Dendam & Cinta

Dendam & Cinta
EPS 92(BOM PART)


__ADS_3

Pak Gali melepas pelukannya, lalu beralih menatap Aslan yang hanya terdiam menatapnya.


" Menjauh darinya sekarang" ucap pak Gali menatap datar Aslan, ucapannya bagai petir menyambar hati Tari juga Aslan. Kaki Aslan langsung lemas tak berdaya, beruntung dia langsung bertumpu pada kursi.


" Gali" panggil Bunda Ariana membuat Pak Gali menoleh sambil memberi kode.


" Biar aku yang selesaikan ini mbak" ucap Gali membuat Bunda Ariana mengangguk paham lalu mendekat ke arah Tari.


" Kita Pergi sekarang Tari" ucap Bunda Ariana memegang tangan Tari hendak menariknya pergi.


" Tidak bunda aku mau bersama Mas Aslan" ucap Tari berniat melepaskan tangan Bunda.


" Aku tidak mau berpisah dengannya" ucap Aslan bergetar hendak meraih Tari namun dicegah oleh Gali.


" Saya sudah bilang, menjauh lah" ucap Gali meremas pundak Aslan membuat pria itu meringis. Tampaknya tenaga Gali kembali seperti seorang tentara.


" Aku mohon jangan pisahkan kami" ucap Aslan dengan wajah memerah.


" Memangnya apa, bukannya anda menikahinya ingin membalas dendam pada saya, sekarang harusnya bisa membalas saya bukan.. meski saya mati saya tidak akan pernah khawatir jika Tari sudah bersama ibu kandungnya" jawab Gali mendorong Aslan hingga ia tersungkur membentur meja sofa didekatnya.

__ADS_1


" Mas..." pekik Tari terkejut berjongkok memegangi wajah Aslan yang mengeluarkan darah.


" Mas.. bangun mas.. jangan tinggalin aku" ucapnya menepuk kedua pipi Aslan.


" Ta..Tari" suara Aslan terdengar melemah.


" Tinggalkan dia sekarang Tari, kita harus pergi" Gali berbicara lalu memaksa Tari untuk berdiri.


" Paman aku mohon Paman, jangan pisahkan kami" mohon Tari namun tidak dihiraukan terlebih kini Bunda Ariana juga memeganginya sambil memaksa ia pergi.


" Tolong jangan pisahkan kami" ucap Aslan mencoba berdiri memegang kaki Gali. " Aku minta maaf, minta maaf atas kesalahan ku juga atas kesalah pahaman yang terjadi" sambungnya hendak berdiri.


" Maafkan aku Pak Gali, tapi tolong jangan pisahkan kami aku sangat mencintainya.. aku tidak akan bisa hidup tanpanya, Aku Mencintainya.." ucap Aslan lemah.


" Kau pikir semudah itu, bahkan setelah semua yang kau lakukan apa kau pikir kau layak hidup dengan Tari" pekiknya melayangkan tinju diperut Aslan.


" Ini untuk penderitaan yang selama ini kau perbuat pada Tari" ucapnya sekali lagi lalu memukul wajah Aslan hingga babak belur.


" Kau bilang kau mencintainya bukan.. sekarang tinggalkan dia kalau tidak mau kau mati disini" pekiknya menghempaskan tubuh Aslan ke sofa.

__ADS_1


" Tidak Paman.. jangan lakukan itu" teriak Tari menahan tangan Gali yang hendak memukul Aslan lagi dengan deraian Air mata.


" Pukul aku lagi.. lakukan jika itu bisa menebus kesalahanku Pak Gali" Suara Aslan membuat Tari semakin berlinang air mata.


" Aku tidak mau kau kenapa Napa mas" ucap Tari parau. " Aku rela melakukan apa saja asal kamu bertahan mas" sambungnya melepaskan tangan Gali lalu beralih memeluk Aslan.


" Aku bahkan akan mati jika tidak bersama kamu Tari" Tangan Aslan perlahan naik membelai rambut Tari dengan sedikit kesusahan.


" Sekarang tinggalkan dia, kita harus pergi" ucap Gali tanpa perasaan. Lalu menarik Tari berdiri dari duduknya.


" Aku mohon pak Gali jangan pisahkan kami" Aslan memeluk pinggang Tari seerat mungkin.


" Aku mencintainya sangat, sangat mencintainya" ucap Aslan semakin melemah hingga Akhirnya pingsan.


" Paman aku mohon" Air mata Tari semakin berlinang keluar.


Bersambung........


##

__ADS_1


rumit nih..


__ADS_2