Dendam & Cinta

Dendam & Cinta
EPS 83 (BOM PART)


__ADS_3

Di lantai atas terlihat Aslan yang tengah duduk sambil mengingat kembali momen momen kebersamaannya dengan Sasya sambil menatap kosong kedepan, hingga pikirannya teralihkan dengan kematian Sasya beberapa tahun silam.


" Aslan.." tegur Bunda Tika memegangi bahu Aslan, membuat pria itu tersadar.


" Bunda boleh duduk" tanya Bunda Tika diangguki Aslan.


" Apa benar Tari istri kamu" tanya Bunda kembali di balas anggukan oleh Aslan.


" Sejak kapan" tanya Bunda lagi sambil mendudukkan dirinya di kursi samping Aslan.


" Baru beberapa Minggu bunda" jawab Aslan.


" Anaknya baik yaa, tulus lagi" ucap Bunda sengaja memancing reaksi Aslan.


" Bahkan sangat baik bunda, dia selalu sabar hadapin aku yang labil gini" ungkapnya lalu tersenyum tulus Bunda pun ikut tersenyum melihat Aslan.


" Kamu Cinta sama Tari" tanya Bunda lagi.


" Iya bunda, bahkan sangat Hatiku seakan tidak mau melepaskannya lagi" jawab Aslan spontan membuat Bunda kembali tersenyum.


" Kalau Sasya" bagai seseorang yang telah sadar dari mabuknya, Aslan bingung menjawabnya dia baru berkata kalau mencintai Tari, lalu bagaimana dengan Sasya.

__ADS_1


" Kenapa kamu menikahi Tari" tanya Bunda membuat Aslan gugup, dia bingung harus berkata apa karena dia takut ketahuan berbohong. Bunda adalah orang yang tidak bisa dia bohongi, sejak dulu Aslan sangat dekat dengannya makanya dia bisa tau kapan Aslan berbohong.


" Hufftt.. dia anaknya Pak Gali bunda" jawab Aslan membuat Bunda Tika berpikir.


" Maksud kamu jali" tanya Bunda diangguki Aslan. Seketika bunda langsung menghembuskan nafasnya kasar terpikir tentang apa yang di lakukan Aslan


" Jangan bilang kamu ingin balas dendam kepada Anaknya" tanya Bunda datar membuat Aslan menunduk.


" Aslan.. wanita itu bukan mainan, mau bagaimana pun kamu juga lahir dari rahim seorang wanita, bagaimana perasaan mamamu jika tau kelakuanmu ini apalagi yang kamu permainkan adalah sesuatu yang sakral yaitu pernikahan, Bunda kecewa sama kamu Aslan" ucapnya hendak berdiri namun dicegah Aslan.


" Maaf Bunda maaf sudah mengecewakan bunda, tapi mau bagaimana lagi aku lakuin ini bu-"


" Aku harus cari tau juga, sebelum Aslan bertindak lebih jauh" gumamnya berjalan menuruni tangga lalu menuju kamarnya hingga ia tak menyadari jika Tari yang berjalan hendak menaiki tangga.


" Bunda kenapa yaa, ah sebaiknya jangan aku ganggu deh biar nyari sendiri aja" gumam Tari menaiki tangga menuju lantai atas.


Saat sampai di atas dia melihat kearah balkon tampak Aslan menunduk sambil meramas rambutnya, melihat Aslan sedang kacau Tari pun berjalan tergesah.


" Mas kamu kenapa" tanya Tari mengusap rambut Aslan lalu mendudukan tubuhnya disamping Aslan.


" Tari..." ucap Aslan bergetar sambil mendongakkan kepalanya, terlihat matanya dan juga wajahnya memerah secepatnya Aslan memeluk Tari membuat Tari terkejut.

__ADS_1


Terkejut melihat keadaan Aslan, terkejut pula merasakan getaran tubuh Aslan yang sangat hebat.


" Maaf.. Maafin aku udah mainin perasaan kamu dulu, tapi jujur sekarang aku mencintai kamu tulus tanpa ada sandiwara, maaf sudah menjadikan kamu alat untuk membuat aku membalas ayahmu, maaf untuk semua yang aku lakukan, sekali lagi maaf, maaf dan maaf...." ucap Aslan bergetar hebat. Mendengar ucapan Aslan membuat Tari kembali mengingat bagaimana Tari menerima tawaran pernikahan dengan terpaksa, membuatnya tersenyum miris mengingat itu semua. Namun dia kembali tersenyum ketika mengingat perubahan Aslan sekarang, dan pernyataan cinta untuknya itu membuat Tari terharu.


" Aku memang awalnya menyesal mas, awalnya aku terpaksa, duniaku seakan hancur ketika harus menerima semua ini. Tapi asal kamu tau mas sekarang aku bahagia, ketika kamu mengatakan cinta untukku.. seakan duniaku kembali cerah, aku seperti menemukan kembali sesuatu yang hilang" balas Tari sambil menitihkan air matanya memeluk erat Aslan.


" Terima kasih mas untuk rasa cintamu, terima kasih telah menerima aku, terimakasih untuk-"


" Shuttt... aku tidak pantas menerima rasa terima kasih mu, hukum aku jika kau mau" ucap Aslan melepas pelukannya lalu memegang kedua tangan Tari.


Tanpa mereka sadari Bunda tersenyum sembari menyeka air matanya melihat mereka dari CCTV.


" Semoga dugaanku benar" gumamnya sambil mengamati monitor CCTV, karena memang setiap sudut atau setiap ruangan di panti selalu dia awasi melalui CCTV.


" Siapa pemilik mobil ini" gumamnya menatap monitor CCTV yang ada pada ujung rumah namun tidak kelihatan jika tidak dilihat lebih jelas.


Bersambung.........


##


Hayo siapa sih yang di maksud??

__ADS_1


__ADS_2