Dendam & Cinta

Dendam & Cinta
EPS 69


__ADS_3

" Satu lagi yang perlu lu tau Slan..." ucap Reno membuat etensi Aslan menatap penuh tanya kearah Reno.


" Gua punya sedikit kemungkinan kalau Ta-"


Tok tok tok...


Terdengar suara ketukan pintu dari luar membuat Reno menghentikan ucapannya.


" Siapa" teriak Aslan.


" Ini aku mas.." balas Tari agak teriak. Mendengar jawaban dari luar, dengan cepat Aslan berlari sambil membukakan pintu.


" Kenapa" tanya Aslan kepada Tari yang kini berhadapan dengannya.


" Itu mas.. emm mas dipanggil sama mama" ucap Tari sambil menunduk.


" Emang nya kenapa saya dipanggil" tanya Aslan mendapat celengan dari Tari.


" Gk tau mas,, Tapi katanya ada tamu dibawa" jelas Tari.


" Ya udah ayo,, Reno nanti aha kita lanjut bahasnya" ucap Aslan lalu menggandeng Tari keluar.


" Huh.. mungkin blum saatnya" gumam Reno berdiri dari duduknya lalu keluar menuju balkon.


" Sebaiknya gua musti ngabarin jo aja dulu" ucap Reno sembari menekan layar telfon.


..._____ _____ _____ _____...


" Kenapa maa.." tanya Aslan berjalan sambil menggandeng tangan Tari menuju ruang tamu yang mana terlihat sudah ada sepasang suami istri juga seorang wanita muda yang sudah tak asing lagi dimata Aslan juga Tari.

__ADS_1


" Loh Pa.. papa disini" sapa Aslan lalu menyalimi tangan Seorang pria paruh baya yang bisa dikatakan seumuran dengan Hendra.


" Memang papa gk boleh kesini" kesal pria tersebut sembari tersenyum dan menatap Tari lalu beralih menatap Aslan seakan meminta penjelasan.


" Eh kenalin pa.. ini Is-"


" Kak Aslan... aku kangen banget sama kakak" teriak gembira wanita muda tersebut sembari memeluk erat Aslan membuat Tari yang kesal hendak melepaskan tautan tangannya, namun dicegah Aslan.


" Queen.. lepas.." Ya wanita itu adalah Queen.


Dengan kesal Aslan membentak Queen karena merasa risih juga tak mau membuat Tari marah.


" Kenapa kak" tanya Queen terkejut sekaligus takut.


" Tolong hargai istri saya disini, jangan sembarangan meluk saya" ucap Aslan dingin sembari menarik Tari hingga terhimpit dipinggang nya, sembil mengeratkan tangannya dipinggul Tari.


" Ternyata benar kamu sudah menikah Aslan,, hah padahal papa mau jodohin kamu sama Queen sebagai pengganti Sasya" ucap Pak gunawan papa kandung Sasya.


" MasyaAllah.. Apa mas Aslan beneran mencintai Aku, atau dia memang hanya tidak mau menerima tawaran ini" batin Tari.


" Eh mending duduk dulu, gk enak bicara sambil berdiri" ajak Widya.


Mereka pun menurutinya, terlihat jelas Pak gunawan sedikit terkejut mendengar penuturan Aslan begitu juga sang istri dan juga Queen yang bercampur kesal, karna Aslan menolak lamaran papanya.


" Atau gini aja deh Slan, kalau kamu mau jadiin Queen istri kedua kamu gimana" ucap Indri mamanya Queen.


" Tante ini bicara apa sih, saya gk bakal pernah mau duain istri saya yang jelas jelas saya cintai" kesal Aslan menatap Indri dingin.


" APA sekarang dia memanggil aku tante, keterlaluan" batin indri kesal.

__ADS_1


" APA.. kak Aslan panggil mama, tante? biasanya kan mama kok berubah sih, ini pasti gara gara perempuan sialan ini" batin Queen.


" Tapi kan Slan, sebaiknya kamu pertimbangan tawaran papa yaa" ucap gunawan tersenyum.


" Lagian kan coba kamu liat Queen, kurang apa dia.. udah cantik, model, ideal banget untuk kamu, sedangkan istri kamu liat.." sambung gunawan menyayat hati Tari entah kenapa dia merasakan sakit yang luar biasa, jauh lebih sakit dari perkataan orang lain yang bahkan jauh lebih pedas.


" Maaf tuan gunawan.. maksud anda apa yaa bicara seperti itu" kesal Widya yang awalnya bisa menahan emosi kini berdiri dengan kesal.


" Tapi memang yang saya bicarakan benar" ucap gunawan tersenyum sambil berdiri.


" Queen ini mantu yang cocok untuk kalian, yang sederajat" ucap gunawan lagi.


" Maaf tuan gunawan tapi yang anda ucapkan itu sudah keterlaluan" kini Hendra yang kesal lalu berdiri.


" Maa.. paa udah yaa jangan marah, lagian memang benar yang dikatakannya tuan gunawan tadi" lerai Tari menenangkan hati kedua mertuanya itu.


" Lihat dia pun mengakui, bahwa yang saya katakan memang benar.. dia memang kampungan bedah jauh dengan Queen" begitulah kini sifat pak gunawan yang sangat berbeda jauh dari sifatnya yang dulu.


" Maaf om.. Saya rasa ucapan om itu sudah keterlaluan, mau bagaimana pun Tari itu istri saya yang sangat saya cintai.. om bahkan sudah berani mengatai istri saya didepan mata kepala saya sendiri, dan dengan sengaja om menghina dia. Maaf om saya rasa tidak ada lagi yang perlu saya bicarakan,, saya permisi" Aslan yang emosi pun segera menarik tangan Tari menaiki tangga menuju Kamarnya.


" Sial berani dia sama saya.." kesal Gunawan dalam hatinya.


" Bahkan kak Aslan berani membentak papa hanya karna wanita sialan itu,, awas aja kamu Tari.. Aaggrrhh.." teriak Queen meluapkan kesal di dalam hatinya.


" Awas aja kamu anak sialan" batin indri.


Bersambung.....


##

__ADS_1


Tenang masih awalan, masih pemanasan..


Wkwkwkwk....


__ADS_2