Dendam & Cinta

Dendam & Cinta
EPS 36


__ADS_3

Reno menuntun jalan tari hingga menuju sebuah ruangan yang terdapat sebuah kasur yang lumayan empuk.


" Silahkan nona..." ucap Reno membukakan pintu kamar tersebut.


" Terimakasih pak" sahut Tari tersenyum.


" Jangan sungkan nona, panggil saja Reno karena Anda sekarang atasan saya.


" Kalau begitu jangan panggil saya nona, panggil saja Tari.


" Oh yaa Ren, mas Aslan mana" tanya Tari.


" Dia sedang diruangannnya Tar, sabar yaa.." ucap Reno yang mengerti dengan raut wajah kekecewaan Tari.


" Pesan saya cuman satu Tari.. jangan menyerah untuk meluluhkan hati Aslan, sejujurnya dia orang baik hanya saja anda belum memahaminya. Kamu juga belum tau ada sesuatu hal yang membuat ayah kamu dan Aslan hingga berujung seperti ini"

__ADS_1


" Yang kuat yaa.. Saya dukung hubungan kalian, pertahankan dia karna sekarang kamu istrinya, jangan biarkan wanita lain mendekatinya, karna dia orng baik Tari.." ucap Reno yang sangat pengertian terhadap mereka.


" Trima kasih atas saran dan dukungannya, saya tau kamu orang baik walau kamu tau pernikahan kami hanyalah sebuah perjanjian" ucap Tari tersenyum, membuat Reno angkat kaki dari hadapannya.


" Mungkin ini jalan yang harus hamba tempuh, untuk rumah tangga hamba ya Allah..."batin Tari menguatkan hatinya atas kenyataan hidupnya, yang begitu pahit.


...~~~...


" Dari mana aja lu, nikmatin dia" celetuk Aslan yang sedang menyenderkan kepalanya dikursi, sambil melipat kedua tangannya.


" Ya gapapa sih gratis buat lu.." cetus Aslan.


" Istighfar oii... dia itu istri lu, satu pesan gua jangan sia siain dia" Reno lalu beranjak keluar menuju kamarnya.


Sepergian Reno, Aslan terus saja berfikir atas ucapan yang dikatakan oleh Reno tadi.

__ADS_1


" Aiiihhh.. bodo amat lah.." Aslan lalu merebahkan tubuhnya dikasur samping kursi tadi.


Berbeda dengan Tari yang entah dapat keneraniaan dari mana dia berjalan mencari ruangan Aslan. Hingga sampai diruangan yang terlihat tidak terkunci, dia mengintip sedikit dari depan dengan harapan kamar yang satu ini adalah kamar suaminya, dan benar saja dia melihat Aslan yang tidur dengan pakaian yang tadi ia kenakan.


Dengan langkah pelan, dia berjalan mendekat kearah Aslan yang sedang tertidur pulas. Dengan perlahan dia membuka sepatu dan juga kaos kaki Aslan, setelah itu beralih membuka jas nya.


" Maaf mas sudah lancang" ucap Tari mendudukan dirinya dan menatap wajah damai Aslan ketika tertidur. Takut berlama lama, Tari pun dengan cepat berdiri lalu menyelimuti Aslan dengan selimut yang sudah ada diatas nakas.


Kemudian dia berlari keluar kamar dan menuju kearah kamarnya, tanpa dia sadari sedari tadi Reno memantau apa yang dia lakukan kepada Aslan.


" Saya mendukungmu Tari...." gumam Reno kerkekeh melihat kenekatan Tari.


**Lanjut..........


______________________________

__ADS_1


Mohon maaf kepada para readers nih, kerena beberapa udah lebih dari seminggu gk up, yaa aku sih kalau menyambut puasa itu banyak kerjaan kak, sama pas Deket lebaran .. jadi buat para readers yang kesel aku gk up up yaa kendalanya karna banyak kegiatan kak.. maaf yaa🙏🙏🙏, ini aja aku pusing gimana cara nyempetinnya, tapi Alhamdulillah aku sempet buat se episode.. tetep baca yaa karya aku mohon support nya yaa, jangan bosen baca karya aku.. tunggu kelanjutan kisah Aslan juga Tari yaaa**......


__ADS_2