
DOR
" Mama" teriak Mitha sambil menutup matanya, sedangkan Radit terkejut ketika tau itu ibu dari Mitha.
" Dasar Psikopat" teriak Mitha memberanikan diri menampar Radit lalu menyikut perut Radit hingga pria itu melepaskan kungkuan tangannya dileher Mitha. Dan
DOR
Lagi lagi Radit terpaksa melepaskan tembakannya.
" Mitha..." Teriak Reno diambang kesadarannya yang ternyata peluru tadi yang dilesatkan Radit dihalanginya, dengan semampu tenaganya Reno berdiri mempercepat langkahnya lalu memeluk Mitha dan membalikan badannya.
Jlep....
" Reno" Mitha menatap wajah Reno yang kini menatapnya " Gua sayang sama Lu, gu gua cinta sama lu" ucapnya terakhir kali dan beberapa detik kemudian tubuh Reno pun ambruk dipelukan Mitha, Radit melihat itu ketakutan terlebih ketika melihat darah yang mengalir deras membuatnya seakan mengingat memori kelamnya.
Radit yang ketakukan berusaha berlari keluar, namun dihentikan Gali dengan menembak satu kakinya, diikuti Joni yang meringkus Radit.
" Reno" pekik Aslan terkejut mendapati Reno berlimpah darah yang kini berada di pelukan Mitha.
" Astaghfirullah mas Reno" pekik Nadia menutup mulutnya tak percaya.
Mereka pun bergegas keluar disusul dengan yang lain sedangkan Tari menenangkan mama Mitha dan suaminya yang shok.
" Kamar ini punya CCTV kan om, simpan rekaman ini sebagai barang bukti" ucap Joni lalu berjalan membawa keluar Radit yang meringis kesakitan diselangi tangis seperti orang ketakutan.
" Saya akan urus disini dengan beberapa orang polisi anda bisa menyusul ke rumah sakit" ucap Gali kepada ayah Mitha.
" Terimakasih atas bantuannya" ucapnya berterima kasih.
Sedangkan yang lain bergegas menuju rumah sakit, kepala Reno direbahkan diatas pangkuan Mitha yang terus menangis tiada henti, sedangkan Aslan sibuk mengendarai mobil dengan Nadia disampingnya yang terus menatap kebelakang dengan wajah sesalnya.
__ADS_1
" Joni setelah itu kamu bawa Tari pulang ini biar menjadi urusanku" ucap Aslan melalui telfon.
" Sorry Slan, gua disini sama pak Gali Tari tadi ikut dimobil nyokap Mitha" jawab Joni.
" Yaudah lu langsung ke sini aja, tadi gua udah telfon Riko bawain mobil kesitu" ucap Aslan mematikan telfonnya ketika sudah sampai di gerbang rumah sakit.
...____ ____ ____ ____...
" Reno bangun, jangan tinggalin gua" ucap Mitha yang kini berada disamping Reno yang didorong.
" Jangan tinggalin gua, please..." ucap Mitha semakin parau.
" Mohon tunggu diluar mbak" ucap salah seorang suster menahan Mitha agar tidak masuk ruangan.
" Tapi kan"
" Udah mbak, biar nanti mas Reno dokter yang tangani" ucap Nadia menahan Mitha lalu mengajaknya duduk.
" Maksudnya apa mbak" tanya Mitha tak paham.
" Maaf mbak saya tadi yang angkat telfon mbak Mitha soalnya mas Reno ninggalin hp di nakas, kebetulan waktu itu pas banget saya mau bawa susu untuk mbak Tari" jelas Nadia membuat Mitha tambah menangis.
" Gua kira lu"
" Saya mah bukan siapa siapa mbak, saya tau mas Reno sayang banget sama mbak" ucap Nadia tersenyum kearah Mitha.
" Mitha.. sayang" Suara kedua orangtuanya terdengar dibarengi dengan suara Tari.
" Gimana keadaan Reno" tanya Ketiganya bersamaan. Namun tak ada jawaban dari Mitha yang ada hanya suara tangisan yang semakin kencang.
Lama mereka menunggu terlihat seorang dokter keluar dari ruang pemeriksaan.
__ADS_1
" Bagaimana keadaannya dok" tanya Mitha berdiri.
" Keluarga pasien" tanya dokter.
" Saya kakaknya" ucap Aslan menatap Dokter.
" Alhamdulillah tuan, lukanya tembaknya tidak terlalu dalam beruntung cepat dibawa kesini, hanya saja pasien belum siuman untuk beberapa jam kedepan cukup dipantau saja, jika ada pergerakan silahkan panggil saja saya" ucap Sang dokter.
" Terima kasih dok, bisa kami jenguk sekarang dok" tanya Aslan lagi diangguki sang dokter.
" Saya tinggal dulu, permisi" ucapnya melenggang pergi.
Mereka kemudian menjenguk Reno betapa pedihnya Hati Mitha yang melihat Reno terbaring tak berdaya, pria yang selalu menemaninya dari beberapa hari yang lalu, dengan keceriaannya.
" Reno, bangun woy katanya lu sayang ma gua tapi kenapa lu gk bangun juga" ucap Mitha sambil memegang tangan Reno.
Keadaan Mitha yang shok parah ditambah dengan rasa sakit dikakinya akibat ulah dari Radit tidak membuatnya beranjak, bahkan ketika Reno hendak di pindahkan Mitha masih setia disampingnya.
" Mitha.. makan dulu yuk, kamu belum makan sedikitpun loh" ajak Mamanya.
" Enggak maa, aku gk laper kok" tolak Mitha sambil menggenggam tangan Reno.
" Bangun dong, lu kata mau kenalin ke nyokap lu" air matanya berlinang membuat perih dihati mamanya yang memilih keluar ruangan.
Mitha memilih merebahkan kepalanya hingga kemudian dia tertidur Pulas ditangan Reno.
Bersambung..........
##
Moga aja nih episode gua lolos yaa, soalnya dari tadi kagak ada lolos lolos, janji deh kalau kagak lolos gua pindah lapak aja dah Review nya lama. Bahkan nih Review gua biasanya cuman berapa menit doang, kadang paling lama cuman sejam lebih doang lah ini udah Berjam jam kagak ada berhasil berhasil padahal gua rasa episode gua gk bermasalah, tapi kok bisa kagak lolos review nya cuman mau bilang aja.. kecewa sih udah cape cape nulis tapi kagak lolos liat novel orang yang bahkan lebih dari kata kata gua mereka lolos lolos aja
__ADS_1