Dendam & Cinta

Dendam & Cinta
EPS 44


__ADS_3

Welcome Back.. maaf nih udah lama gk up, habisnya aku kesel udah lama gk lolos lolos review.


Lanjut lah....


Tari melajukan mobilnya membelah jalanan, meski dia tidak memiliki mobil tapi dia sudah sering diajari oleh Sahabat sahabatnya, jadi sangat mudah baginya menjalankan mobil belum lagi jalanan sunyi, dan semakin mempermudah dia.


" Aduh gimana ini,," ucap Tari panik saat memperhatikan Aslan yang hendak membuka bajunya.


" Panas...." cuman kata itu yang bisa diucapkan oleh Aslan, sepertinya pengaruh obat perangsang yang dicampurkan Queen telah bereaksi.


" Sabar Mas.. bentar lagi kok" ucap Tari berusaha tenang. Tak butuh waktu lama mereka sudah sampai di pekarangan Apartemen, dengan Sigap Tari memapah Aslan menuju apartemen mereka yang terletak di lantai atas.


Tari mempercepat langkahnya menuju lift, saat berada didalam Aslan hendak mencium leher mulus Tari namun tak berselang lama pintu lift pun terbuka membuat Tari bernafas lega.


" Sabar mas~" ucap Tari lagi menggiring Aslan berjalan menuju tempat mereka, belum selesai Tari berbicara bibir Aslan sudah mengunci mulutnya dan melahap nya.


" Mas.." Tari mendorong Aslan menjauh.


" Ya Tuhan..." Tari kembali memapah Aslan hingga mereka pun sampai, dan bergegas masuk. Tampa sepengetahuan Tari, Reno sedari tadi membuntuti mereka.. terlihat dia sedari tadi senyam seyum sendiri melihat Aslan yang tak terkendali. ( Yah taulah.. mikirin apa, pasti lagi Trivling tuh pikiran😅).


" Semoga menikmati Tari Aslan..." ucap Reno lalu berbalik dan kembali mengurusi masalahnya.

__ADS_1


Back to Tari Aslan..


Sementara Tari kelabakan melawan Aslan yang sedari tadi diliputi gairah yang membara, apa lagi saat ia tak sengaja menyenggol dia buah gunung Tari.


" Ma~" ucap Tari terpotong ketika bibir Aslan sudah melengket pada bibirnya. Hingga akhirnya Aslan tak lagi bisa menahannya dan melakukan kewajibannya sebagai seorang suami, sementara Tari yang kini berbaring tanpa menggunakan sehelai benang pun, terisak dalam tangisnya entah apa yang terjadi selanjutnya ketika mahkota yang selama ini dia jaga telah direnggut meski oleh suaminya sendiri.


" Dapatkah aku mempertahankannya ya Allah.. sedangkan dia telah merebutnya" batin Tari.


" Aku sadar itu kewajiban ku terhadapnya, tapi apakah dia akan bertanggung jawab.. hamba tidak mengetahui apa yang terjadi kedepannya, tapi hamba mohon ya Allah bantu hamba mempertahankan rumah tangga ini sebisa mungkin" sambungnya lalu mengusap air matanya.





" Sialan..." kesal wanita muda itu yang tak lain adalah Queen.



" Sabar Queen.. kamu pikir Aslan orang biasa yang mudah dan dengan gampangnya masuk perangkap seperti itu, mending sekarang kita pulang ke Indonesia dan memikirkan cara bagaimana menjebak Aslan, tentunya dengan permainan yang cantik dan tidak akan ada yang tau" ucap wanita paruh baya tersebut.

__ADS_1



" Sejak kapan Aslan menikah bukannya dia tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun setelah Sasya mati...." kesalnya masih membara.



" Tenang.. istri simpanan itu akan sangat mudah menyingkirkannya, aku yakin Aslan tidak mencintainya.. kita hanya perlu menjebaknya atau bahkan membunuhnya, itu sangat mudah bukan.." ucapnya memperlihatkan senyum devilnya, seakan sudah terbayang seribu satu macam cara keji untuk menyingkirkan Tari.



" Wanita Sialan.. lihat bagaimana aku membuatmu, keluar dari kehidupan Aslan seperti noda yang sudah melumuri keluarga Mahendra..." Ucap Queen lalu tertawa misterius bersama wanita tua tadi.



**Waduh.. maaf nih Readers udah lama gk up, aku kesel banget tau abisnya episode kemarin kagak lulus review dari pihak nya, yaa.. moga moga aja sih episode ini lulus yaa**...



**Oky**..


**Lanjut lah**.....

__ADS_1


__ADS_2