari yang semakin menggemaskan, walaupun sedikit terkejut karna biasanya Tari tidak susah seperti ini saat dibangunkan.


" Emm.. bentar yaa sayang, ngantuk banget" jawab Tari sekenanya.


" Atau kamu gk usah deh ke kampus hari ini" ucap Aslan membuat Tari membuka matanya dengan malas.


" Aku udah ketinggalan banyak materi" ucap Tari malas.


" Lagian kamu itu sebenarnya udah S2 sayang" jawab Aslan.


" Ih tapi beda sayang, udah aku maunya ke kampus" kesal Tari membuat Aslan terkekeh bahkan kini sifat Tari lebih sensitif.


" Iya deh terserah kamu aja, aku mandi dulu" Aslan hendak beranjak dari duduknya namun dicegah Tari.


" Sayang.." pekik Tari kesal memeluk Aslan dari belakang.


" Loh kenapa.." tanya Aslan berbalik menatapnya.


" Gendong, mandi bareng yuk" ucap Tari membuat Aslan geleng kepala sekaligus senang.


...____ ____ ____ ____...


" Jalankan rencana sekarang sebarkan Video kemarin yang saya kirim, di media kampus" ucap seseorang yang sedang menelfon.


" Siap boss..." jawab seseorang diseberang telfon.


" Mampus lu, gua yakin dia gk bakal belain lu secara dia lu kan cuman mainannya dia, gua yakin setelah ini lu bakal dikeluarin dari kampus" batin seseorang tadi selepas mematikan sambungan telfonnya sambil tersenyum miring.


Bersambung..............

__ADS_1


##


Hayyo ada ape lagi nih......


__ADS_2