Dendam & Cinta

Dendam & Cinta
EPS 85(BOM PART)


__ADS_3

Tak berselang lama Bunda Tika datang bersama seorang bidan paruh baya yang terlihat masih cantik. Saat ia akan memeriksa Tari disitulah ia sangat terkejut, namun sebisa mungkin ia tutupi.


" Permisi pak bisa kalian keluar sebentar" ucapnya ramah.


" Tapi saya ingin menemani istri saya" Lirih Aslan beralih menatap sang Bidan. Lagi lagi sang bidan itu dibuat terkejut.


" De,Demi kenyamanan istri bapak" ucap sang bidan membuat Aslan dengan berat hati keluar, diikuti oleh bunda Tika yang menatap sang bidan dengan tanda tanya. Mengerti tatapan Bunda, bidan itu hanya tersenyum sambil mengangguk.


Setelah pintu tertutup bidan itu berjalan kearah Tari, kemudian duduk disampingnya. Sambil menitihkan air matanya dia mengelus kepala Tari dengan penuh cinta.


" Nak, setelah lima tahun kita ketemu lagi nak kamu bahkan lebih cantik dari sebelumnya, ternyata kalian berdua memang jodoh" gumamnya mengelus kepala Tari lalu mencium pucuk k pala Tari.


Dia bahkan lupa jika dikamar bunda Tika terdapat CCTV, yang mana kini Bunda Tika sedang memantau nya.


" Sepertinya mereka ada hubungan" gumam Bunda mengerutkan keningnya, memperlihatkan gerak gerik sang bidan, yang kini mengecek keadaan Tari.


Tak mau berlama lama bunda segera keluar menenangkan Aslan yang terlihat nampak khawatir.


Ceklek....


" Bagaimana keadaan Istri saya Bu" tanya Aslan ketika bidan berdiri tepat didepan pintu.

__ADS_1


" Saya tidak bisa mengatakan dia sedang baik baik saja pak, karna terjadi komplikasi dibagian otaknya ketika mendengar sesuatu yang mungkin berhubungan langsung dengannya, sehingga gambaran masa lalu itu muncul bersamaan dan tidak beraturan"


" Lalu bagaimana keadaannya sekarang" tanya Aslan.


" Dia masih butuh istirahat, saya sarankan untuk sekarang setidaknya biarkan dia beristirahat, ini obat resep obat yang bisa meredakan denyut kepalanya, minumnya sesuai resep yaa mas Aslan" ucap bidan itu diangguki Aslan namun malah membuat bunda curiga.


" Baiklah Bu terima kasih, sebutkan saja biayanya" ucap Aslan.


" Tidak perlu Aslan, biar bunda yang akan mengurus itu kamu jagain Tari saja" titah Bunda.


" Baiklah bunda, Bu bidan saya permisi" Ucap Aslan langsung melenggang masuk ke dalam kamar.


" Baiklah, karna saya yakin kamu tetap akan memaksa jika saya menolak" jawabannya membuat Bunda kesal.


Bagaimana tidak setiap kali bidan itu berucap, berkesan berwibawa, dia mengenal bidan itu lima tahun yang lalu ketika dia berkeliling di pasar, sikap dan cara berbicaranya pun tidak sama dengan penduduk disekitar mereka yang kadang ceplas ceplos bahkan tidak berfikir sebelum bertindak.


Mereka berjalan kedalam ruangan CCTV yang selama ini dirahasiakan oleh bunda dari penghuni rumah, bahkan Aslan dan Joni pun tidak tau menahu jika banyak CCTV yang Bunda pasang lebih dari 20. Yang mereka tau hanya 4 CCTV yang Bunda minta lalu dengan alasan keamanan.


" Wow kamu ternyata sewaspada itu" ucap bidan menatap puluhan monitor tersebut bahkan matanya tertuju pada Aslan yang kini duduk disamping Tari sambil menggenggam serta mengecup tangan Tari, tak dirasa air matanya jatuh.


" Siapa kamu sebenarnya" tanya Bunda Tika to the point.

__ADS_1


" Apa yang akan kamu lakukan jika aku membahayakan mereka berdua" tanya bidan tersebut menatap Bunda yang tampak terkejut sambil kemudian menatap tajam ke arah bidan tersebut.


" Hmm.. sudah hampir lima tahun aku mengenal mu, kau tidak mungkin senaif itu.. kau pun mengenal ku bukan? jadi bisa dipastikan apa yang akan aku lakukan jika terbukti kau melakukan itu" jawab Bunda cukup tenang, dia bisa merasakan ada yang sedang di sembunyikan oleh sang bidan.


Senyum terbit di bibir sang bidan, dia lalu duduk di atas kursi. Masih dengan senyumannya Bidan tersebut meraih tas yang selalu iya bawa, sambil merogoh tasnya mencari sesuatu hingga dia mengeluarkan sebuah kotak berukuran cukup besar.


" Duduklah, aku percaya jika kau bisa dan mampu membantuku, walau rencana ini sebenarnya hanya aku dan seseorang yang tau" ucapnya kepada Bunda.


" Berhentilah membuatku penasaran" gerutu Bunda lalu duduk di samping sang bidan.


" Bukalah, setelah itu aku akan menjelaskan semuanya" ucap sang bidan.


Bunda yang sudah tidak sabar, segera meraih kotak tersebut.


" Kau...." pekik Bunda Tika terkejut.


Bersambung.........


##


Waduh kira kira apa yaa, yang ada di dalam kotak itu? tunggu episode selanjutnya yaa.

__ADS_1


__ADS_2