Dendam & Cinta

Dendam & Cinta
EPS 95(BOM PART)


__ADS_3

" Ada apa ini" tanya orang yang baru datang.


" Ini Bunda Tika, dia teriak sambil pegang hp Reno.


" Ha.. Astaga kenapa Nak Nadia" tanya Bunda Tika mendekati Nadia.


" Bunda Kenal" tanya Tari diangguki Bunda Tika.


" Kenal kok, Dia ini salah satu yang bantuin bunda jaga panti, tadi bunda suruh dia bawa susu" jelas Bunda Tika.


" Loh kok hp saya ada sama kamu" tanya Reno yang kini berdiri dibelakang mereka.


" Reno.. mas Aslan mana" tanya Tari.


" Masih dibawa, jawab saya kenapa hp saya ada sama kamu" tanya Reno kepada Nadia.


" Anu itu mas.. ada yang nelfon tadi" jawabannya sambil menunduk.


" Kenapa kamu lancang sekali angkat telfon saya" Reno kaget ketika Nadia mengatakan ada yang menelfon, dia berfikir takutnya mamanya yang menelfon.


" Siapa tadi yang menelfon" tanya Joni mendekat kearah Nadia.


" Anu itu kak, Namanya Mitha-"


" Apa.." jantung Reno berpacu kuat lalu segera menelfon Mitha yang tidak terjawab.


" Aaarrrggg" kesal Reno yang kini melihat Nadia dengan marah.


" Maaf mas.. saya gk tau kalau itu pacar mas, soalnya dia banyak kali nelfon jadi saya angkat" Nadia menunduk dalam takut dengan tatapan Reno.


" Ren, udahlah jangan kek gini kasian dia takut" Joni melerai.

__ADS_1


" Apa.. lu bisa setenang ini tapi gua enggak, mana Mitha gk angkat lagi" kesal Reno sedikit berteriak lalu melempar hpnya ke sofa sedikit keras.


" Lu bisa lebih kalem gk sih, nih cewe woy dia gk sengaja dia juga gk tau itu siapa" Joni lalu mengangkat kerah baju Reno.


" Stop dong, bisa kan di bicarain baik baik" Tari melerai menjauhkan Reno sedangkan Joni ditahan oleh Nadia.


" Tapi kan Tar, lu liat sendiri kelakuan dia tadi" ucap Joni tidak mau mengalah.


" Udah kak, jangan marah lagi.. dan untuk Mas Reno saya mohon maaf, tapi tadi klo gk salah dia minta tolong trus ada orang yang teriak teriak minta dibukain pintu" ucap Nadia memberanikan diri membuat Reno kembali mengingat kalau Mitha sendirian dirumah.


" Astaga Tari, dia sendirian dirumahnya om sama Tante lagi ngehadirin acara" pekik Reno secera meraih kunci mobilnya lalu melepas peci yang ia kenakan tadi, kebetulan tadi dia menggunakan celana kain hingga mempermudah gerakan larinya.


" Gua ikut yaa" teriak Tari berlari ditangga namun dihentikan Aslan bersamaan dengan Gali yang muncul dari kamar Bunda Ariana.


" Kak.." Nadia memanggil Joni yang membuat Joni spontan menatapnya.


" Kita ikut juga yaa, lagian juga aku merasa bersalah" ucapan Nadia membuat Joni bertambah pusing, belum lagi tadi Reno memarahinya tapi dia masih bersikap seperti itu.


" Kita ikut juga yaa Joo" ucap Tari diikuti Aslan yang kini berbalut jaket. Gali pun tak ketinggalan dengan baju santainya.


" Oke..." jawab Joni.


...____ ____ ____ ____ ...


Reno memicu laju mobilnya seperti orang kesetanan, beruntung jalanan yang dia lalui sekarang sepi karena tadi dia memotong melewati jalan tikus yang memang bisa lebih dekat dari jalan itu. Hingga Reno kini sampai dipekarangan rumah Mitha yang terlihat jelas pintu balkon Mitha pecah, Reno berjalan mendekat ke pos jaga depan rumah Mitha dan terlihat dua orang satpam tepar ditempat.


" Shitt.. bajingan sialan" umpatnya kesal menghiraukan kedua satpam itu lalu berlari masuk gerbang rumah Mitha.


" Psikopat sialan" umpatnya bertambah kesal melihat satu tangga yang berdiri menuju balkon kamar Mitha.


Terdengar suara Mitha yang samar samar meminta bantuan, dibarengi suara seorang laki laki tengah berbicara. Reno sebenarnya ingin cepat menerobos masuk namun dia tidak mau bertindak gegabah.

__ADS_1


Beberapa menit Reno terdiam, tidak ada lagi suara Mitha maupun Laki-laki itu hingga seperkian detik Mitha berteriak " Reno hati hati" teriak Mitha memberanikan diri. Membuat Reno terkejut lalu menyingkir dari tempatnya berdiri dan benar saja satu pemukul baseball menerobos pintu kaca itu dengan kuat.


" Dasar Psikopat" umpat Reno melihat alat yang kini menghadapnya.


" Cewe sialan" teriak laki laki itu menatap jengah Mitha.


" Stop dit.. gua mohon" teriak Mitha yang ternyata laki-laki itu adalah Radit.


" Reno...." Teriak Mama Mitha bersamaan ayah Mitha diikuti Aslan juga rombongan nya yang menatap Reno.


" Stop Radit.... jangan" teriakan Mitha membuat semuanya terkejut begitupun Tari.


" Radit psikopat" teriak Reno menerobos pintu kaca itu untuk masuk.


" Wow...pahlawan kamu sudah datang sayang" bisik Radit sambil menggesekkan ujung pistol diwajah Mitha.


" Sialan lu Radit, lepasin dia kalau lu gk mau mati" teriak Reno dengan marahnya.


" Ah tolong aku takut" pekik Radit disusul tawa renyahnya.


" Kalau gua gk mau, gimana lu mau apa lagian gua yakin lu gk bisa ngapa-ngapain" ucap nya mengejek.


" Mitha...." teriak wanita paruh baya menerobos masuk kamar Mitha dan....


DOR


" Mama...."


Bersambung.......


##

__ADS_1


Sabar yaa Readers😅


__ADS_2