Dendam & Cinta

Dendam & Cinta
BAB5


__ADS_3

Zoya tidak pernah setegang ini, ia berusaha mengusik semua hal-hal buruk yang akan ia dapatkan, entah mengapa ia merasa sangat takut untuk menikah dengan Tuan Khabir, meski dilain sisi ayahnya sangat bahagia tapi dia tidak bisa menutup kegelisahannya.


Zoya yang sudah sangat cantik dengan balutan gaun berwarna putih dan polesan make up yang begitu natural diwajahnya menambah keelokan dirinya.. rambutnya yang sedikit ikal dibawah terurai panjang dibelakang bahunya dengan tubuh yang tidak terlalu tinggi, dengan badan yang sedikit berisi menanbah kecantikan dirinya. dia memang tidak suka dengan riasan yang menor apalagi sampe membuat dirinya tidak seperti dia, dia suka make up tapi tidak berlebihan dan dia juga memakai make up diacara tertentu saja.


“kamu sudah siap nak” Tanya burhan ayahnya


“sudah yah” menjawab dengan senyuman secerah mungkin, agar ayahnya bahagia juga


Akhirnya meraka berangkat ke gedung tempat pesta pernikahannya dilaksanakan.


Sedangkan Khabir juga sangat terlihat tampan dengan balutan pakaian yang serasi berwana putih dan menggunakan jas berwana putih juga, hari ini dia benar benar tampan dengan balutan warna putih yang ia kenakan, meski sebenarnya dia sudah tampan sejak lahir hehe.. Pede banget emang Khabir ini :D, dengan postur tubuh tingginya dan badanya yang agak berisi menambah ketampanannya. Pantas saja ia digilai para wanita.


Meraka beserta keluarga telah hadir di gedung tempat mereka akan mengikat janji suci.

__ADS_1


Dan setelah ijab Kabul telah terucap dan semua telah mengatakan “sah” tiba tiba air mata zoya menetes dengan seketika ia tidak tahu tangisan apa ini. Apakah tangisan bahagia,sedih atau... Ia merasa campur aduk...


Setelah selesai segala proses mengenai ijab Kabul, meraka duduk di tempat pengatin dan berjalan bergandeng tangan menuju pelaminan untuk sesi photo mereka.


ini kali pertama ia menggandeng tangan seorang pria setelah ayahnya ada rasa campur aduk didalam dirinya dia juga tidak tahu mengapa tapi dia merasa apa ini keputusan yang tepat menikah dengan seorang yang bernama Irsyad Khabir Zafran. entalah dia juga bingung menafsirkan isi hatinya yang terpenting ayahnya sangat bahagia dengan pernikahan ini.


"Toh itu yang aku inginkan melihat ayah bahagia dengan melihat aku menjadi seorang pengantin" gumamnya dalam hati


Meraka mengabadikan photo photo meraka seperti selayaknya pengantin.


Dilain sisi wajah yang sangat bahagia adalah Nyonya Syahlaa Ia tersenyum seperti memenangkan perlombahan.


___

__ADS_1


Pernikahan telah usai ia berpamitan pada ayahnya disitu zoya seperti anak anak yang tidak mau lepas dari orang tuanya ia menagis tapi ayahnya berhasil menenangkan ia dan berkata...


“nak mengapa engkau menangis, seharusnya engkau bahagia kan" memeluk anaknya "apapun yang terjadi pastikan engkau selalu menurut apa kata suami mu nya nak, jangan melawan mertuamu, anggap mereka seperti orang tua kandung kamu nak" menupuk bahu anaknya “ayah akan selalu mendoakan kebahgian untukmu, jika engkau punya masalah dengan suamimu bicarakan baik baik dengannya, jika memang sudah tidak bisa terselesaikan kamu bisa berbicara pada mertua kamu dan kamu juga bisa bicara dengan ayah" megelus bahu anaknya sambil memeluknya “baiklah jadilah istri yang berbakti dan menantu yang baiknya nak” ucap Burhan


“baik yah, terimah kasih untuk segala yang engkau telah berikan padaku, Aku mencintaimu yah memeluk ayahnya


“baiklah pergilah bersama suamimu”


Dan akhirnya Zoya benar benar meninggalkan ayahnya. Dia tidak tahu akan seperti apa hidupnya nanti bersama suaminya dan keluarganya. Sudahlah aku hanya perlu tersenyum & bersyukur untuk semua hidup yang aku jalani.


Sesamapainya dikediaman rumah bapak Zafran. Zoya sudah merasa aneh dia enggak tahu perasaan apa ini tapi dia selalu gelisah dia berusaha membuang segala pikiran negatif yang menghampirinya. "Sudahlah toh ini sudah terjadi, apapun yang terjadi dia harus Kuat Saya hanya perlu senyum bukan" menenangkan hatinya


___

__ADS_1


__ADS_2