
Disisi lain, Reno terheran" dengan data yang ia Terima dari anak buahnya (Dia punya anak buah sendiri yaa).
" Ternyata mereka saudara tiri" gumamnya sambil membaca data Queen.
" Berarti Selama ini tante Indri(aku dah lupa sape namanya😂) nyokap tiri Sasya dong" sambungnya lagi.
" Shittt.. dan gua selama ini gk pernah curiga sama mereka" Reno kemudian kembali menelfon anak buahnya untuk menyelidiki mereka berapa tahun silam.
" Gua harus cari bukti, dan membongkar semua ini.. dugaan gua mereka adalah dalangnya. Gua bakal kasih tau Aslan... Ah gk gua bakal lakuin penyelidikan terlebih dahulu buat mereka berdua, kalau emang bener gua bakal langsung kasih ke Aslan" Kemudian dia menelfon Kevin untuk meminta bertemu.
___ ___ ___ ___
Hari ini Tari menyelesaikan tugas rumahnya lebih awal, karena ia sudah membuat janji dengan kedua sahabatnya untuk bertemu Attar.
" Mas aku pergi yaa..." ucap Tari menghampiri Aslan yang sedang duduk di balkon sambil membaca kotan ditemani secangkir kopi.
" Kemana..." tanya Aslan menatap Tari, ia lupa akan pembicaraannya dengan Tari kemarin.
" Ketemuu.. Attar" jawab Tari, membuat mood Aslan seketika rusak.
" Pergilah..." ucapnya dingin kemudian memfokuskan pandangannya kembali ke koran.
" Baiklah mas..." ucap Tari berjalan kearah Aslan sambil mencium punggung tangan nya.
__ADS_1
" Assalamu'alaikum..." ucap Tari didekat telinga Aslan, seakan membuat hasrat Aslan naik. Dengan cepat Aslan melepas koran dan menarik Tari dan mendudukan Tari dipangkuannya, secepat kilat dia Mel*mat bibir mungil Tari dengan lembut.
Mendapat perlakuan itu secara tiba tiba membuat Tari hanya terdiam tanpa membalas l*matan Aslan, melihat tak ada respon Aslan menggigit bibir Tari hingga membuatnya terbuka secepat kilat Dia menjelajahi setiap inci nya, seakan terbakar nafsu Tangan Aslan tak tinggal diam, dia mulai naik kebagian gunung Tari hingga Tari memberontak meminta dilepaskan, namun tak diindahkan Aslan membuatnya dengan spontan menampar pipi Aslan.
" Shittt..." umpat Aslan melepas pautan bibirnya dengan Tari. Terlihat juga Tari yang ngos-ngosan akibat ulah Aslan.
" Kau..." Aslan menatap horor kearah Tari.
" Ma, ma, maaf ma, mas..." ucap Tari menunduk, Aslan kesal langsung mendorong Tari bangun dari pangkuannya.
" Pergilah..." kesal Aslan langsung masuk kedalam dan menuju ke kamarnya, Tari pun mengekor inya hingga terlihat Aslan masuk kedalam kamarnya dengan menutup pintunya kuat".
" Apakah aku salah, mungkin dia menginginkannya.. tapi apakah harus sekarang" batin Tari menatap kearah pintu kamar Aslan dan memberanikan diri berjalan ke kamarnya.
Terpaksa Tari keluar dan bertemu temannya yang sudah sampai diparkiran apartemen.
Mereka melakukan mobil menuju rumah sakit dimana Attar dirawat, karna seminggu ini dia tidak ingin makan membuatnya harus dirawat.
Skip ruangan Attar
" Heh cupu.. ngapain lu pada kesini" kesal Maria saat keluar ruangan bersama Clarissa.
" Eh masalah buat lu, ini kan ruang rawat Attar jadi hak kita dong lagian kita mau jenguk Attar apa urusannya sama lu" sinis Aya.
__ADS_1
" Heh gua ini tunangan Attar, jadi hak gua dong membatasi orang yang mau ketemu sama Attar" ucap Maria songong.
" Bodo..." ucap Aya hendak membuka pintu ruangan namun dicegat oleh Maria dan langsung menampar nya.
" Gua bilang gk boleh ya gk boleh" ucap Maria.
" Lu berani nampar gua" Aya lalu menampar pipi Maria.
" Kak.." adu Maria kepada Clarissa.
" Lu apain ade gua ajg..." kesal Clarissa hendak menjambak rambut Aya namun dihentikan oleh Tari.
" Saya mohon kak, kita hanya mau jenguk Attar.
" Heh.. jenguk.. bukannya lu yaa yang udah buat Attar kek gini" ucap Clarissa menjambak rambut Tari.
" Aww.. aww.." ringis Tari.
" Berhenti..."
* Wah siapa yaa.. Hehehe maaf nih ngegantungin, aku juga mau minta maaf udah jarang banget ng up soalnya jadwal padat banget...yaudah sampai sini dulu yaa bye...
...Lanjut........ ...
__ADS_1