
Selesai dari kantor, Aslan yang hendak pulang mendapat sebuah pesan dari Queen.
" Haduh.. apa lagi sih ni anak" kesal Aslan membuka pesan dari Queen.
📲" Kak maaf yaa.. acaranya diundur besok gapapa kan"
📲" Iya.. " hanya pesan singkat yang Aslan kirim.
" Lu kenapa sih Slan" tanya Reno yang sedang menyetir.
" Gapapa.. putar balik, gua mau lembur" titah Aslan.
" Lu kagak pulang.. ini udah hampir magrib loh"
" Biarin.. anter gua aja, serah lu mau lembur atau kagak" ucap Aslan lalu fokus terhadap ponselnya.
Reno pun terpaksa harus putar balik kembali ke kantor dari pada harus berdebat dengan Aslan.
" Pulang gih.. " titah Aslan kepada Reno saat sampai didepan kantor.
" Lu emang gk jadi pergi ke pesta temennya Queen" tanya Reno.
" Besok.." jawab Aslan berjalan meninggalkan Reno.
" Huh syukur deh... gua jadi bisa mikir cara supaya Aslan besok gk jadi pergi"
__ADS_1
Rono kemudian pulang ke apartement nya, meninggalkan Aslan yang sudah masuk sedari tadi.
Sementara Tari yang selalu setia menunggu kedatangan Aslan kini sudah selesai memasak, namun Aslan tak kunjung datang.
" Aih.. gua lupa minta nomer lagi.. " Tari yang putus Asa kini memasukan makananya di penyimpanan lalu beranjak ke ruang keluarga.
Hampir Tiga jam lamanya, Aslan tak kunjung datang membuat Tari berjalan menuju meja makan. Kali ini dia tidak menunggu Aslan, dia mengambil beberapa sendok lauk yang tadi ia goreng.
" Mungkin mas Aslan lembur lagi kali yaa.. " ucap Tari, setelah selesai makan tak lupa dia membereskan sisa makanannya juga piring kotornya.
Dia kembali ke sofa untuk meregangkan otot otot nya, lalu membuka grup dari para Sahabatnya.
📲" Tar.. lu kapan pulang sih" tanya Mitha.
📲" Gua juga gk tau, tergantung suami gua katanya kita disini seminggu" balas Tari.
📲" Dasar lu yaa enak enakan disana, lah kita ada ujian dadakan dari dosen killer itu" Mitha
📲" Pengen baat gua, bejek bejek tuh muka dasar dosen ngeselin.." Aya.
📲" Ay.. jangan terlalu kesel deh, ntar ujung ujungnya jadi cinta tuh" Tari.
📲" Bener tuh kata sih Tari.. " timpal Mitha.
📲" Wah bener bener lu pada yaa, gua mah amit-amit tujuh turunan mau sama dia" kesal Aya.
__ADS_1
📲" Udah ah, gua off lu yaa bye.." pamit Tari kemudian keluar dari grup mereka.
Tari yang sudah sangat mengantuk akhirnya kini tertidur disofa sambil menghadap kedepan pintu.
KEESOKAN HARINYA..
Aslan keluar dari ruangannya sambil menenteng beberapa berkas, tujuanya ingin cepat pulang untuk mengganti pakaiannya karena di ruangannya tidak ada persediaan baju.
Dengan kecepatan penuh, Aslan mengemudikan mobilnya yang ada diparkiran bawah. Hanya selang beberapa menit kini Aslan sampai di pekarangan Apartement nya, dengan langkah jenjang dia turun dari mobil dan berjalan menuju lift, apartement nya tetletak dilantai lima, jadi tak butuh waktu lama hingga sampai ke sana.
" Mas.." pekik Tari terkejut saat melihat Aslan masuk.
" Buatkan kopi" titah Aslan meninggalkan Tari, tanpa berniat mengyalami tangan sang istri.
Tari dengan cepat membuat kopi yang diminta Aslan kemudian berlari kekamar Aslan dan menyiapkan baju kerja untuk Aslan.
Lima belas menit Aslan dalam kamar mandi, Kini dia keluar dengan hanya menggunakan handuk yang dia lilitkan di pinggangnya.
" Astaghfirullah.." batin Tari menundukkan wajahnya.
" Kopiku.." minta Aslan yang duduk disofa sambil menjulurkan tangannya, melihat itu Tari mengambil kopi yang berada diatas nakas dan memberikannya kepada Aslan dan nanya dalam dua kali teguk kopi yang ditangnnya pun habis.
" Mas semalam mas kok gk pulang" tanya Tari meletakkan satu piring sarapan dihadapan Aslan.
Lanjut.............
__ADS_1