
Apartemen
Selesai beres beres, Tari memilih merebahkan tubuhnya sebentar sebelum akhirnya kembali kedapur untuk menyiapkan makan siang.
Sementara Dikamar mandi Aslan selalu terbayang bayang akan kejadian dimana dia telah merenggut mahkota yang selama ini dijaga oleh Tari.
" Apakah aku menumpahkan nya disana" pertanyaan itu selalu terngiang ngiang dikepalanya. Entah apa yang harus dia lakukan jika Tari tiba tiba hamil, bukankah dia ingin menyiksa Tari untuk melampiaskan kekesalannya terhadap Galih, namun jika sudah begini rencana akan berubah menunggu sampai ada waktu yang tepat untuk membalas kan dendam Sasya. Disatu sisi dia juga Kesal terhadap Queen mengapa dia harus menjebak Aslan dan ingin tidur dengannya, kepalanya seakan mau pecah.. entahlah, dia masih belum menyadari jika Queen menginginkan Aslan menjadi pasangan hidupnya juga menjadi ATM berjalannya.
( Ah sayangnya ego Aslan lebih besar dari apapun itu, mau bagaimana pun dendam Sasya harus ia balaskan)
" Ah sudahlah.. toh Tari juga tidak hamil, mungkin aku tidak menumpahkannya disana" ucap Aslan bangun dari bat up dan meraih handuk lalu melilitkannya di pinggang.
Selesai memakai pakaiannya, Aslan memilih keluar untuk menonton TV namun saat sampai didapur dia melihat Tari sedang memasak, dan dengan lihainya mengiris beberapa bumbu dapur, namun yang menarik perhatiannya adalah dengan pakaian Tari yang hanya menggunakan kaos putih dibaluti celana pendek selutut dengan rambut yang dikuncir, semakin menambah pesona nya, " Ah andai saja tak dibaluti perasaan gengsi, dengan cepat Aslan memeluknya dari belakang, tapi itu sungguh tidak mungkin.
" Shittt.. apa dia berusaha sedang menggodaku" batin Aslan sambil menutupi juniornya yang sudah menegang, lalu pergi begitu saja menuju ruang keluarga.
" Eh bukankah itu mas Aslan.. " ucap Tari saat berbalik badan dan melihat Aslan yang berjalan kearah ruang keluarga.
__ADS_1
" Sepertinya dia tidak kekantor, baiklah aku akan memasak banyak hari ini" ucap Tari kembali berkutat dengan pekerjaannya.
Selesai memasak begitu banyak makanan, Tari berjalan kearah Aslan yang terlihat duduk sambil memegang Remot TV, namun saat melihat lebih dekat ternyata Aslan tertidur, dengan perlahan Tari berjalan mematikan TV. Namun saat hendak pergi tak sengaja dia menyenggol kaki Aslan dan membuat Aslan terbangun.
" Kau.. sedang apa kau dihadapanku" tanya Aslan memicinhkan kedua matanya.
" Em~itu mas.. aku mau panggil mas makan, tapi jika mas ngantuk gk papa.. biar aku simpan dulu" ucap Tari hendak pergi namun tangannya dicegat oleh Aslan.
" Baiklah.. tunggu saya kita makan bersama" ucap Aslan berdiri lalu menarik tangan Tari menuju meja makan.
" Haa.. dia menggandeng tangan ku" batin Tari tk percaya.
" Eh eng~ enggak kok mas.. " ucap Tari berjalan kearah Aslan dan menyendokkannya makanan.
" Ternyata masakanmu lumayan juga" ucap Aslan saat mencicipi masakan Tari.
" Terima kasih mas.." ucap Tari.
__ADS_1
" Baiklah.. kapan kau kembali masuk kampus" tanya Aslan.
" Emm.. mungkin lusa mas, kebetulan lusa hari senin" ucap Tari.
" Oh yaa.. mungkin kita kembali kerumah hari selasa, saya sengaja tidak memberi tahu kepulangan kita kepada semua orang, karna saya masih mau berlama lama disini" ucap Aslan.
" Emm.. mas, apa besok saya boleh bertemu teman mas" tanya Tari, seketika wajah Aslan berubah masam.
" Siapa.. apakah lelaki bernama Attar itu" tanya Alsan.
" Ya Tuhan dia juga mengetahuinya" batin Tari.
" Emm.. i~i~iya" ucap Tari mengangguk.
" Terserah..." ucap Alsan menyudahi makannya lalu pergi tiba tiba, dan meninggalkan Tari.
Stop sampai sini Oky...
__ADS_1
Lanjut.....