Dendam & Cinta

Dendam & Cinta
EPS 90(BOM PART)


__ADS_3

DEG''


" Bu,Bu,bunda...." bibir Tari bergetar matanya berkaca ketika menatap Nyonya Ariana. Dengan cepat ia memeluk Nyonya Ariana erat.


" Bunda.. apakah ini kau bunda" Isak Tari dibalas pelukan Nyonya Ariana.


" Kau mengingatku" tanya Nyonya Ariana berkaca.


Tari menganggukkan kepalanya cepat tubuhnya bergetar hebat mengingat kejadian kelamnya dulu "Ingat... aku bahkan mengingat semuanya... apa benar ini bunda.. bunda belum meninggal, tapi kenapa bunda meninggalkanku, mereka menyiksaku bunda, ayah selalu mempercayai apa yang dikatakan orang itu, bahkan aku sering diabaikan ayah selalu marah jika aku tidak menurut kepada orang itu" ucap Tari yang dapat dipastikan ingatannya kini telah kembali.


" Dia selalu berusaha membuat ayah percaya padanya, dia hanya bersikap baik saat didepan ayah.. Bunda, bahkan dia selalu menghukumku meski itu kesalahan kecil, mengunciku dikamar dan tidak memberiku makan" Isak Tari membuat Nyonya Ariana dan semua yang melihatnya terhenyuh terlebih Aslan yang baru mengetahui fakta kelam itu.


" Keterlaluan mereka" gumam Aslan menatap sendu Tari yang berada diperlukan bundanya.


" Mereka keterlaluan, aku tidak akan memaafkan mereka" batin Nyonya Ariana seakan teriris melihat penderitaan putrinya, dia sangat menyesal meninggalkan Tari selama ini.


" Maafkan bunda sayang, maafkan bunda sudah ninggalin kamu, bunda bersalah sayang bunda salah..." ucap bunda memeluk Tari semakin erat.


" Tidak.. bunda tidak pernah salah dimataku" ucap Tari


Setelah kejadian tadi yang menguras tenaga, Tari kini duduk berdua dengan Bunda Ariana diatas kasur, sementara Aslan sejak tadi berdiskusi dengan Joni diruang kerja Joni.


" Bentar ya bang gua telfon Reno dulu ngabarin dia" ucap Joni diangguki Aslan yang langsung mengubungi Reno.


" Lo ditunggu bang Aslan, Kita di panti" ucap Joni.

__ADS_1


" Lah gua lagi-"


" Cepet kesini, kak Sasya sebenarnya gak meninggal" potong Joni langsung membuat Reno terkejut, baru hendak bertanya Joni langsung saja mematikan sambungan telfon mereka.


Reno yang memang denah bersantai di rumah Mitha terjingkak yang membuatnya jatuh dari sofa.


" Loh kamu kenapa Ren" tanya mama Mitha datang membawa nampan berisi cemilan juga minumannya.


" Hehe, gak papa kok Tan.. maaf udah ngerepotin yaa Tan tapi aku pamit dulu yaa" ucap Reno berdiri kearah Mama Mitha.


" Loh kok udah langsung pulang" tanya Mama Mitha.


" Iya Tan, mendadak ada kerjaan jadi harus dikerjain" jawab Reno.


" Minum dikit aja, Tante bangunin Mitha dulu yaa" ucap Mama Mitha namun di tahan Reno.


" Yaudah Tante aku pergi dulu yaa, Assalamualaikum.." sambungnya lagi membuat Mama Mitha tersenyum.


" Semoga saja berjodoh.."ucapnya dalam Hati.


...____ ____ ____ ____...


" Gua gk pernah nyangka kalau Tari sebenarnya kak Sasya bang.. setelah dipikir pikir memang mereka berdua ada kemiripan, walau ada yang berubah" ucap Joni duduk didekat Aslan sambil memandangi foto Tari juga Sasya. Ucapan Joni justru membuat Aslan semakin bersalah karena sikapnya selama ini.


" Gua bersalah sama Tari Jo, perbuatan gua salah" gumam Aslan membuat Joni terkejut.

__ADS_1


" Jangan ngerasa bersalah kek gitu bang, Tari bisa maklumi itu Tari bahagia karna semua yang lu lakuin itu buat dia" Joni tau isi Hati Aslan sekarang, rasa bersalah yang begitu besar apalagi untuk pak Gali yang dari dulu mendapat perlakuan tidak baik dari Aslan, bahkan dulu lelaki itu hampir saja meregang nyawanya dulu karena dulu Aslan pernah merencanakan pembunuhannya.


" Gua bahkan gk ada keberanian buat bicara berdua sama Tari, Jo.. Gua takut dia gak mau dengerin penjelasan gua, dan gua takut dia benci sama gua setelah gua jelasin apa aja yang gua lakuin buat pak Gali" ucap Aslan menangis bahkan dia tak malu lagi menangis didepan Joni.


" Bang lu dari dulu bilang ke gua, sebesar apapun resikonya itu gua harus siap hadapi karna apa, karna itu yang memang harus gua terima akibat ulah gua sendiri, itu makanya gua selalu beraniin diri buat ngadepin lu ketika gua buat salah karna semua itu tanggung jawab gua" ucap Joni mengingatkan.


" Bang apapun resikonya, yang namanya masalah gada yang bisa prediksi.. gua yakin kak Sasya bakal maafin lu kok, bakal maklumi semua kesalahan lu karna dia adalah orang terbaik yang gua kenal" tambah Joni membuat Aslan mendongak.


" Panggil dia Tari, Tari Anastasya.. gua bahkan lebih suka nama itu" ucap Aslan tersenyum. " Asal lu tau Jo gua bahkan baru tau kalau perasaan gua jauh lebih dalam untuk Tari dari pada Sasya, gua gk peduli entah itu Sasya asli atau bukan gua sayang sama dia" ucap Aslan berdiri sambil menatap pemandangan luar jendela.


Terlihat satu orang masuk kedalam ruangan itu dengan berderai airmata, langkahnya pasti dengan sedikit tertatih handak dibantu oleh Joni namun ditolaknya.


" Aku bahkan mencintaimu jauh lebih dalam setelah mengetahui semua yang kamu lakukan sejauh itu" ucapnya membuat Aslan terkejut dan membalikan badannya.


" Tari..." bibirnya bergetar ketika melihat sang istri kini berdiri dihadapannya, secepat kilat Mereka berdua berpelukan.


" Aku terlalu malu untuk mengatakannya, tapi yang jelas Aku mencintaimu dan itu pasti" gumam Aslan ditelinga Tari membuat wanita itu semakin mengeratkan pelukannya.


" Kumohon jangan pernah pergi jauh meninggalkan ku" ucap Tari.


" Tidak akan, itu janjiku" balas Aslan.


" Kita tinggalkan mereka berdua" ucap Nyonya Ariana kepada Joni yang terharu melihat keduanya.


Bersambung.........

__ADS_1


##


Nah udah jelas yaa, tinggal mikirin gimana bongkar kedok si Mak lampir dua itu..


__ADS_2