Dendam & Cinta

Dendam & Cinta
Kenyamanan


__ADS_3

Didalam mobil zoya hanya diam dan menatap kearah jendela, tiba tiba hujan melanda kota itu seperti tahu isi hati seorang yang sedang rapuh. ia sesekali menghapus air matanya yang jatuh meski ia mencoba untuk tidak menangis. khabir sesekali melihat istrinya


"kenapa aku jadi sedih melihat dia seperti ini" batin khabir


"apa kau mau makan?" tanya khabir


"tidak, pulang saja" ucap zoya yang tetap melihat ke arah jendela


"baiklah kita akan pulang" ucap khabir dan suasana kembali hening


hampir 1 jam akhirnya mereka sampai di area hotel


"zoya kita sudah sampai, ayo turun" ucap khabir tapi zoya tidak mendengar nya


"zoya" panggilnya seraya menepuk lembut bahunya


"ah iya, ada apa" ucap zoya


"kita sudah sampai, ayo turun" ajak khabir


"baiklah" ucap zoya


"kau baik baik saja kan?" tanya khabir yang merasa khawatir


"aku baik baik saja, ayo turun, aku ingin istirahat" ucap zoya seraya turun dari mobil dan diikuti khabir


mereka pun berjalan masuk ke dalam hotel. sampai diatas mereka masuk kekamar mereka. zoya langsung menduduki tubuhnya ke sofa dan menatap kearah jendela kamar mereka. khabir yang melihat istrinya seperti orang kehilangan nyawanya langsung menghampiri nya dan duduk disebelah nya


"sudah ya jangan bersedih lagi" ucap khabir seraya menarik tubuh istrinya ke pelukan nya. tubuh zoya tidak memberontak sama sekali bahkan dia merasa sangat nyaman berada dipelukan suaminya


"terimakasih" ucap zoya lirih dan suaranya sedikit bergetar menahan tangisnya


"jika mau menangis, menangis lah jangan ditahan nanti kamu yang sesak" ucap khabir lembut dan mengelus rambutnya


zoya yang mendengar kalimat suaminya seketika tangisan nya mengeras dan tanpa sadar ia mengeratkan pelukan nya


"kenapa hatiku sakit melihat mu seperti ini" batin khabir "sepertinya aku mulai mencintaimu" ucap khabir lirih dan ia mengeratkan pelukannya pada istrinya yang terus menangis


"aku mengantuk" ucap zoya dan melepaskan pelukannya


"tidur lah ditempat tidur jangan tidur disofa, udara sangat dingin" ucap khabir dan membawa istrinya ketempat tidur


zoya membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur dan tidak pakai lama ia sudah terlelap dalam tidurnya. khabir yang melihat istrinya tidur dengan sangat pulas tersenyum seraya mencium kening nya "tidurlah istriku, aku mencintaimu, aku berjanji tidak akan membiarkan air mata mu jatuh lagi, aku akan menjaga mu" ucap khabir memandangi wajah istrinya yang bengkak akibat menangis dan menarik selimut ketubuh istrinya

__ADS_1


...


ia pun membereskan masalah pekerjaannya. ia sekarang sudah berada di area bawah hotel tepatnya ditempat makan bersama rian sekretaris nya dan roy pimpinan direktur bagian desain. khabir membicarakan masalah pekerjaan dengan ardi dan keputusan final khabir membatalkan kerja sama nya dengan ardi


"tuan apa alasannya memutuskan kerja sama dengan tuan ardi?" tanya rian


"laki laki itu sangat brengsek tidak pantas bekerja sama dengan kita" ucap khabir dengan emosi


"ada apa tuan? kenapa engkau tidak menyukai tuan ardi? apa kalian punya masalah pribadi?" tanya roy


"sudahlah jangan banyak bertanya, batalkan saja kerja sama ini" ucap khabir kembali dingin


"tapi tuan kita akan mengalami kerugian yang cukup besar, bagaimana dia nanti menuntut kita dengan denda yang begitu besar karena kita memutuskan kerja sama secara sepihak" ucap roy


"kalian tenang saja dia tidak akan berani menuntut dan iya pembatalan kerja sama ini tidak sepihak dia yang meminta" ucap khabir


"tuan kenapa dia yang membatalkan kerja sama ini, ada apa emang nya?" tanya rian


"sudahlah jangan banyak bertanya, lakukan pertemuan dengannya dan batalkan kerja samanya, kalian berdua yang harus mengurusnya" perinta khabir


"baiklah kami akan mengurusnya" ucap rian


"baiklah aku tinggal" ucap khabir pada mereka dan mengambil pesanannya pada pelayan tersebut dan pergi menuju kamarnya


"biarkan saja, aku juga tidak tahu nanti di indonesia akan aku tanya kenapa dia, kita selesaikan saja urusan kita terlebih dahulu besok malam kita akan kembali ke indonesia" ucap rian


