Dendam & Cinta

Dendam & Cinta
EPS 86(BOM PART)


__ADS_3

" Kau...." pekik Bunda Tika terkejut. Tangannya bergetar memperhatikan wajah wanita yang sedang menggendong seorang bayi ditemani seorang lelaki yang sangat di kenal Bunda. Belum lagi foto seorang wanita yang tengah duduk di taman bersama gadis kecil berumur kisaran 3 atau 4 tahun, dengan senyum menghiasi wajah mereka berdua.


Back to Aslan


" Sayang bangunlah, aku tidak tahan melihatmu seperti ini" gumam Aslan menggenggam sambil mencium tangan Tari.


Aslan terkejut ketika merasakan ada pergerakan di pada tangan Tari.


" Tari apa kau sudah bangun..." tanya Aslan kepada Tari yang membuka perlahan matanya.


" Mas..." panggilnya parau. secepat kilat Aslan memeluk tubuh Tari.


" Jangan pernah seperti ini lagi, kamu membuatku khawatir saja" celetuk Aslan sambil melepaskan pelukannya, dan mendaratkan kecupan di kening Tari.


" Mas.. kita dimana" tanya Tari masih terlihat lemas.


" Kamu lupa kita sedang di rumah bunda" ucap Aslan duduk kembali sambil mengelus rambut Tari.


" Sudahlah jangan terlalu banyak bertanya sekarang istirahat lah, nanti malam saja kita pulang" titah Aslan membuat Tari menggelengkan kepalanya.


" Kenapa" tanya Aslan.


" Aku mau mas, tidur bersamaku" ucap Tari merengek.


" Huh baiklah baiklah..." Aslan hanya menurut saja lalu naik keatas ranjang berbaring di samping Tari sambil tidur terlentang, baru saja membaringkan tubuh Aslan merasakan ada sesuatu menimbruk dadanya.

__ADS_1


Terkejut sudah pasti itu yang dirasakan Aslan, karna baru hari ini Tari bersikap manja terhadapnya.


...___ ___ ___ ___ ___...


Attar sedang melamun memikirkan perdebatannya bersama Kaka juga mamanya tadi.


*


" Mau sampai kapan kau mengejar perempuan murahan itu Attar, mau sampai kapan apa kurang jelas foto² tadi yang Kaka kasih" pekik Clarissa kepada Attar sambil memperlihatkan ponselnya kepada Attar.


" Nggak aku nggak percaya semua itu, aku kenal betul Tari tidak mungkin dia mau digandeng seperti itu. Bisa jadi kan itu hanya rekayasa atau editan, aku tau sejak dulu kak Clarissa tidak suka dengan Tari" bantah Attar.


" Pelet apa sih yang di gunakan wanita murahan itu sama kamu, sampai bukti nyata kayak gini aja kamu bilang rekayasa.. sadar Attar sadar yang pantas untuk kamu itu cuman Maria" kesal mamanya dengan Attar.


" Attar mau kemana kamu, mama belum selesai ngomong" teriak mamanya.


" Sudahlah kak Risa biarkan Attar tenang, baru kita bicarakan lagi" ucap sang adik bernama Nino.


" Lihatlah dia sungguh keras kepala sekali, samqt seperti ayah" ucap Risa kepada adiknya Nino sambil memijat pelipisnya.


*


" Apa mungkin yang kak Clarissa bilang itu benar" gumam Attar memikirkan kembali apa yang terjadi tadi di kampus.


" Sebelum gua tau, mereka itu sedekat apa gua gk bakal percaya.. mungkin aja kan dia sepupu Tari yang jagain dia sama kayak Dimas" gumamnya menepis semua pikirannya.

__ADS_1


Dengan percaya diri Attar kemudian mengirimkan pesan kepada Tari, meminta izin menjemputnya namun kekecewaan pun melanda ketika Tari hanya membaca pesannya. Tak patah semangat dia kembali menanyakan keberadaan Tari, namun terbaca pun tidak tertera dilayar hp nya hanya bercentang satu.


Back to Aslan


Aslan yang belum tidur, segera mengecak hp Tari yang berbunyi tujuan ingin mengubahnya menjadi mode silent terhenti ketika melihat notif pesan Attar.


~Attar~


" Tar, besok boleh yaa gua jemput"


" Ada yang mau gua bicarain"


Aslan mendengus membacanya, dengan cepat dia menghapus pesan itu lalu memencet tombol blokir.


" Awas aja dia masih deketin Tari" gumamnya menyimpan kembali hp Tari dengan perlahan karena kepala Tari masih menyender di dada Aslan.


...___ ___ ___ ___ ___...


" Dia adalah anak kandungku, ini semua adalah rencana yang aku atur....."


Bersambung........


***


Waduh ada apa nih.. baca terus yaa biar gak penasaran

__ADS_1


__ADS_2