Dendam & Cinta

Dendam & Cinta
EPS 73


__ADS_3

" Lu kasih tau masalah perjanjian Aslan itu" tanya Joni terkejut.


" Yakali.. lu kira gua bego apa, kalau gua kasih tau Kevin masalah itu bukan gk mungkin Kevin bakal marah sama kita, dan lagi masalah Aslan ini udah kelewat batas.." jelas Reno.


" Jadi.. Apa alasan yang lu kasih ke Kevin" tabu Joni.


" Ya gua cuman bilang, buat selidikin masalah ini atas kasus kematian mantan pacar Aslan doang, karna kematiannya gk ada titik terang.. itu aja sih, sekalian gua juga kasih tau masalah Queen dan dia mau terima permintaan kerjasamanya, karna dia yakin ada hubungannya sama Queen dan tante Indri" ucap Reno.


" Oke.. kapan kita bahas masalah detailnya sama Kevin" tanya Joni.


" Besok malam, karna dia katakan kalau dia bakal lebih udah bobol situs itu saat malam hari, dan anak buahnya juga lebih cepat beroperasi malam" jelas Reno membuat Joni mangguk mangguk saja, dan memilih merebahkan tubuhnya diatas kasur.


" Woy ngapain lu tidur dimari.. mending lu balik deh, gua mau tidur" usir Reno tak diindahkan Joni, yang akhirnya mau tak mau mereka berdua berbagi tempat tidur.


Keesokan harinya, Tari yang terbangun dari tidurnya tampak masih mengingat ingat kembali apa yang terjadi pada nya semalam, hingga akhirnya setetes air matanya keluar ketika mengingat Aslan mengutarakan isi hatinya.


Hiks.. hiks.. hiks.. isak Tari hingga membuat tidur Aslan terganggu.


" Hmm.." gumam Aslan membuka sedikit matanya, hingga ia terkejut ketika mendapati Tari yang sedang terisak.


" Astaga... Tari, kamu kenapa" tanya Aslan.


" Hiks.. hiks.." Tak ada jawaban melainkan hanya isak tangis yang terdengar.


" Hey.. Tari, kamu kenapa bilang sama aku" tanya Aslan sekali lagi.

__ADS_1


" Hiks.. Mas beneran kan dengan apa yang mas bilang semalem" tanya Tari menunduk.


" Hey.. hey.. Kenapa malah nangis" tanya Aslan menghapus air mata Tari.


" Mas.. kamu gk bercandakan, atas omongan kamu" tanya Tari lagi.


" Aku gk bercanda, aku akan mencoba buka hati untuk kamu, maaf jika selama ini saya sudah membuat kamu tertekan" ucap Aslan memeluk Tari.


" Mas.. Makasih mas, sudah mencintai aku sudah memberikan kesempatan untuk aku masuk kedalam hati kamu" isak Tari didalam delapan Aslan.


" Shutt.. udah yaa, ini masih pagi gk usah nangis yaa" ucap Aslan menghapus air mata Tari.


" Ayo sekarang mandi, atau mau aku mandiin" seru Aslan masih sempat sempatnya menggoda Tari.


" Mandi bareng aja yuk" goda Aslan membuat Tari berbidik ngeri.


" Mas.. ih mesum yaa, yang ada makin lama gk bisa sholat lagi" kesal Tari berlarian kecil kearah kamar mandi, sedangkan Aslan termenung mendengar kata Sholat.


" Sudah berapa lama aku tidak sholat ya Allah, maafkan lah hambamu ini" batin Aslan mengingat ingat kembali ketika kapan terakhir kali dia melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim.


Mengingat itu Aslan memilih keluar kamar dan mandi dikamar Reno, karna waktu subuh tinggal beberapa saat lagi.


Kamar Reno


Aslan masuk kedalam kamar dengan tergesa gesa, sampai dia tidak memperhatikan gaya tidur Reno juga Joni. Hingga ketika saat setelah dia selesai mandi, barulah ia menyadari dari gaya tidur keduanya.

__ADS_1


" Astagfirullah.. nih dua bocah ngapain tidur kek gini, woy.. bangun woy, bangun" teriak Aslan kepada keduanya yang sedang tidur saling menendang.


" Ah berisik lu.. orang masih enak enak tidur juga" gumam Reno memeluk kaki Joni, sedangkan joni juga melakukan Hal yang sama.


" Gilla kali lu bedua, bangun atau gua pecat" teriak Aslan namun tak diindahkan keduanya. Hingga Aslan kesal dan memilih mengambil air yang ada diatas nakas, dan menyiarkan kepada mereka.


" Tolong.. banjir, banjir" pekik Joni dan Reno bersamaan.


" Hmm.. banjir?, ia banjir banjir mata lu" teriak Aslan kepada keduanya, hingga keduanya pun tersadar karena dikerjain oleh Aslan.


" Astaga,, Bang kenapa bangunin kita se pagi ini sih, jam kerja juga biasa jam 8" tanya Joni dengan kekesalannya.


" Sholat subuh gih, di mushola Ben Tar lagi udah mau lewat" ucap Aslan membuat keduanya bengong memperhatikan punggung Aslan yang kini telah menghilang dari pintu.


" Tumben.." ucap keduanya tak berkedip.


" Yaudah gua mandi duluan" ucap Reno berjalan ke arah kamar mandi meninggalkan Joni.


" Okee..." jawab Joni kembali merebahkan tubuhnya dan kembali ke alam mimpi.


Bersambung.........


##


Yok guys.. gua bakal kejar episode seratus, karna setelah itu gua bakal rilisin novel baru gua... Jangan lupa baca terus yaa

__ADS_1


__ADS_2