"baiklah sekarang saja kita selesaikan, aku juga tidak ingin lama lama" ucap roy


"baiklah aku akan menghubungi nya dan meminta untuk bertemu agar pekerjaan kita segera selesai" ucap rian


...


khabir pun memasuki kamarnya dan melihat istrinya sudah bangun dan bersender di tempat tidur mereka


"dari mana?" tanya zoya


"dari bawah membelikan makanan untuk mu" ucap khabir menenteng kresek makanan yang ia beli seraya berjalan kearah istrinya dan tersenyum


"yasudah ayo makan" ajak khabir zoya mengangguk dan mereka berjalan kemeja makan untuk makan.


khabir menyiapkan makanan nya dan mengambil sendok, mereka pun makan dengan nikmat. Setelah selesai makan zoya hendak membereskan meja makan tersebut tetapi khabir melarang nya


"sudah biar aku saja, kamu mandi saja, ini sudah sore" ucap khabir lembut

__ADS_1


"kenapa dia jadi hangat gini" batin zoya seraya tersenyum


"kenapa kamu tersenyum" ucap khabir yang juga tersenyum


"ha.. tidak aku akan mandi" sedikit berlari menuju kamar mandi "aku sudah gila ya tersenyum" tapi ia kembali tersenyum dan masuk kekamar mandi


khabir yang melihat tingkah istrinya membuat ia sangat gemes melihatnya, dan ia segera membereskan meja makan. setelah selesai ia hanya duduk di pinggir tempat tidur sambil menunggu istrinya selesai mandi karena ia ingin mendi juga


"yat tuhan kenapa aku lupa lagi membawa handuk dan pakaian ku, ini gara gara dia makanya aku jadi pelupa" ucap zoya mengutuki kebodohannya


"apa aku minta tolong saja, tapi nanti dikiranya aku sengaja lagi, ah sudahlah tidak mungkin juga aku keluar seperti ini"


"tuan" panggil zoya dari bilik kamar mandi


khabir yang mendengarnya tersenyum "pasti dia ingin aku mengambil handuk dan pakaian nya, haha, apa ketika dia salah tingkah dia lupa segalanya. seperti nya mengerjainya lebih seru haha" ucap khabir dengan senyuman yang mengandung isyarat


"apa dia tidak mendengar ku, aku panggil saja lagi, tuan tolong ambilkan pakaian dan handuk ku aku lupa membawanya" teriak zoya seraya membuka pintu dan hanya kepalanya yang terlihat


"apa dia tertidur" mengederkan pandangan nya ke arah tempat tidur "apa! dia benar benar tertidur, tidak mungkin ia tertidur dia hanya ingin mengerjai ku kan, uhuuu dasar menyebalkan" gumam zoya


"tuan jangan pura pura tidur, aku kedinginan disini, tolong ambilkan pakaian dan handuk ku, apa aku harus menyiram mu biar kau bangun" teriak zoya, khabir yang mendengarnya cekikikan


"menyebalkan! aku mendengar mu tertawa, cepatlah apa aku harus kesana dan menyiram mu dengan air" teriak zoya


"kemari lah kalo berani haha" ucap khabir


"kau menantang ku, jikalau aku sudah berpakaian lengkap saja akan ku siram dirimu" teriak zoya dari bilik kamar mandi


"wah wah kau sudah berani menyuruh ku tapi kau mala memaki ku" ucap khabir seraya mendekat kearah pintu kamar mandi dan mendorong nya


"auw" pekik zoya karena ia terjerambah dilantai akibat dorongan pintu. khabir seketika membalikan badanya dan memberi pakaian istrinya dan bergegas keluar dari kamar mandi


"astaga apa yang kulihat tadi" menggoyangkan kepala nya dan kembali duduk di tepi ranjang pikiran terbang enta kemana mana


sedang zoya yang masih kesakitan akibat dorongan pintu tidak menyadari suaminya melihat dirinya tanpa pakian. ia bergegas memakai pakaiannya dan melihat ke arah cermin dan berpikir dan ia langsung tersadar


"tidak mungkin tidak mungkin" menggoyangkan kepalanya seraya berucap "tidak mungkin kan dia melihat ku tadi! aahh siall, bagaimana ini bahkan membayangkan nya saja aku malu, apa dia melihat ku tidak tidak, aahhh.. aku tidak terima dia melihat tubuhku" mengutuki kebodohannya "ahh dasar dia cari cari kesempatan, awas saja kau! gerutu zoya dan sungguh wajahnya sangat sangat kesal


akhirnya zoya keluar dengan wajah yang sangat kesal


jangan lupa like dan komen nya ya 😁


semoga kalian suka dengan ceritanya 😊

__ADS_1


terima kasih yang sudah mendukung, aku ucapkan terimakasih 🥰🙏


__ADS_2