Dendam & Cinta

Dendam & Cinta
EPS 61


__ADS_3

Sesampainya disana Mereka langsung dipersilahkan masuk, oleh kedua Bodyguard itu.


" Masuk " ucap Reno membuat Mitha mengangguk, ketika masuk terlihat Tari yang kini tengah menyiapkan Kopi untuk Aslan juga minuman untuk Reno dan Mitha.


" Assalamualaikum.." ucap Mitha membuat Tari menoleh kearah Mitha, sebetulnya itu hanyalah trik seolah ia sedang menyiapkan minuman, padahal aslinya dia baru saja selesai maratonan memindahkan semua barang nya ke kamar Aslan.


Bukan Tanpa sebab, karena selain keberadaan Mitha yang hendak tidur di kediaman mereka, juga Mama Aslan akan datang nanti malam untuk menjenguk menantunya itu.


Info: Mereka ketahuan yaa udah balik, soalnya mata mata Hendra ada dimana mana loh..


" Eh mit.. sini" ajak Tari, dengan senang hati Mitha pun berjalan menuju Dapur.


" Lagi ngapain Tar" tanya Mitha.


" Lagi buatin kopi buat Mas Aslan nih"


" Eh gua boleh mintol gk nih" ucap Tari.


" Kenapa, bilang aja" dengan senang hati Mitha menerima.

__ADS_1


" Tolong butin kopi untuk Reno yaa, gua mau siapin baju ganti buat suami gua" ucap Tari, yang kemudian teringat jika ia belum menyiapkan baju ganti untuk Aslan.


" Tenang... beres kok itu" ucap Mitha enteng, membuat Tari segera berjalan meninggalkan Mitha.


Saat memasuki kamar betapa terkejutnya Tari ketika mendapati Aslan yang baru saja keluar dari kamar mandi, sambil dibaluti handuk yang melilit diluar perutnya, sontak saja Tari berbalik badan hendak keluar namun dengan cepat tangannya dicegat oleh Aslan.


" Mau kemana" tanya Aslan.


" Emm, ma, ma,mau nyiapin baju mas" dengan cepat Tari berlari menuju ke ruang ganti sambil memilih baju, namun dia lupa menanyakan kepada Aslan baju yang akan dia gunakan.


" Astaga.. kira kira mas Aslan balik ke kantor gk yaa" tanya Tari.


" Saya tidak kembali kesana" jawab Aslan yang kini berada persis disamping Tari, sontak saja membuat Tari terkejut dan hampir terjatuh, beruntung Aslan dapat menangkap tubuhnya. Hingga tubuh keduanya terhimpit dengan dinding kaca.


" Ma,ma,mas.." ucap Tari terbata bata, sedangkan Aslan yang diselimuti gairah dengan cepat mendekatkan bibirnya ke bibir Tari, lama keduanya melakukan terlihat Tari yang sudah terengah engah segera mendorong tubuh Aslan menjauh, namun sejurus kemudian Aslan mengangkat tubuhnya menuju tempat tidur. Dan dengan cepat Aslan menuntaskan apa yang dia inginkan sedari tadi, entah sudah berapa lama ia melakukannya sampai ia lupa kapan terakhir dia memaki tubuh Tari. Mereka terus saja melakukannya tanpa mempedulikan pikiran dua orang yang sedang mereka tinggal diluar.


DAHLAH..


SKIP AE LAH..

__ADS_1


Sedangkan Reno juga Mitha yang sedang berdebat dibuat bingung oleh Tari juga Aslan yang tak kunjung keluar.


" Ren.. Mereka lagi ngapain sih, udah sejam lebih loh gada keluar keluar" tanya Mitha yang menghentikan perdebatannya dengan Reno mengenai kopi yang sama sekali tidak berasa manis melainkan asin.


" Sialan.. Pasti mereka lagi.." ucapnya terhenti ketika mendengar samar samar suara desakan.


Seketika jantung keduanya berdegup cepat, wajah berubah menjadi pias, keringat dingin bercucuran. Bayangan sesuatu yang seharusnya tidak dipikirkan terlintas .


" Sial..Kok punya gua tegang" batin Reno merasakan ketegangan. Sedangkan Mitha setengah mati menelan Salvilanya kasar.


" Ren keluar yuk" ajak Mitha mendekat.


" Gua juga ogah disini kali" ucap Reno bergegas berdiri diikuti Mitha dan berjalan keluar hingga menuju Rooftop.


Sedangkan dikamar Aslan, terlihat Tari yang tertidur lelap sambil memeluk tubuh Aslan yang berada disamping nya ditemani Asalan yang menutupi kedua tubuh mereka dengan selimut.


" Apa yang telah aku lakukan" Batinya menatapi Wajah damai Tari.


" Apakah aku jatuh cinta padanya" sambungnya lagi.

__ADS_1


" Kenapa aku merasa sangat mengenal tubuh ini, siapa dia sebenarnya" batin Aslan lagi. Hingga akhirnya ia pun ikut tertidur sambil memeluk tubuh ramping tersebut.


Bersambung......


__ADS_2