
Kini semua siap menunggu jawaban ibu mila, karna ya memeng itu semua tergantung pada keputusan ibu mila.
" Hufft.." ibu mila lalu menghela nafasnya kemudian menatap Tari yang tersenyum disamping Aslan.
" Saya pun tidak bisa berbuat banyak ketika itu sudah menjadi keputusan Tari, maka saya menerima lamarannya" ucap Ibu mila.
" Terima kasih buu.. untuk waktunya saya akan bertanya kepada mereka berdua,.. sini Slan, Tari" seru Hendra kepada keduanya.
" Slan, kapan nak" tanya ibu Mila, mendeluankan Hendra.
" Emm, saya hanya ingin dipercepat buu.. kalau bisa sebelum saya kekanada" jawab Aslan.
" Kapan itu nak" tanya ibu mila.
" Emm, kemungkinan dua minggu lebih buu" jawab Aslan.
" Paa.." kini Ibu mila menatap Pak gali.
" Baik dua minggu lagi yaa" jawab Gali singkat ya memang joni sudah memberi tahukan dirinya hanya akan diadakan akad saja.
" Paa.. aku mau hanya akan diadakan akad saja" kini Tari angkat suara, dia juga sudah tau apa yang harus dia lakukan.
" Tapi tari.." keempat orang tua itu terkejut.
" Maaf tapi aku gk mau ditudu wanita yang memanfaatkan harta mas Aslan, dikarenakan kami hanya keluarga miskin yang selalu kesusahan" sambung Tari.
" Sayang.." ibu mila juga Widya memeluknya.
" Semua terserah kalian" jawab kedua wanita itu kompak.
Semua kini berjalan dengan lancar, Semua keluarga lega setelah membicarakan perihal pernikahan Aslan yang sepakat diadakan dikediamannya, tanpa diketahui orang banyak dan haya diketahui para tetangga rumah Tari saja, dan juga para rekan bisnis Hendra.
" Kalau begitu kami permisi.." ucap Hendra dan Widya berpamitan.
" Hati hati yaa" ibu mila dan Widya saling berpelukan.
__ADS_1
" Uweek.." tiba tiba saja Virli merasa mual dan memegang kepalanya.
" Sayang kamu kenapa" tanya Kevin panik, diikuti semua orang yang juga dilanda kepanikan.
" Gk tau, tiba tiba aja pen muntah.." Virli kini berlari kearah kamar mandi dan memuntahkan cairan diwetafel.
" Sayang kita kedokter yaa.." pinta Kevin.
" Gk usah yang, aku baik baik aja kok.." tolak Virli kemudian berjalan keluar, tepat didepan pintu tiba tiba saja Virli pingsan untung Kevin dengan sigap menangkap tubuh sang istri.
" Virli.." semua histeris, secepatnya Kevin menggendong tubuh Tari menuju ICU.
Ibu mila dan pak gali ikut menyusul keluar menuju ICU, sedangakan Tari berlari cukup cepat mengimbangi Virli, entah kenapa dia terlampau sayang kepada Virli yang sangat baik padanya.
" Dok tolong istri saya dok.." teriak Kevin menggelegar.
" Loh itu pak Kevin kan, emang dia udah nikah" tanya seorang perawat.
" Udah lanjut kerja, ngapain gosip.." tegur seorang dokter wanita lalu berjalan kearah Kevin.
" Vin.. Virli gimana" tanya Aslan yang sangat menghawatirkan adik kesayangannya itu.
" Gua gk tau bang, dokter masih nanganin" ucap Kevin gelisah.
" Sabar Vin, berdoa yang terbaik supaya Virli gk papa" Tari lalu berjalan kepintu ICU.
" Vin.. Virli gimana" tanya Hendra dan Widya bersamaan.
" Masih didalem maa paa" jawab Aslan.
" Bu.. gimana" tanya ibu mila kepada Widya.
" Masih ditangani dokter buu" jawab Widya berusaha menyembunyikan kekhawatirannya.
Setelah beberapa menit kini dokter keluar.
__ADS_1
" Apa pak Kevin benar suaminya" tanya dokter tersebut.
" Mana mungkin saya boong" tegas Kevin menatap tajam sang dokter.
" Baiklah, menurut saya kemungkinan pasien sedang dalam keadaan hamil, untuk lebih detailnya silahkan cek ke dokter kandungan" jawab dokter tersebut lalu tersenyum.
" Hamil.." Kevin tak bisa menutup rasa bahagiannya dengan cepat dia langsung memeluk Aslan.
" Lalu bagai keadaannya dok" tanya Kevin setelah melepas pelukannya.
" Hanya pingsan ringan saja, beberapa menit lagi dia akan sadar" jawabnya.
" Kalau begitu boleh saya lihat istri saya dok" dokter pun mengangguk, dengan cepat Kevin memasuki ruangan dan mendapat Virli tengah berbaring.
" Sayang "ucap Kevin lembutmenyentuh pucuk kepala Virli, dengan perlahan Virli membuka matanya terlihatlah Sang suami yang tampan dihadapannya, entah kenapa saat dia melihat bibir Kevin, menurutnya sangat menggoda spontan saja Virli menyambar bibir tersebut dan **********. Dengan serangan tiba tiba membuat Kevin terkejut, namun sejurus kemudian dia lalu membalasnya.
" Kita dimana"
" Kamu masih gk ingat hmm, tadi kamu pingsan sekarang kamu lagi di ICU.
" Truss mama sama yang lain mana" tanya Virli.
" Diluar, nunggu kabar kamu" jawab Kevin lalu memeluk Virli.
" Trima kasih sayang.. kamu udah memberiku kejutan" Kevin belum juga melepas pekukannya.
" Maksuk kamu apa"
" Kamu hamil, kamu hamil anak kita. Makannya habis ini kita kedokter kandungan yaa"
" Ha-hamil yang.." tanya Virli tak percaya, Kevin pun mengangguk.
" Sekarang kita keluar yuk, udah ditungguin" Kevin lalu menggendong Virli keluar ruangan..
" Yang tururnin, malu tau" Virli terus memukul mukul dada Kevin namun tak juga diturunkan.
__ADS_1
Lanjut........