
" Gimana udah ada kabar dari Tari.." tanya Attar datang bersama Radit menghampiri Mitha dan juga Aya. Karna kemarin mereka sudah janjian untuk bertemu.
" Belum Atta.. gua hanya tau dari dosen kalau dia cuti dua minggu, itupun kita baru tau tadi setelah tanya Bu Marta(Dosen).
" Kamu udah coba hubungi" tanya Radit.
" Udah yang.. bahkan chat aku aja gk dia baca"
" Lu Ay.. udah coba hubungin dia" tanya Attar.
" Udah Tta.. bahkan kemarin gua periksa kerumahnya sama sekali gk ada orang, bahkan para tetangga aja bilang pada gk tau" jawab Aya.
" Yaudah coba telfon lagi, kali aja dia angkat kan" Mitha pun mengangguk dan langsung menelfon Tari.
Tut..
Tut..
Tut..
Nomer yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan (Operator).
" Tuh kan gk diangkat juga" Mitha mulai cemas.
" Terakhir gua liat dia sama cowo, tapi masa iya sih diculik" ucap Attar.
__ADS_1
" Cowo... ya kali aja iya Tta" pekik Aya.
" Ya gk mungkin lah, pake setelan jas bawa mobil mewah dan..." belum sempat melanjutkan kalimatnya, dada Attar serasa sesak mengingat kejadian hari itu.
" Dan apa Atta.." tanya Aya.. menghampiri Attar.
" Dan.. dan mereka gandengan" ucap Attar menampakkan rasa sedihnya.
" Gandengan.. setau gua Tari belum punya pacar, toh laki laki yang deket sama dia itu hanya lu Tta" timpal Mitha.
" Gua juga gk tau, pas gua buntutin mereka kebutik dulu truss kerumah yang gede baat, gua gk tau rumah siapa" ucap Attar.
" Lah truss lu gk coba cari kesana gitu" tanya Tari.
" Gua udah coba, tapi gk diijinin masuk" Attar memperlihatkan wajah sendu nya.
" Saran gua coba lu chat ajak dia ketemuan, gua gk yakin sih dia dateng tapo apa salahnya dicoba" saran Radit diangguki oleh Mitha juga Aya.
" Thanks buat usulannya yaa dit.." ucap Attar, lalu kemudian mereka berjalan menuju parkiran.
Keesokan paginya, Attar mengirimkan pesan kepada Tari.
~Tari Please dateng kedanau hijau tempat kita sering kesana dulu yaa. Jam 14:30
...Attar.....
__ADS_1
Attar mengirimkan pesan singkat tersebut berharap Tari datang dan mau menemuinya, namun dibacapun tidak apa lagi untuk dibalas.
Meski begitu Attar masih menaruh harapan yang sangat besar kepada Tari agar bersedia membalasnya. Tepat jam yang dia tentukan Attar pun bergegas menuju danau tersebut dengan harapan bisa bertemu sang pujaan hatinya itu.
Attar terus saja berdiri disamping kursi tempat dulu ia dan Tari tempatkan.
~ Satu jam berlalu namun tak ada jug tanda tanda kehadiran Tari.
~ Dua jam pula berlalu namun juga tak ada tanda kehadiran Tari.
~ Tiga jam, kini mulai turun rintik rintik namun tak membuat Tari Attar pulang.
~ Empat jam berlalu, hujan mulai deras Tapi Attar masih setia dengan dusuknya. Pikirnya Tari akan tetap datang dan menemuinya. Hingga malam pun tiba hujan juga tak mereda, entah karena kedinginan juga kelelahan Attar sudah tak sadarkan diri sampai seseorang securiti menghampirinya dan membawanya kerumah sakit.
Flash Back off..
Mendengar cerita Mitha membuat Tari semakin diluputi perasaan bersalah, hingga akhirnya air mata nya pun tumpah.
" Maaf.." lirih Tari.
" Udahlah Tar.. jangan minta maaf kekita minta maaf tu ke Attar.. gua yakin dia pasti maafin lu kok" ucap Mitha menyemangati Tari.
" Tapi gua besok mau kekanada.."
" Apa.."
__ADS_1
Lanjut.........