Dendam & Cinta

Dendam & Cinta
BAB15


__ADS_3

Kejahilan suaminya terhadapnya masih ia maafkan, ia tetap bertahan karena ia masih mentoleransi prilaku suaminya terhadapnya. Karena menurutnya prilaku masih dalam batasan wajar, dia tidak pernah menerima kekerasan fisik. Iya mungkin zoya hanya kesal terhadap prilaku suaminya yang senang mengerjainya.


...


Pagi hari telah tiba ini sudah genap sebulan mertuanya meninggalkan rumah ini, sebenarnya zoya sangat senang ketika mertuanya akan pergi untuk beberapa waktu kedepan, tapi ternyata sama saja karena masih ada laki laki itu, yang membuat batin zoya ingin terus memaki pria gila itu, jika tidak karena ayahnya mungkin dia akan menginap untuk beberapa waktu dirumah ayahnya tapi apa daya pasti ayahnya akan menayakan mengapa ia mau menginap dirumah ayahnya sedangkan suaminya berada dirumah sendirian.


“oh tuhan mengapa aku harus menjalankan pernikahan ini dan terjebak dengan keluarga semacam ini” memeki dalam hati


Karena hari ini hari minggu seharusnya hari besantai untuk semu orang tapi tidak untuk zoya dia terus dikerjai habis habisan dan dia hanya bisa menurut tanpa berkata tidak!


Sore haripun telah tiba zoya yang berada dikamarnya mendengar suara seseorang dari luar kamarnya seperti dia mengenal suara itu. Akhirnya ia memutuskan keluar melihatnya dan telihat seorang perempuan sedang duduk dengan anggun diruang tamu bersama suaminya.


“ihh apa apaan si prempuan itu ganjen banget nempel nempel sama suami orang” ia langsung tersadar dengan hatinya "apaan..aku tidak cemburu kok" gerutu zoya dalam hati "tapi kan enggak seharusnya dia bermesraan seperti itu dirumah ini, setidaknya hargai akulah yang berada dirumah ini. hargai aku sebagai istrinya! huuhh” kesal melihat pemandangan didepanya


Akhirnya ia memutuskan kedapur mengambil minum karena ia haus setelah melihat mereka. Tapi tidak sengaja gelasnya terjatuh dan mengenai kakinya yang ikut tergores dan mengelurkan darah.


“auw..” suaranya pelan agar tidak terdengar oleh mereka yg sedang bercinta diruang tamu itu


Tiba tiba pak saad menghampiri..


“nona tidak apa-apa?” Tanya pak saad khawatir


“tidak apa apa pak hanya sedikit lecet saja”


“tapi itu berdarah nona, sebentar saya ambil p3k nya nona” beranjak menagambil p3k


Karena mendengar keributan dari dapur akhirnya khabir dan Zahra menghampiri.


“ada pa ini, kenapa gelasnya bisa pecah” Tanya khabir pada pelayan yang membersihkan pecahan gelas


“mohon maaf tuan, saya yang memecahkannya” (jawab zoya)


khabir yang melihat kakinya zoya berdarah langsung bertanya.


“kenapa dengan kaki mu?”


"Tidak lihat apa berdarah, kenapa nanya lagi" gerutu zoya dalam hati


Zoya belum menjawab pak saad sudah datang membawa p3k untuk mengobati kakinya.


“ini nona” menyerahkan p3k


“terimakasih pak” ucap zoya

__ADS_1


Zoya yang melihat Khabir dan Zahra langsung tersadar…


“hei kenapa kalian melototi ku, aku hanya memecahkan gelas tidak membakar rumah ini” ketus zoya dengan berani dan meninggalkan mereka semua menuju kamarnya untuk mengobati kakinya


Sampai di kamar ia langsung membersihkan kakinya dengan air bersih agar tidak infeksi dan menaruh tetesan obat ke kakinya, ia sengaja tidak diperban karena takut kakinya tidak akan kering, jadi dia membiarkan kakinya terbuka begitu saja tanpa perban.


“huuhh.. seharusnya tadi aku membawa minum, aku sangat haus sekarang” memekik diri sendiri "mau bangkit tapi kakiku masih nyerih.. ah sudahlah lebih baik aku goleran saja"


Satu jam berlalu pak saad mengetuk pintu kamar zoya..


“tok..tok..tok.. nona saatnya makan malam”


zoya tersentak dan mengeliat dan berjalan pelan karena kakinya masih sakit dan membuka pintu


“pak makanannya bawakan kekamar saya sajanya pak, bisa kan pak?”


“baik nona” meninggalkan zoya


Zoya yang sedang duduk dipinggir kasur menunggu sarapannya sambil bermain hp tiba tiba dikejutkan dengan dorongan pintu yang sangat keras langsung tersentak melihat kearah pintu


“apaan si laki laki ini” melirik tajam dan tidak terlalu memperdulikannya, ia menatap layar hp nya kembali


“makan diruang makan” ketus khabir


khabir menarik tangan zoya.


“kamu apa apain sih” menghempas tangan khabir


“Aku bilang bangun dan keruang meja makan sekarang” bentak khabir


“aku kan udah bilang aku makan disini” kekeh pada pendirian sambil melihat hp yg berdering beberapa kali, watshapp temannya


Seketika khabir menarik hp zoya dan membatingkannya kelantai..


“pak saad” panggil khabir


“iya tuan” jawabnya


“suruh supir antar Zahra kerumahnya” ucap nya tegas


“baik tuan” meninggalkan serta menutup pintu kamar zoya


__ADS_1


“mohon maaf nona, anda disuruh pulang oleh tuan khabir”


“kenapa pak, ada masalah” Tanya Zahra yg kepo "apa yang terjadi" gumamnya


“mohon maaf nona anda disuruh pulang, silakan nona” antar pak saad kedepan pintu utama dan meyuruh supir untuk mengantarnya, supirnya pun mengagguk


Akhirnya Zahra pulang diantar supir, padahal ia sangat ingin tahu apa yang terjadi.


...


Zoya yang melihat hp nya berserak dilantai, ia pun tersulut emosi.


“ada apa dengan anda tuan mengapa membanting hp saya, salah saya dimana?” bentak zoya yang tidak kalah keras dengan suranya


“dengar dan camkan! aku paling tidak suka dengan orang pembangkang seperti dirimu, dan ingat status mu disini! Aku bisa saja nembuat ayah mu terbaring lemah dengan memberi tahu keadaan mu sekarang!” suaranya dingin dan getir


menghela nafas dan menahan air matanya, dia tidak pernah menunjukan tangisan dihadapan kelurga zafran karena dia tidak ingin terlihat lemah dihadapan mereka.


“keluar!" teriak zoya “keluar dari kamar saya tuan “ teriak zoya “oh.. anda tidak mau keluar biar saya yang keluar!” meningglakan khabir dan keluar dari rumah ini padahal kakinya masih sangat sakit


“aarrkkhhh” menumbuk tembok


...


“tuan, mohon maaf tapi nona pergi meninggalkan rumah, saya sudah berusaha menahan nona, tapi nona tetap bersikekeh keluar dari rumah ini saya tidak bisa menahan nona lagi"


“biarkan dia” (suaranya dingin)


“mohon maaf tuan tapi nona pergi dalam keadaan kakinya sedang sakit dan saya juga melihat nona sedikit susah berjalan, tapi nona tetap pergi dengan keadaannya seperti itu” kembali menjelaskan penjelasannya


“istirahat lah”


“baik tuan" tidak bisa berkata lagi akhirnya ia meninggalkan khabir


...


Maafnya gusy karena jarang upload novelnya Karena Aku juga bekerja + banyak tugas kampus yang deadline juga minggu itu juga.


jadi aku belum sempat nulis, karena hari ini libur aku sempetin nulis, maafnya cuma satu episode, aku juga lagi belajar nulis nih hehe


maafnya curhat dikit hehe😂


makasih juga yang sudah sudi meluangkan waktunya untuk membaca novel ku.

__ADS_1


Thank you buat kalian 🥰


__ADS_2